LKPDPertemuan 1Bab 4Fase BSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Mengidentifikasi Sarana Air Suci dan Minyak Krisma serta Maknanya dalam Sakramen Baptis

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Mengidentifikasi Sarana Air Suci dan Minyak Krisma serta Maknanya dalam Sakramen Baptis".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Mengidentifikasi Sarana Air Suci dan Minyak Krisma serta Maknanya dalam Sakramen Baptis

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 4 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengidentifikasi Sarana Air Suci dan Minyak Krisma serta Maknanya dalam Sakramen Baptis

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengidentifikasi Sarana Air Suci dan Minyak Krisma serta Maknanya dalam Sakramen Baptis
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi sarana dan makna dalam Sakramen Baptis sebagai tanda penerimaan rahmat keselamatan Allah

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah secara pribadi sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah setiap petunjuk soal dan teks pengantar dengan saksama.
  • Gunakan pensil atau pulpen untuk mengisi lembar kerja ini dengan rapi.
  • Bekerjasamalah secara tertib saat berdiskusi bersama teman sekelompok.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kegiatan 1: Menemukan Sarana dalam Sakramen Baptis

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil/pulpen)
  • Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik Kelas 3

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati daftar benda dan tindakan seputar perayaan Gereja yang tercantum pada tabel.
  2. Identifikasi mana yang merupakan sarana (simbol/tanda) khusus yang digunakan dalam Sakramen Baptis.
  3. Berikan tanda centang (v) jika termasuk sarana Sakramen Baptis, atau tanda silang (x) jika bukan.
  4. Tuliskan nama sarana tersebut pada kolom yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Manakah di antara pilihan berikut yang merupakan sarana dalam Sakramen Baptis:

  1. Air Suci,
  2. Lilin Bernyala,
  3. Minyak Krisma,
  4. Daun Palem,
  5. Abu? Beri tanda centang (v) pada sarana Baptis dan silang (x) pada yang bukan.
Ruang tabel jawaban

2. Sebutkan 2 sarana utama berupa zat cair yang dituangkan atau dioleskan oleh imam kepada orang yang dibaptis berdasarkan tabel di atas!

Format tabel 3 kolom: No (1-5), Nama Benda/Sarana, Tanda (v/x). Di bawah tabel tersedia 2 baris titik-titik untuk menuliskan 2 sarana utama berbentuk zat cair.

Kegiatan 2: Kegiatan 2: Menghubungkan Sarana Baptis dengan Maknanya

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kartu sarana Baptis pada kolom kiri dan kartu makna rahmat pada kolom kanan.
  2. Tariklah garis lurus untuk memasangkan sarana Sakramen Baptis dengan makna tanda penerimaan rahmat keselamatan yang tepat.
  3. Periksa kembali pasangan jawabanmu secara cermat.

Pertanyaan:

1. Pasangkan sarana Sakramen Baptis berikut dengan maknanya yang tepat:

  1. Air Suci
  2. Minyak Krisma
  3. Lilin Bernyala

Pilihan Makna Rahmat:

  1. Lambang terang Kristus yang menuntun hidup beriman
    1. Lambang pembersihan dan penyucian dari segala dosa serta anugerah hidup baru
    2. Lambang pengurapan Roh Kudus yang menguduskan dan menguatkan orang beriman

2. Lengkapilah kalimat rumpang ini untuk mengidentifikasi makna sarana: 'Ketika kening seseorang dituangi ... sebanyak tiga kali dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, maknanya orang tersebut telah dibersihkan dari dosa dan dipersatukan dengan Kristus.'

Tersedia diagram menjodohkan dua kolom (Kolom Sarana di sebelah kiri dan Kolom Makna di sebelah kanan) serta 1 baris kosong untuk melengkapi kalimat rumpang.

Kegiatan 3: Kegiatan 3: Mengidentifikasi Sarana Baptis dalam Perayaan Nyata

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks narasi bacaan
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Duduklah berpasangan dengan teman sebangkumu.
  2. Bacalah narasi singkat tentang perayaan penerimaan Sakramen Baptis berikut: 'Hari Minggu ini, adik Maria menerima Sakramen Baptis di gereja. Pastor menuangkan air suci ke atas kepala adik Maria sambil mengucapkan doa pembaptisan. Setelah itu, kening adik Maria diurapi dengan minyak krisma yang harum baunya. Orang tua adik Maria juga menerima lilin bernyala dari lilin Paskah sebagai tanda terang Kristus.'
  3. Identifikasi sarana yang tampak dan makna tanda rahmat Allah yang diterima dalam peristiwa tersebut dengan menjawab pertanyaan.
  4. Selesaikan kegiatan ini dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan refleksi dan mendengarkan penutup guru.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi bacaan, sarana apa yang dioleskan pada kening adik Maria dan apa makna rahmat dari sarana wangi tersebut bagi orang yang dibaptis?

2. Identifikasi 3 sarana keselamatan yang digunakan pastor dalam cerita di atas serta makna keselamatan secara umum yang diterima oleh orang yang dibaptis!

Kolom uraian teks bergaris untuk jawaban nomor 1, dan kotak tabel identifikasi 3 sarana beserta maknanya untuk hasil diskusi nomor 2.

REFLEKSI

1. Sarana Sakramen Baptis apa saja yang paling kamu ingat setelah belajar hari ini?

2. Bagaimana perasaanmu mengetahui bahwa air suci dan minyak krisma merupakan tanda kasih Allah yang membersihkan dan menguduskan hidupmu?

3. Sikap baik apa yang ingin kamu tunjukkan hari ini sebagai anak Allah yang sudah menerima rahmat baptis?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.