LKPDPertemuan 5Bab 5Fase BSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Menunjukkan Sikap Menghargai Keragaman Tradisi Masyarakat di Lingkungan Sekitar sebagai Perwujudan Iman

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Menunjukkan Sikap Menghargai Keragaman Tradisi Masyarakat di Lingkungan Sekitar sebagai Perwujudan Iman".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Menunjukkan Sikap Menghargai Keragaman Tradisi Masyarakat di Lingkungan Sekitar sebagai Perwujudan Iman

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 5 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menunjukkan Sikap Menghargai Keragaman Tradisi Masyarakat di Lingkungan Sekitar sebagai Perwujudan Iman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenunjukkan Sikap Menghargai Keragaman Tradisi Masyarakat di Lingkungan Sekitar sebagai Perwujudan Iman
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menunjukkan sikap menghargai tradisi masyarakat di lingkungan sekitar sebagai wujud perwujudan iman

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah secara pribadi sebelum memulai kegiatan lembar kerja ini.
  • Bacalah setiap teks cerita dan situasi dengan cermat dan saksama.
  • Diskusikan bersama teman kelompokmu dan kerjakan latihan sesuai petunjuk pada setiap kegiatan.
  • Tunjukkan sikap saling menghormati dan santun selama proses pembelajaran berlangsung.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenal Tradisi Masyarakat dan Sikap Yesus yang Menghargai Tradisi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan cerita tentang tradisi masyarakat dan teladan keluarga Yesus di bawah ini bersama kelompokmu.
  2. Masyarakat Dayak Kanayant memiliki tradisi panen bernama Naik Dango sebagai ungkapan syukur kepada Sang Pencipta atas hasil bumi. Keluarga Yesus pun taat menjalankan tradisi bangsa-Nya, seperti ketika Yesus diajak orang tua-Nya ke Yerusalem untuk merayakan Paskah sesuai kebiasaan tradisi masyarakat Yahudi.
  3. Jawablah pertanyaan berdasarkan bacaan untuk menunjukkan sikap menghargai tradisi masyarakat.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan cerita Naik Dango pada suku Dayak Kanayant, untuk tujuan apakah masyarakat berkumpul menjalankan tradisi tersebut?

2. Bagaimana cara Yesus dan keluarga-Nya menunjukkan sikap menghargai tradisi yang ada di masyarakat Yahudi?

3. Mengapa kita sebagai murid yang beriman kepada Yesus perlu menunjukkan sikap menghargai tradisi masyarakat di lingkungan sekitar kita?

Tuliskan jawaban nomor 1, 2, dan 3 pada baris bergaris yang disediakan di lembar kerja masing-masing (2-3 baris kalimat per nomor).

Kegiatan 2: Menunjukkan Sikap Menghargai Tradisi dalam Situasi Sehari-hari

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amatilah 4 situasi peristiwa tradisi masyarakat yang sering kita jumpai di lingkungan sekitar.
  2. Berilah tanda centang (✓) pada kolom 'Menghargai' jika tindakan menunjukkan sikap menghargai tradisi masyarakat, atau beri centang pada kolom 'Belum Menghargai' jika tindakan tersebut tidak menghargai.
  3. Tuliskan alasan singkat mengapa tindakan tersebut termasuk wujud perwujudan iman anak beriman.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel penilaian sikap berikut untuk keempat situasi: Situasi A (Anton menonton upacara adat Naik Dango tetangganya dengan tertib dan tenang), Situasi B (Budi mengejek pakaian adat yang dipakai temannya saat pawai budaya), Situasi C (Maria ikut menjaga ketenangan lingkungan ketika tetangga sedang melangsungkan tradisi selamatan/syukuran desa), Situasi D (Dono membuat kegaduhan dan menertawakan tarian adat daerah lain yang sedang dipentaskan).

Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 4 baris dengan kolom: (1) Situasi, (2) Pilihan Sikap [Menghargai / Belum Menghargai], (3) Alasan Wujud Sikap.

Kegiatan 3: Menunjukkan Tindakan Nyata Menghargai Tradisi di Sekitarku

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan bersama teman sebangkumu tentang tradisi atau kebiasaan masyarakat yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal atau sekolahmu (misalnya: tradisi gotong royong bersih desa, perayaan syukur panen, pakaian adat daerah, atau upacara penyambutan tamu).
  2. Tuliskan 3 tindakan konkret yang akan kamu lakukan untuk menunjukkan sikap menghargai tradisi tersebut sebagai wujud imanmu kepada Tuhan.
  3. Setelah menuliskan tindakan konkret, luangkan waktu 10 menit terakhir bersama guru untuk melakukan refleksi dan menyimpulkan pembelajaran hari ini.

Pertanyaan:

1. Sebutkan satu nama tradisi atau adat kebiasaan masyarakat yang ada di sekitarmu!

2. Tuliskan 3 contoh tindakan nyata yang kamu tunjukkan untuk menghargai tradisi masyarakat tersebut sebagai wujud perwujudan iman!

Tuliskan jawaban pada kolom daftar nomor 1 dan 2 pada lembar jawaban yang tersedia.

REFLEKSI

1. Apakah aku sudah mampu menunjukkan sikap sopan dan hormat terhadap teman atau tetangga yang memiliki tradisi berbeda denganku?

2. Perasaan apa yang muncul di hatiku ketika melihat masyarakat rukun dan saling menghargai tradisi satu sama lain?

3. Sikap baik apa yang ingin aku biasakan mulai hari ini untuk menghargai tradisi masyarakat di sekitarku sebagai murid Yesus?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.