LKPDPertemuan 6Bab 3Fase BSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Yesus Mengampuni: Perumpamaan Anak yang Hilang dan Kasih Pengampunan Allah

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Yesus Mengampuni: Perumpamaan Anak yang Hilang dan Kasih Pengampunan Allah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Yesus Mengampuni: Perumpamaan Anak yang Hilang dan Kasih Pengampunan Allah

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Yesus Mengampuni: Perumpamaan Anak yang Hilang dan Kasih Pengampunan Allah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikYesus Mengampuni: Perumpamaan Anak yang Hilang dan Kasih Pengampunan Allah
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pembacaan Kitab Suci dan bercerita, murid mampu menjelaskan pesan utama perumpamaan anak yang hilang sebagai gambaran kasih pengampunan Allah kepada manusia.
  2. Melalui tanya jawab dan penugasan, murid mampu menghubungkan tindakan Yesus mengampuni dengan sakramen tobat sebagai sarana pengampunan dosa dalam Gereja Katolik.

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah terlebih dahulu sebelum mulai mengerjakan LKPD ini.
  • Bacalah setiap petunjuk dengan teliti sebelum menjawab.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan dari Kegiatan 1, 2, lalu 3.
  • Tuliskan namamu dengan jelas di bagian atas LKPD.
  • Boleh berdiskusi dengan teman, tetapi jawablah dengan kata-katamu sendiri.
  • Jika ada yang tidak dimengerti, tanyakan kepada gurumu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aku Membaca dan Memahami Kisah Anak yang Hilang

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks cerita Lukas 15:11-32 dari buku siswa atau lembar cerita
  • Gambar urutan kisah anak yang hilang (disiapkan guru)
  • Pensil atau pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Dengarkan gurumu membacakan kisah anak yang hilang dari Lukas 15:11-32, atau bacalah sendiri teks yang ada di buku siswa.
  2. Amati gambar-gambar yang menunjukkan urutan cerita yang disediakan gurumu.
  3. Setelah membaca dan mengamati, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
  4. Tuliskan jawabanmu di ruang yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Siapa saja tokoh-tokoh dalam cerita anak yang hilang? Tuliskan nama atau sebutan mereka!

2. Urutkan kejadian dalam cerita dengan memberi nomor 1-5 pada kotak di samping kalimat berikut:
[ ] Ayah menyambut anaknya dengan pesta dan pelukan hangat.
[ ] Anak bungsu meminta warisan lalu pergi ke negeri jauh.
[ ] Anak bungsu menyesal dan memutuskan pulang ke rumah ayahnya.
[ ] Anak bungsu memboroskan semua uangnya dan menjadi miskin.
[ ] Anak bungsu bekerja menjaga babi karena sangat lapar.

3. Lengkapi tabel berikut berdasarkan cerita yang sudah kamu baca!

TokohApa yang dilakukan?Apa yang dirasakan?
Anak bungsu......
Ayah......
Anak sulung......

4. Menurutmu, mengapa ayah dalam cerita ini langsung memaafkan anaknya yang bungsu? Tuliskan pendapatmu!

Tulis jawaban nomor 1 dan 4 dalam bentuk kalimat pendek. Untuk nomor 2, tuliskan angka urutan di dalam kotak. Untuk nomor 3, lengkapi tabel 3 kolom (Tokoh, Apa yang dilakukan, Apa yang dirasakan).

Kegiatan 2: Aku Menghubungkan Cerita dengan Hidupku dan Sakramen Tobat

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Penggaris untuk menarik garis (nomor 2)
  • Pensil warna (opsional, untuk mewarnai garis hubung)
  • Pensil atau pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kembali pesan penting dari Kegiatan 1 tentang kasih pengampunan Allah.
  2. Sekarang kita akan berpikir lebih jauh: bagaimana cara kita meminta ampun kepada Tuhan?
  3. Bacalah penjelasan singkat tentang Sakramen Tobat yang ada di kotak informasi berikut: ╔══════════════════════════════════════╗ ║ APA ITU SAKRAMEN TOBAT? ║ ║ Sakramen Tobat adalah cara kita ║ ║ menerima pengampunan Allah melalui ║ ║ Gereja Katolik. Seperti anak bungsu ║ ║ yang pulang dan meminta maaf kepada ║ ║ ayahnya, kita juga mengaku dosa ║ ║ kepada imam. Tuhan mengampuni kita ║ ║ melalui imam dalam sakramen ini. ║ ╚══════════════════════════════════════╝
  4. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jujur dan penuh semangat!

