LKPDPertemuan 4Bab 4Fase BSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Peragaan Tata Perayaan Sakramen Baptis dan Nama Baptis

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Peragaan Tata Perayaan Sakramen Baptis dan Nama Baptis". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Peragaan Tata Perayaan Sakramen Baptis dan Nama Baptis

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Peragaan Tata Perayaan Sakramen Baptis dan Nama Baptis

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikPeragaan Tata Perayaan Sakramen Baptis dan Nama Baptis
Alokasi Waktu3 x 35 menit (105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui dramatisasi, murid mampu memperagakan urutan tata perayaan Sakramen Baptis secara sederhana dengan benar.
  2. Melalui kegiatan bercerita, murid mampu menceritakan kisah singkat santo atau santa yang menjadi nama baptisnya sebagai teladan hidup beriman.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk dengan teliti sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan semua kegiatan dengan semangat dan penuh sukacita.
  • Jika ada yang kurang jelas, tanyakan kepada guru atau teman.
  • Siapkan alat tulis, krayon/pensil warna, dan hatimu untuk belajar tentang Sakramen Baptis.
  • Ingat, tidak ada jawaban yang salah jika kamu mengerjakan dengan sungguh-sungguh!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenal Urutan Tata Perayaan Sakramen Baptis

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kartu bergambar tahapan Sakramen Baptis (disediakan guru)
  • Kertas plano/HVS besar
  • Lem atau selotip
  • Spidol atau pensil warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati gambar-gambar tata perayaan Sakramen Baptis yang ditunjukkan guru.
  2. Dengarkan penjelasan guru tentang urutan perayaan Sakramen Baptis.
  3. Bersama kelompokmu (4-5 orang), urutkan kartu-kartu bergambar tahapan Sakramen Baptis.
  4. Tempelkan kartu tersebut di kertas plano sesuai urutan yang benar.
  5. Tuliskan nama setiap tahapan di bawah gambar.

Pertanyaan:

1. Tuliskan urutan tata perayaan Sakramen Baptis yang benar dengan cara mengurutkan nomor 1-7!

Ruang tabel jawaban

2. Apa kata-kata yang diucapkan imam saat membaptis seseorang?

3. Tuliskan 3 lambang atau simbol penting dalam Sakramen Baptis dan artinya!

Ruang tabel jawaban

Gunakan tabel dengan 3 kolom: No. | Urutan Perayaan | Penjelasan Singkat. Untuk soal nomor 3, buat tabel: Lambang | Arti/Makna.

Kegiatan 2: Bermain Peran: Dramatisasi Sakramen Baptis

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Properti sederhana: mangkuk berisi air, kain putih, lilin mainan/kertas berbentuk lilin
  • Syal atau selendang (untuk imam)
  • Boneka atau teman yang berperan sebagai bayi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok beranggotakan 6-8 orang.
  2. Setiap kelompok akan memperagakan tata perayaan Sakramen Baptis sederhana.
  3. Bagikan peran: Imam, Bayi/anak yang dibaptis, Orang tua, Bapak/Ibu Baptis, Umat (2-3 orang).
  4. Gunakan properti sederhana yang sudah disiapkan (mangkuk air, kain putih, lilin mainan).
  5. Latihlah selama 10 menit, lalu tampilkan di depan kelas (5-7 menit per kelompok).
  6. Kelompok lain mengamati dan memberi tanggapan positif.

Pertanyaan:

1. Tuliskan peran yang kamu mainkan dalam dramatisasi ini!

2. Apa yang paling kamu ingat saat memperagakan atau melihat dramatisasi Sakramen Baptis? Ceritakan!

3. Menurutmu, mengapa Sakramen Baptis itu penting bagi orang Katolik?

Tuliskan jawabanmu di kolom yang disediakan. Untuk soal cerita (nomor 2 dan 3), tulislah minimal 3-5 kalimat.

Kegiatan 3: Santo/Santa Pelindungku: Nama Baptisku

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku tulis atau kertas gambar
  • Pensil dan penghapus
  • Krayon atau pensil warna
  • Informasi dari orang tua (tanyakan sebelum pelajaran)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tuliskan nama baptismu di kotak yang tersedia. (Jika kamu belum dibaptis atau non-Katolik, tuliskan nama lengkapmu dan cari tahu artinya).
  2. Tanyakan kepada orang tuamu: mengapa mereka memilih nama santo/santa itu untukmu?
  3. Cari tahu kisah singkat santo/santa pelindungmu dari buku, internet, atau cerita orang tua.
  4. Ceritakan kembali kisah santo/santa tersebut dengan kata-katamu sendiri dalam bentuk tulisan dan gambar.
  5. Bagikan ceritamu di depan kelas atau dalam kelompok kecil (3-4 orang).

Pertanyaan:

1. Siapa nama baptismu? (atau nama lengkapmu jika belum dibaptis)

2. Mengapa orang tuamu memilih nama itu untukmu?

3. Ceritakan kisah singkat santo/santa pelindungmu! Apa yang membuatnya istimewa dan menjadi teladan?

4. Gambarkan santo/santa pelindungmu dan berikan warna yang indah!

Ruang gambar

5. Apa sifat baik dari santo/santa pelindungmu yang ingin kamu tiru dalam hidupmu?

Tuliskan jawabanmu dengan rapi. Untuk cerita, tulislah minimal 5-7 kalimat. Untuk gambar, gunakan seluruh kotak yang disediakan dan warnai dengan indah.

REFLEKSI

1. Apa hal baru yang kamu pelajari tentang Sakramen Baptis hari ini?

2. Bagaimana perasaanmu saat memperagakan atau melihat dramatisasi Sakramen Baptis?

3. Setelah mempelajari kisah santo/santa pelindungmu, apa yang akan kamu lakukan untuk meneladani mereka dalam kehidupan sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.