LKPDPertemuan 7Bab 3Fase CSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Gereja sebagai Persekutuan Para Kudus

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Gereja sebagai Persekutuan Para Kudus". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Gereja sebagai Persekutuan Para Kudus

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 3 - Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Gereja sebagai Persekutuan Para Kudus

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikGereja sebagai Persekutuan Para Kudus
Alokasi Waktu90 menit (3 x 30 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan makna persekutuan para kudus (communion sanctorum) sebagai ikatan antara Gereja yang berziarah di dunia, Gereja di api penyucian, dan Gereja yang telah mulia di surga.
  2. Murid mampu menunjukkan letak pernyataan iman akan persekutuan para kudus dalam Syahadat dan menjelaskan artinya bagi kehidupan beriman.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan saksama sebelum memulai.
  • Kerjakan semua kegiatan secara berurutan bersama kelompokmu atau secara mandiri sesuai petunjuk.
  • Gunakan pengalamanmu sebagai umat Katolik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan.
  • Tulislah jawabanmu dengan jujur dan lengkap di tempat yang disediakan.
  • Jika ada yang kurang jelas, tanyakan kepada guru atau teman kelompokmu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menjelajahi Syahadat: Menemukan Persekutuan Para Kudus

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku doa/kartu doa berisi Syahadat Para Rasul
  • Pensil/pulpen
  • Stabilo/spidol warna untuk menandai

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah teks Syahadat Iman Katolik (Syahadat Para Rasul) yang ada di buku atau kartu doamu.
  2. Temukan kalimat yang menyebutkan tentang 'persekutuan para kudus'.
  3. Tandai atau garis bawahi kalimat tersebut.
  4. Pikirkan: Mengapa kalimat ini penting dalam doa Syahadat kita?

Pertanyaan:

1. Tuliskan kalimat lengkap dalam Syahadat yang menyebutkan tentang persekutuan para kudus!

2. Di bagian mana kalimat ini berada dalam Syahadat? (awal/tengah/akhir) Mengapa menurutmu kalimat ini ditempatkan di sana?

3. Menurutmu, apa hubungan antara 'Gereja Katolik yang kudus' dengan 'persekutuan para kudus'?

Tulis jawaban pada kotak yang tersedia di bawah setiap pertanyaan. Untuk pertanyaan nomor 2 dan 3, tulislah minimal 3 kalimat yang lengkap.

Kegiatan 2: Memahami Tiga Keadaan Gereja dalam Persekutuan Para Kudus

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas/buku tulis
  • Alat tulis
  • Penjelasan guru atau buku siswa halaman 124-125

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah penjelasan singkat: Persekutuan para kudus (communion sanctorum) adalah ikatan kasih antara tiga keadaan Gereja: (1) Gereja yang berziarah di dunia (kita yang masih hidup), (2) Gereja di api penyucian (jiwa-jiwa yang sedang disucikan), dan (3) Gereja yang sudah mulia di surga (para kudus/santo-santa).
  2. Diskusikan dengan teman sebangkumu atau kelompokmu (3-4 orang).
  3. Isilah tabel yang menjelaskan ketiga keadaan Gereja ini.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut tentang tiga keadaan Gereja dalam persekutuan para kudus!

Ruang tabel jawaban

2. Berikan satu contoh nyata dari kehidupanmu bagaimana kamu terhubung dengan salah satu keadaan Gereja tersebut!

3. Mengapa persekutuan para kudus penting bagi kehidupan imanmu?

Untuk tabel: Buatlah tabel dengan 3 kolom (Keadaan Gereja, Siapa Mereka, Bagaimana Kita Berhubungan) dan 3 baris. Untuk pertanyaan uraian: tulis minimal 4 kalimat lengkap.

Kegiatan 3: Membuat Peta Konsep Persekutuan Para Kudus

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas gambar/kertas HVS
  • Pensil warna/krayon/spidol
  • Penggaris
  • Penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang saatnya kamu menunjukkan pemahamanmu dengan cara kreatif!
  2. Buatlah sebuah peta konsep atau diagram sederhana yang menggambarkan persekutuan para kudus.
  3. Peta konsepmu harus menunjukkan: (1) Tiga keadaan Gereja, (2) Hubungan/ikatan antar ketiganya, (3) Di mana posisimu dalam persekutuan ini.
  4. Gunakan gambar, simbol, atau warna untuk membuatnya lebih menarik.
  5. Kamu boleh menambahkan ayat Kitab Suci atau kutipan doa yang relevan (misalnya dari Syahadat atau Yohanes 6:54).

Pertanyaan:

1. Buatlah peta konsep persekutuan para kudus sesuai petunjuk di atas!

Ruang gambar

2. Jelaskan peta konsepmu: Mengapa kamu menggambarnya seperti itu? Apa makna dari gambar/simbol yang kamu gunakan?

3. Setelah memahami persekutuan para kudus, apa yang akan kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan imanmu akan persekutuan ini?

Gunakan kertas kosong atau bagian halaman ini untuk menggambar peta konsep. Pastikan gambarmu cukup besar dan jelas. Untuk pertanyaan uraian: tulis minimal 4-5 kalimat.

REFLEKSI

1. Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari tentang persekutuan para kudus? Apakah ada hal baru yang mengejutkan atau menyentuh hatimu?

2. Siapakah santo/santa yang paling menginspirasimu? Mengapa? Apa yang bisa kamu teladani dari hidupnya?

3. Bagaimana pemahamanmu tentang persekutuan para kudus dapat membantumu dalam menghadapi kesulitan atau kesedihan, misalnya ketika kehilangan orang yang kamu kasihi?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.