Pertanyaan:

1. Perhatikan dua gambar ini:
🧒 Anak bungsu berlutut di depan ayahnya dan berkata: 'Ayah, aku telah berdosa!'
⛪ Seorang anak berlutut di depan imam dalam Sakramen Tobat.

Apa persamaan antara kedua gambar tersebut? Tuliskan paling sedikit 2 persamaan!

2. Hubungkan (tarik garis) langkah-langkah tobat anak bungsu dengan langkah-langkah Sakramen Tobat yang memiliki arti sama!

Langkah Anak Bungsu Langkah Sakramen Tobat
★ Menyesali perbuatannya • • Mengaku dosa kepada imam
★ Memutuskan untuk pulang • • Menerima pengampunan dari imam
★ Berkata 'Aku telah berdosa' • • Berjanji tidak akan berbuat dosa lagi
★ Diterima dan diampuni ayah • • Merasakan penyesalan dalam hati

Ruang gambar

3. Diskusikan bersama 1-2 temanmu: Mengapa Yesus memberikan Sakramen Tobat kepada kita? Apa yang kamu rasakan setelah tahu bahwa Tuhan selalu siap mengampuni kita?

Tuliskan hasil diskusimu di sini:

Jawaban nomor 1 ditulis dalam bentuk poin-poin. Nomor 2 digambarkan dengan menarik garis penghubung. Nomor 3 ditulis hasil diskusi minimal 3 kalimat dalam kotak yang tersedia.

Kegiatan 3: Aku Bertindak: Surat Cintaku untuk Tuhan

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil warna atau krayon untuk menghiasi surat
  • Pensil atau pulpen
  • Stiker bintang atau stempel (opsional, untuk dekorasi surat)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pada kegiatan ini, kamu akan membuat sebuah 'Surat Cinta untuk Tuhan' sebagai wujud pertobatanmu.
  2. Pikirkan satu kesalahan atau sikap yang ingin kamu perbaiki (tidak perlu ditulis detail jika tidak mau, cukup ungkapkan penyesalanmu).
  3. Tuliskan suratmu di dalam bingkai surat yang tersedia. Surat boleh berisi: rasa syukurmu atas kasih Allah, penyesalanmu, dan janjimu untuk berubah.
  4. Hiasi suratmu dengan gambar atau warna agar lebih indah!
  5. Setelah selesai, bacakan suratmu dalam hati sebagai doamu kepada Tuhan.

Pertanyaan:

1. Sebelum menulis surat, jawab dulu pertanyaan pembuka ini:
Dalam cerita anak yang hilang, pesan utama yang ingin Yesus sampaikan kepada kita adalah...

2. Tuliskan 'Surat Cintaku untuk Tuhan' di dalam bingkai berikut!

┌─────────────────────────────────────┐
│ Kepada Tuhan Yesus yang Kukasihi, │
│ │
│ Aku bersyukur karena... │
│ _________________________________ │
│ │
│ Aku menyesal karena... │
│ _________________________________ │
│ │
│ Aku berjanji akan... │
│ _________________________________ │
│ │
│ Dengan penuh kasih, │
│ _______________ (namamu) │
└─────────────────────────────────────┘

Ruang gambar

3. Ceritakan kepada temanmu (boleh 1 kalimat saja): Apa satu hal yang akan kamu lakukan minggu ini sebagai tanda bahwa kamu sungguh mau berubah?

Nomor 1 ditulis satu atau dua kalimat di tempat yang tersedia. Nomor 2 ditulis di dalam bingkai surat dengan format panduan yang sudah ada, dan boleh dihiasi gambar. Nomor 3 disampaikan secara lisan kepada teman sebangku.

REFLEKSI

1. Dari cerita anak yang hilang, apa satu hal baru yang kamu pelajari tentang kasih Allah hari ini?

2. Pernahkah kamu merasa takut minta maaf kepada seseorang? Setelah belajar tentang kasih Allah yang selalu mengampuni, apa yang kamu rasakan sekarang?

3. Bagaimana Sakramen Tobat membantumu untuk kembali dekat dengan Tuhan, seperti anak bungsu yang kembali kepada ayahnya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.