LKPDPertemuan 10Bab 4Fase BSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Peragaan Sakramen Tobat dan Aksi Nyata Pertobatan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Peragaan Sakramen Tobat dan Aksi Nyata Pertobatan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Peragaan Sakramen Tobat dan Aksi Nyata Pertobatan

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 10

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Peragaan Sakramen Tobat dan Aksi Nyata Pertobatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikPeragaan Sakramen Tobat dan Aksi Nyata Pertobatan
Alokasi Waktu3 x 35 menit (105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui dramatisasi, murid mampu memperagakan tata penerimaan Sakramen Tobat secara sederhana dengan sikap yang tulus dan bertanggung jawab.
  2. Melalui refleksi dan aksi, murid mampu merumuskan satu tindakan nyata sebagai wujud pertobatan dan perbaikan hubungan dengan Allah, sesama, dan diri sendiri.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk dengan seksama sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan semua kegiatan dengan hati yang tulus dan penuh sukacita.
  • Kamu boleh bekerja sendiri atau bersama teman sesuai petunjuk pada setiap kegiatan.
  • Siapkan alat tulis, pensil warna, dan buku catatanmu.
  • Jika ada yang belum jelas, angkat tangan dan tanyakan kepada guru.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenal Tata Cara Sakramen Tobat

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku tulis
  • Pensil/pulpen
  • Gambar atau video Sakramen Tobat (disediakan guru)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati gambar atau video yang ditunjukkan guru tentang Sakramen Tobat.
  2. Baca dengan seksama urutan tata cara Sakramen Tobat di bawah ini.
  3. Cocokkan setiap langkah dengan gambar yang kamu lihat.
  4. Jawab pertanyaan-pertanyaan yang tersedia untuk menguji pemahamanmu.

Pertanyaan:

1. Tuliskan urutan tata cara penerimaan Sakramen Tobat dengan benar! (Ada 7 langkah)

2. Apa yang dimaksud dengan 'absolusi' dalam Sakramen Tobat?

3. Mengapa kita perlu mengucapkan doa tobat sebelum menerima absolusi?

Jawaban nomor 1 ditulis dalam bentuk daftar bernomor 1-7. Jawaban nomor 2 dan 3 ditulis dalam bentuk kalimat lengkap minimal 2 kalimat.

Kegiatan 2: Drama Mini: Aku Menerima Sakramen Tobat

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas untuk naskah drama (jika diperlukan)
  • Properti sederhana (rosario, salib kecil, jubah sederhana - opsional)
  • Ruang kelas sebagai tempat drama

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok beranggotakan 3-4 orang.
  2. Setiap kelompok akan memperagakan tata cara penerimaan Sakramen Tobat secara sederhana.
  3. Tentukan peran: 1 orang sebagai Imam, 1 orang sebagai Petobat (anak yang menerima sakramen), 1-2 orang sebagai narator/pembaca.
  4. Gunakan panduan di Kegiatan 1 untuk membuat naskah drama sederhana.
  5. Latihlah drama kalian selama 10 menit.
  6. Tampilkan drama di depan kelas dengan sikap yang sopan dan sungguh-sungguh.
  7. Setelah penampilan, isi tabel evaluasi.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel persiapan drama kelompokmu!

Ruang tabel jawaban

2. Tuliskan 3 hal yang kamu pelajari dari kegiatan drama ini!

3. Bagaimana perasaanmu saat memperagakan Sakramen Tobat? Apakah kamu melakukannya dengan sikap yang tulus dan bertanggung jawab?

Tabel dibuat dengan 3 kolom (Nama, Peran, Tugas). Jawaban nomor 2 ditulis dalam bentuk daftar bernomor 1-3. Jawaban nomor 3 ditulis dalam bentuk paragraf minimal 3 kalimat yang jujur mengungkapkan perasaan.

Kegiatan 3: Aksi Nyata Pertobatanku

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku tulis atau lembar kerja
  • Pensil dan pensil warna
  • Penggaris
  • Hati yang terbuka dan jujur

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Renungkan: Apakah ada kesalahan yang pernah kamu lakukan kepada Allah, orang tua, teman, atau orang lain?
  2. Pikirkan: Apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki kesalahanmu dan menjadi anak yang lebih baik?
  3. Tuliskan renunganmu dengan jujur di bagian yang disediakan.
  4. Buatlah SATU rencana tindakan nyata yang akan kamu lakukan minggu ini sebagai wujud pertobatanmu.
  5. Hias lembar komitmenmu dengan gambar atau warna yang indah.
  6. Bawalah pulang dan mintalah tanda tangan orang tua setelah kamu melaksanakan tindakan nyata tersebut.

Pertanyaan:

1. Tuliskan satu kesalahan yang pernah kamu lakukan (kepada Allah, orang tua, teman, atau orang lain). Tulislah dengan jujur!

2. Lengkapi tabel rencana aksi nyata pertobatanmu!

Ruang tabel jawaban

3. Buatlah sebuah doa tobat sederhana dengan kata-katamu sendiri! (minimal 3 kalimat)

4. Gambarlah sebuah simbol atau gambar yang menunjukkan pertobatan dan harapanmu untuk menjadi anak yang lebih baik!

Ruang gambar

Jawaban nomor 1 ditulis dalam paragraf 3-5 kalimat dengan jujur. Tabel nomor 2 dibuat dengan 4 kolom. Doa nomor 3 ditulis dalam bentuk doa dengan kalimat lengkap minimal 3 kalimat. Gambar nomor 4 dibuat di kotak yang disediakan dan diberi warna.

REFLEKSI

1. Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini tentang Sakramen Tobat?

2. Bagaimana Sakramen Tobat membantu kita untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama?

3. Apakah kamu merasa lebih siap untuk menerima Sakramen Tobat dengan sungguh-sungguh setelah belajar hari ini? Mengapa?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.