LKPDPertemuan 6Bab 4Fase BSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Mengidentifikasi Makna Anggur dalam Sakramen Ekaristi sebagai Kurban Darah Kristus

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Mengidentifikasi Makna Anggur dalam Sakramen Ekaristi sebagai Kurban Darah Kristus".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Mengidentifikasi Makna Anggur dalam Sakramen Ekaristi sebagai Kurban Darah Kristus

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 4 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengidentifikasi Makna Anggur dalam Sakramen Ekaristi sebagai Kurban Darah Kristus

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengidentifikasi Makna Anggur dalam Sakramen Ekaristi sebagai Kurban Darah Kristus
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi makna roti dan anggur dalam perayaan Sakramen Ekaristi sebagai kenangan perjamuan Tuhan

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah secara singkat sebelum mulai mengerjakan lembar kerja ini.
  • Bacalah setiap teks dan petunjuk kegiatan dengan cermat.
  • Kerjakan tugas secara mandiri atau berpasangan sesuai arahan guru.
  • Tanyakan kepada bapak/ibu guru apabila ada kalimat atau petunjuk yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menelusuri Sabda Perjamuan Terakhir

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil/pulpen)
  • Teks kutipan Kitab Suci Lukas 22:19-20

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kutipan bacaan Kitab Suci dari Lukas 22:19-20 berikut:
  2. Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: 'Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.' Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: 'Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.'
  3. Berdasarkan bacaan di atas, identifikasi benda dan maknanya dengan melengkapi tabel yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan bacaan Lukas 22:19-20, apa makna roti yang dipecah-pecahkan dan dibagikan oleh Yesus kepada para murid?

2. Berdasarkan bacaan Lukas 22:19-20, apa makna anggur dalam cawan yang dibagikan oleh Yesus kepada para murid?

3. Lengkapilah tabel identifikasi pasangan lambang dan makna dalam Perjamuan Terakhir berikut:

  1. Roti -> Makna: ...,
  2. Anggur dalam cawan -> Makna: ...
Ruang tabel jawaban

Tabel 2 kolom dengan 2 baris: Kolom 1 'Lambang Ekaristi' (Roti, Anggur), Kolom 2 'Makna Menurut Yesus' (tuliskan makna masing-masing).

Kegiatan 2: Memilah Tanda dan Makna Kurban Kristus

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati empat pernyataan mengenai makna roti dan anggur dalam perayaan Sakramen Ekaristi berikut.
  2. Pilihlah dan beri tanda centang (V) pada kolom 'Benar' jika pernyataan sesuai dengan makna roti dan anggur sebagai kenangan perjamuan Tuhan, atau tanda centang (V) pada kolom 'Salah' jika tidak sesuai.
  3. Tuliskan alasan singkat berdasarkan pemahamanmu tentang kurban Kristus.

Pertanyaan:

1. Pernyataan A: 'Anggur dalam Sakramen Ekaristi melambangkan darah Kristus yang ditumpahkan sebagai kurban demi pengampunan dosa.' Tentukan Benar atau Salah beserta alasannya.

2. Pernyataan B: 'Roti dan anggur dalam Ekaristi hanyalah makanan biasa untuk menghilangkan lapar dan haus jasmani saat Misa.' Tentukan Benar atau Salah beserta alasannya.

3. Pernyataan C: 'Yesus berpesan merayakan perjamuan roti dan anggur sebagai peringatan atau kenangan akan diri-Nya.' Tentukan Benar atau Salah beserta alasannya.

Format tabel 4 kolom: Kolom 1 (No Pernyataan A-C), Kolom 2 (Pilihan Benar [V]), Kolom 3 (Pilihan Salah [V]), Kolom 4 (Alasan Singkat 1-2 kalimat).

Kegiatan 3: Menghubungkan Perjamuan Terakhir dengan Misa Masa Kini

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Gambar ilustrasi Perjamuan Terakhir dan Imam di Altar
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Dalam kelompok berpasangan (teman sebangku), amati dua gambar/kartu situasi: Situasi 1 (Yesus memegang roti dan piala anggur bersama para rasul pada Perjamuan Terakhir) dan Situasi 2 (Pastor mengangkat hosti/roti dan piala anggur di altar pada perayaan Misa Kudus).
  2. Diskusikan persamaan makna bahan persembahan roti dan anggur pada kedua peristiwa tersebut.
  3. Tuliskan hasil identifikasi kelompokmu pada bagan hubungan yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Apa persamaan makna roti dan anggur yang diberkati oleh Yesus dalam Perjamuan Terakhir dengan roti dan anggur yang diberkati oleh Imam/Pastor dalam perayaan Ekaristi saat ini?

2. Mengapa perayaan Sakramen Ekaristi dengan roti dan anggur disebut sebagai 'kenangan perjamuan Tuhan'?

Lembar bagan perbandingan: Kotak kiri 'Makna Roti & Anggur pada Perjamuan Terakhir Yesus', Kotak kanan 'Makna Roti & Anggur pada Misa di Gereja', serta Baris kesimpulan 'Kesamaan Makna Kenangan Kurban Kristus'.

REFLEKSI

1. Setelah belajar hari ini, apa yang kamu ingat saat melihat roti dan piala anggur diangkat oleh Pastor di altar gereja?

2. Bagaimana perasaanmu mengetahui bahwa Yesus menyerahkan Tubuh (roti) dan Darah-Nya (anggur) sebagai bukti kasih dan kurban keselamatan bagi kita?

3. Sikap hormat apa yang ingin kamu tunjukkan ketika merayakan Sakramen Ekaristi di gereja?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.