LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Menunjukkan Kebiasaan Menghormati Pemimpin Masyarakat Melalui Sikap Santun saat Berperilaku Sehari-hari
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Menunjukkan Kebiasaan Menghormati Pemimpin Masyarakat Melalui Sikap Santun saat Berperilaku Sehari-hari".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Menunjukkan Kebiasaan Menghormati Pemimpin Masyarakat Melalui Sikap Santun saat Berperilaku Sehari-hari
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3
Bab 5 Pertemuan 4
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Menunjukkan Kebiasaan Menghormati Pemimpin Masyarakat Melalui Sikap Santun saat Berperilaku Sehari-hari INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menandai Perilaku Santun Menghormati Pemimpin MasyarakatEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Situasi A: Edo sedang bermain sepeda, lalu berpapasan dengan Pak RT yang sedang berjalan kaki. Edo memperlambat sepedanya dan menganggukkan kepala sambil menyapa: 'Selamat sore, Pak RT.' Apakah tindakan Edo menunjukkan kebiasaan santun? Ruang tabel jawaban 2. Situasi B: Saat Ibu RW datang ke rumah mengantarkan pengumuman kerja bakti, Rina terus menatap layar ponsel dan menerima lembaran pengumuman hanya dengan tangan kiri tanpa mengucapkan terima kasih. Apakah tindakan Rina menunjukkan kebiasaan santun? Ruang tabel jawaban 3. Situasi C: Warga sedang berkumpul di balai warga mendengarkan Pak Lurah memberikan arahan tentang kebersihan lingkungan. Doni dan temannya duduk tenang, mendengarkan arahan dengan tertib sampai selesai. Apakah tindakan Doni menunjukkan kebiasaan santun? Ruang tabel jawaban 4. Situasi D: Ketika Pak RT lewat di depan kelompok anak yang sedang bermain bola, Budi berteriak memanggil nama panggilan Pak RT dengan suara keras sambil tertawa-tawa. Apakah tindakan Budi menunjukkan kebiasaan santun? Ruang tabel jawaban Format tabel 4 baris dengan kolom: (1) Situasi (A/B/C/D), (2) Pilihan Centang [Santun Menghormati / Belum Santun], (3) Tindakan Santun Pengganti (diisi bila memilih 'Belum Santun'). Kegiatan 2: Menunjukkan Respons Perilaku Santun dalam Situasi NyataEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Skenario 1: Kamu diminta orang tuamu mengantarkan surat undangan syukuran keluarga kepada Bapak Ketua RT ke rumah beliau. Bagaimana sikap tubuh dan perkataan santun yang kamu tunjukkan mulai dari mengetuk pintu hingga berpamitan pulang? 2. Skenario 2: Hari Minggu pagi, Ibu RW mengumumkan kegiatan gotong royong membersihkan selokan lingkungan. Saat berpapasan dengan Ibu RW yang sedang membawa sapu dan kantong sampah di depan rumahmu, perilaku santun apa yang langsung kamu tunjukkan? Tuliskan jawaban uraian pada kolom bergaris yang disediakan guru (masing-masing skenario memuat 3-4 kalimat rincian sikap dan ucapan santun). Kegiatan 3: Merancang Komitmen Pembiasaan Santun kepada Pemimpin LingkunganEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapilah Kartu Komitmen berikut:
Kotak berbingkai 'Kartu Komitmen Santunku' dengan kolom isian nama/jabatan pemimpin dan 3 poin kebiasaan santun konkret. REFLEKSI1. Apakah selama ini aku sudah terbiasa menyapa ketua RT/RW atau pemimpin masyarakat di lingkunganku dengan sopan? 2. Bagian mana dari sikap santunku kepada pemimpin masyarakat yang masih perlu kuperbaiki mulai hari ini? 3. Bagaimana perasaanku ketika bisa menunjukkan rasa hormat dan bersikap santun kepada pemimpin yang telah melayani warga? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.