LKPDPertemuan 5Bab 5Fase BSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Menghargai Tradisi Masyarakat sebagai Perwujudan Iman

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Menghargai Tradisi Masyarakat sebagai Perwujudan Iman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Menghargai Tradisi Masyarakat sebagai Perwujudan Iman

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 5 - Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menghargai Tradisi Masyarakat sebagai Perwujudan Iman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenghargai Tradisi Masyarakat sebagai Perwujudan Iman
Alokasi Waktu70 menit (1 pertemuan)
Tipe Aktivitascampuran (telaah Kitab Suci, diskusi, menggambar/ menulis, dan refleksi)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui penelusuran teks Kitab Suci (tradisi Yesus merayakan Paskah di Bait Allah), murid mampu menjelaskan bahwa menghargai tradisi yang baik merupakan wujud iman dalam kehidupan bermasyarakat.
  2. Melalui kegiatan refleksi dan aksi, murid mampu menunjukkan sikap santun dalam menghormati tradisi masyarakat sekitar tanpa membeda-bedakan latar belakang agama atau suku.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan saksama sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan secara berurutan dari Kegiatan 1 sampai Kegiatan 3.
  • Tanyalah pada Bapak/Ibu guru jika ada langkah yang kurang jelas.
  • Jawablah dengan jujur dan sesuai dengan pengalamanmu sendiri.
  • Nikmati setiap kegiatan karena kamu akan belajar sambil bermain dan merenung!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menyelidiki Kisah Yesus Merayakan Paskah

Estimasi: 25 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah Kisah Lukas 2:41–52 secara bergantian bersama teman sebangkumu.
  2. Perhatikan baik-baik: tradisi apa yang dilakukan Yesus dan keluarga-Nya?
  3. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berdasarkan kisah yang kamu baca.
  4. Jika sudah selesai, ceritakan kembali dengan bahasamu sendiri kepada teman di sebelahmu.

Pertanyaan:

1. Setiap tahun Yesus dan orang tua-Nya pergi ke kota mana untuk merayakan hari raya Paskah?

2. Menurutmu, mengapa Yusuf dan Maria selalu mengajak Yesus merayakan Paskah setiap tahun?

3. Bacalah Lukas 2:52. Apa yang terjadi pada Yesus setelah Ia menjalankan tradisi ke Bait Allah?

4. Menurut pendapatmu, apakah Yesus Sayang kepada tradisi masyarakat-Nya? Beri alasan!

5. Apa yang bisa kamu teladani dari sikap Yesus terhadap tradisi masyarakat-Nya?

Tulis jawaban pada kotak yang disediakan di bawah setiap pertanyaan. Untuk nomor 3 gambarlah bintang di samping jawaban jika kamu setuju bahwa Yesus makin dikasihi Allah dan manusia.

Kegiatan 2: Mengenal Tradisi di Sekitarku

Estimasi: 25 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amatilah gambar-gambar tradisi yang diperlihatkan oleh guru (tari daerah, rumah adat, upacara adat, lagu daerah, pakaian adat).
  2. Bersama kelompokmu, diskusikan tradisi apa saja yang ada di lingkungan tempat tinggalmu.
  3. Isilah tabel di bawah ini dengan tradisi yang pernah kamu lihat atau ikuti.
  4. Jangan lupa tuliskan juga tradisi dari suku/agama yang berbeda denganmu – misalnya temanmu yang berbeda suku atau agama memiliki tradisi apa.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel berikut dengan tradisi yang kamu ketahui!

Ruang tabel jawaban

2. Dari tabel di atas, pilihlah satu tradisi yang paling menarik menurutmu. Gambarlah tradisi tersebut di kotak yang disediakan!

Ruang gambar

3. Apakah kamu pernah diajak temanmu untuk mengikuti tradisi keluarganya yang berbeda denganmu? Bagaimana perasaanmu saat itu?

4. Diskusikan dengan kelompokmu: mengapa kita harus menghargai tradisi yang berbeda dengan tradisi kita? Tuliskan 2 alasan!

Tabel 3 kolom: Nama Tradisi, Asal Daerah/Suku, Kegiatan yang Dilakukan (minimal 4 baris). Kotak gambar ukuran 8x8 cm untuk nomor 2. Kolom jawaban untuk nomor 3 dan 4.

Kegiatan 3: Aku Berkomitmen: Santun dalam Menghormati Tradisi

Estimasi: 20 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Renungkanlah pertanyaan-pertanyaan pada bagian refleksi di bawah ini dalam hati.
  2. Tulislah sebuah janji/komitmen pribadi tentang sikapmu terhadap tradisi masyarakat yang berbeda.
  3. Tempelkan komitmenmu di papan kelas atau bawa pulang untuk ditempel di kamarmu.
  4. Jika mau, kamu bisa membacakan komitmenmu di depan kelas dengan lantang dan percaya diri.

Pertanyaan:

1. Tulislah satu komitmen nyata yang akan kamu lakukan untuk menghargai tradisi di lingkungan sekitarmu. Gunakan kalimat: "Aku berjanji akan..."

2. Bagaimana caramu menunjukkan sikap santun ketika melihat temanmu sedang menjalankan tradisi agamanya (misalnya merayakan hari raya)? Pilihlah satu cara dan gambarkan!

Ruang gambar

3. Menurutmu, apakah menghargai tradisi masyarakat termasuk wujud iman kepada Tuhan? Jelaskan pendapatmu dengan singkat!

Tulis komitmen pada selembar kertas kecil berbentuk pita (ukuran 5x15 cm) atau di kolom tersedia. Untuk nomor 2, gambarlah di kotak yang disediakan. Untuk nomor 3, tulis jawaban pada kolom uraian.

REFLEKSI

1. Apakah hari ini kamu merasa senang belajar tentang tradisi? Mengapa?

2. Bisakah kamu menyebutkan satu tradisi dari suku/daerah lain yang baru kamu ketahui hari ini?

3. Sudahkah kamu hari ini bersikap santun kepada teman yang berbeda tradisi? Apa yang akan kamu lakukan besok agar lebih baik?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.