LKPDPertemuan 6Bab 3Fase BSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengidentifikasi Mukjizat Penggandaan Roti dan Kuasa atas Alam sebagai Kehadiran Allah yang Menyelamatkan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Mengidentifikasi Mukjizat Penggandaan Roti dan Kuasa atas Alam sebagai Kehadiran Allah yang Menyelamatkan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengidentifikasi Mukjizat Penggandaan Roti dan Kuasa atas Alam sebagai Kehadiran Allah yang Menyelamatkan

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 3 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengidentifikasi Mukjizat Penggandaan Roti dan Kuasa atas Alam sebagai Kehadiran Allah yang Menyelamatkan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengidentifikasi Mukjizat Penggandaan Roti dan Kuasa atas Alam sebagai Kehadiran Allah yang Menyelamatkan
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi mukjizat Yesus sebagai wujud kehadiran Allah yang menyelamatkan

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar bersama teman dan guru.
  • Bacalah teks kisah mukjizat Yesus yang tersedia dengan saksama.
  • Kerjakan kegiatan sesuai langkah-langkah petunjuk secara mandiri maupun berkelompok.
  • Tanyakan kepada guru jika ada bagian bacaan atau petunjuk yang belum kamu pahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengidentifikasi Peristiwa Mukjizat Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil/pulpen)
  • Teks kisah mukjizat pada lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan kisah Kitab Suci berikut: 'Yesus melihat orang banyak yang mengikuti-Nya dan Ia merasa berbelas kasihan kepada mereka karena mereka lapar di tempat yang sunyi. Para murid hanya menemukan lima roti jelai dan dua ikan dari seorang anak kecil. Yesus mengambil lima roti dan dua ikan itu, mengucap syukur kepada Allah Bapa, memecah-mecahkannya, lalu membagikannya kepada semua orang. Seluruh orang makan sampai kenyang, bahkan sisanya terkumpul dua belas bakul penuh.'
  2. Identifikasi unsur-unsur mukjizat pada kisah tersebut dengan menjawab pertanyaan yang tersedia pada format isian.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kisah di atas, apa situasi sulit atau kebutuhan orang banyak yang dihadapi sebelum mukjizat terjadi?

2. Apa tindakan mukjizat yang dilakukan oleh Yesus dalam kisah tersebut?

3. Tunjukkan bukti bahwa mukjizat Yesus tersebut menyelamatkan orang banyak dari kelaparan!

Tuliskan jawaban pada baris isian bergaris yang disediakan di lembar kerja untuk nomor 1, 2, dan 3.

Kegiatan 2: Mengidentifikasi Mukjizat Yesus Meredakan Angin Ribut

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil/pulpen)
  • Teks bacaan lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan kisah Kitab Suci berikut: 'Ketika hari sudah petang, Yesus dan para murid naik ke perahu untuk menyeberangi danau. Tiba-tiba mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Murid-murid sangat ketakutan dan berseru kepada Yesus: Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa? Yesus pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau: Diam! Tenanglah! Seketika itu juga angin reda dan danau menjadi sunyi senyap.'
  2. Diskusikan bersama teman sebangkumu untuk mengidentifikasi wujud keselamatan dari mukjizat Yesus meredakan badai tersebut pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel identifikasi mukjizat Yesus meredakan angin ribut dengan menuliskan bahaya yang mengancam, tindakan kuasa Yesus, serta wujud keselamatan yang dialami para murid!

Ruang tabel jawaban

Lengkapi tabel 3 kolom: Kolom 1 'Bahaya yang Mengancam', Kolom 2 'Tindakan Kuasa Yesus', Kolom 3 'Wujud Keselamatan bagi Para Murid'.

Kegiatan 3: Mengidentifikasi Ciri Mukjizat Yesus sebagai Kehadiran Allah yang Menyelamatkan

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati kembali dua peristiwa mukjizat yang telah kamu pelajari (Penggandaan Roti dan Yesus Meredakan Angin Ribut).
  2. Tentukan apakah setiap pernyataan berikut tepat menggambarkan ciri mukjizat Yesus sebagai kehadiran Allah yang menyelamatkan dengan memberi tanda centang (V) pada kolom 'Benar' atau 'Salah', lalu berikan penjelasannya.

Pertanyaan:

1. Pernyataan A: Mukjizat penggandaan roti menunjukkan bahwa Allah hadir untuk menyelamatkan manusia dari penderitaan kelaparan secara nyata. (Pilihlah Benar/Salah dan tuliskan alasan identifikasimu)

2. Pernyataan B: Yesus meredakan badai hanya untuk memamerkan kehebatan-Nya kepada para murid tanpa berniat menolong mereka. (Pilihlah Benar/Salah dan tuliskan alasan identifikasimu)

3. Berdasarkan kedua kisah mukjizat tersebut, sebutkan dua bukti utama bahwa mukjizat Yesus merupakan wujud Allah yang hadir menyelamatkan!

Gunakan format pilihan Benar/Salah disertai kolom keterangan/alasan singkat untuk nomor 1 dan 2, serta kolom uraian 3-4 baris untuk nomor 3.

REFLEKSI

1. Peristiwa mukjizat Yesus mana yang paling membuatmu kagum akan kebaikan Allah yang menyelamatkan?

2. Ketika kamu merasa takut atau membutuhkan pertolongan, bagaimana wujud kehadiran Yesus yang menyelamatkan dapat menguatkan imanmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.