LKPDPertemuan 5Bab 4Fase BSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Mengidentifikasi Makna Roti dalam Sakramen Ekaristi sebagai Kenangan Perjamuan Terakhir

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Mengidentifikasi Makna Roti dalam Sakramen Ekaristi sebagai Kenangan Perjamuan Terakhir".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Mengidentifikasi Makna Roti dalam Sakramen Ekaristi sebagai Kenangan Perjamuan Terakhir

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 4 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengidentifikasi Makna Roti dalam Sakramen Ekaristi sebagai Kenangan Perjamuan Terakhir

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengidentifikasi Makna Roti dalam Sakramen Ekaristi sebagai Kenangan Perjamuan Terakhir
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi makna roti dan anggur dalam perayaan Sakramen Ekaristi sebagai kenangan perjamuan Tuhan

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah secara pribadi sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah setiap teks bacaan Kitab Suci dan petunjuk soal dengan cermat dan tenang.
  • Kerjakan tugas secara mandiri atau berkelompok sesuai arahan guru.
  • Tanyakan kepada bapak/ibu guru apabila ada instruksi yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Roti dan Anggur dalam Perjamuan Malam Terakhir

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil/pulpen)
  • Teks bacaan Lukas 22:19-20 pada lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kutipan Kitab Suci Lukas 22:19-20 berikut: 'Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku. Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.'
  2. Berdasarkan bacaan di atas, identifikasi tindakan dan perkataan Yesus mengenai roti dan anggur.
  3. Tuliskan jawabanmu pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kutipan Lukas 22:19, apa yang dikatakan Yesus saat memecah-mecahkan dan memberikan roti kepada para rasul?

2. Berdasarkan kutipan Lukas 22:20, apa makna dari isi cawan (anggur) yang diberikan Yesus kepada para rasul?

3. Lengkapilah tabel pasangan lambang perjamuan dan maknanya sesuai teks Kitab Suci:

  1. Roti melambangkan ...,
  2. Anggur melambangkan ...
Ruang tabel jawaban

Tuliskan jawaban nomor 1 dan 2 pada baris kosong yang disediakan. Untuk nomor 3, lengkapi tabel 2 kolom (Kolom 1: Benda Perjamuan, Kolom 2: Makna/Arti Menurut Sabda Yesus).

Kegiatan 2: Mengidentifikasi Makna Roti dan Anggur dalam Sakramen Ekaristi

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan dan alat tulis
  • Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik Kelas 3 Bab 4

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok kecil bersama teman sebangkumu (2-3 murid).
  2. Ingatlah kembali perayaan Ekaristi di Gereja saat imam mengangkat roti (hosti) dan piala anggur.
  3. Diskusikan makna roti dan anggur dalam perayaan Sakramen Ekaristi sebagai kenangan perjamuan Tuhan.
  4. Jawablah pertanyaan analisis identifikasi berikut bersama kelompokmu.

Pertanyaan:

1. Dalam perayaan Sakramen Ekaristi di Gereja, roti yang telah diberkati menjadi tanda kehadiran apa?

2. Mengapa kita merayakan Sakramen Ekaristi dengan menyantap roti dan anggur sampai saat ini?

3. Identifikasilah pernyataan berikut dengan memberi tanda Centang (V) pada kolom Benar atau Salah: (A) Roti dalam Ekaristi melambangkan persahabatan biasa. (B) Roti dalam Ekaristi melambangkan Tubuh Kristus. (C) Anggur dalam Ekaristi melambangkan Darah Kristus. (D) Ekaristi dirayakan untuk mengenang Perjamuan Terakhir Yesus.

Ruang tabel jawaban

Tuliskan hasil diskusi kelompok berupa uraian singkat nomor 1 dan 2 pada area teks, lalu berikan tanda centang (V) pada tabel 4 baris pernyataan dengan kolom 'Pernyataan', 'Benar', dan 'Salah'.

Kegiatan 3: Menghubungkan Peristiwa Perjamuan Terakhir dengan Ekaristi Hari Ini

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Lembar Kerja Murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kerjakan tugas mandiri ini dengan tenang dan teliti.
  2. Identifikasi kesesuaian antara peristiwa Perjamuan Terakhir Yesus dan Perayaan Ekaristi di Gereja dengan memasangkan pernyataan.
  3. Tuliskan kesimpulan identifikasi makna roti dan anggur yang kamu pelajari.
  4. Lanjutkan dengan mengisi refleksi diri di akhir pertemuan.

Pertanyaan:

1. Pasangkanlah bagian A dan bagian B dengan tepat:

  1. Roti dipecah-pecahkan Yesus,
  2. Anggur dalam cawan,
  3. Pesan akhir Yesus 'Lakukanlah ini'. Pilihan pasangan: (A) Melambangkan Darah Perjanjian Baru, (B) Menjadi alasan Gereja selalu merayakan Sakramen Ekaristi, (C) Melambangkan Tubuh Yesus yang diserahkan bagi kita.

2. Tuliskan rangkuman singkat dalam 1-2 kalimat: Apa makna utama roti dan anggur dalam Sakramen Ekaristi bagi umat Katolik?

Tuliskan pasangan angka dan huruf pada nomor 1 (contoh: 1-C, 2-A, 3-B), serta tuliskan 1-2 kalimat rangkuman pada kotak kesimpulan yang disediakan.

REFLEKSI

1. Apa arti roti Ekaristi bagi dirimu saat mengikuti misa di Gereja?

2. Bagaimana sikap batinmu ketika melihat imam mengangkat roti dan anggur saat doa syukur agung dalam perayaan Ekaristi?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.