LKPDPertemuan 4Bab 3Fase BSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Menunjukkan Pewartaan Kerajaan Allah melalui Ajaran dan Perkataan Yesus tentang Sikap Saling Mengampuni

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Menunjukkan Pewartaan Kerajaan Allah melalui Ajaran dan Perkataan Yesus tentang Sikap Saling Mengampuni".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Menunjukkan Pewartaan Kerajaan Allah melalui Ajaran dan Perkataan Yesus tentang Sikap Saling Mengampuni

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 3 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menunjukkan Pewartaan Kerajaan Allah melalui Ajaran dan Perkataan Yesus tentang Sikap Saling Mengampuni

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenunjukkan Pewartaan Kerajaan Allah melalui Ajaran dan Perkataan Yesus tentang Sikap Saling Mengampuni
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menunjukkan pewartaan Kerajaan Allah melalui perkataan Yesus tentang sikap saling mengampuni

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah secara singkat sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah setiap teks kutipan dan instruksi dengan teliti.
  • Kerjakan tugas secara mandiri atau bersama teman sesuai arahan gurumu.
  • Gunakan alat tulis yang rapi untuk mencatat atau memberi tanda jawaban.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Sabda Yesus tentang Pengampunan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penghapus
  • Kutipan teks Matius 18:21-22 pada lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kutipan percakapan Petrus dan Yesus dalam Injil Matius 18:21-22 berikut: Petrus bertanya: 'Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?' Yesus berkata kepadanya: 'Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.'
  2. Perhatikan pernyataan pada pertanyaan nomor 1, lalu tunjukkan manakah perkataan Yesus yang tepat dengan memberi tanda centang (V).
  3. Jawablah pertanyaan nomor 2 untuk menunjukkan arti dari perkataan Yesus tersebut.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kutipan Matius 18:21-22, manakah perkataan Yesus mengenai berapa kali kita harus mengampuni orang yang bersalah? Berilah tanda centang (V) pada satu kotak pernyataan yang tepat:
[ ] A. 'Sampai tujuh kali saja.'
[ ] B. 'Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.'
[ ] C. 'Tidak perlu mengampuni orang yang bersalah.'

2. Tunjukkanlah makna perkataan Yesus 'tujuh puluh kali tujuh kali' dengan memilih salah satu jawaban yang benar: Apakah artinya mengampuni dihitung sampai 490 kali, atau mengampuni tanpa batas (selalu mau memaafkan)? Tuliskan jawabanmu!

Kotak centang pilihan ganda untuk nomor 1 dan baris isian singkat (1-2 baris) untuk nomor 2.

Kegiatan 2: Menunjukkan Sikap Mengampuni dalam Ajaran Doa Bapa Kami

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah penggalan Doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus dalam Injil Matius 6:12: '...dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni orang yang bersalah kepada kami...'
  2. Perhatikan 3 (tiga) situasi pergaulan sehari-hari yang disajikan pada tabel.
  3. Tunjukkan sikap yang sesuai atau tidak sesuai dengan perkataan Yesus tentang saling mengampuni tersebut dengan menuliskan kata 'Sesuai' atau 'Tidak Sesuai' pada kolom yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel berikut dengan menunjukkan apakah tindakan pada tiap situasi 'Sesuai' atau 'Tidak Sesuai' dengan perkataan Yesus dalam Doa Bapa Kami:

  1. Situasi A: Lukas tidak sengaja menjatuhkan tempat pensil Daniel sampai berhamburan. Lukas meminta maaf, dan Daniel memaafkannya sambil tersenyum.
  2. Situasi B: Maria diejek oleh temannya saat bermain. Maria membalas dengan mengejek temannya kembali dan berjanji tidak akan menyapanya lagi.
  3. Situasi C: Yohanes dipinjamkan buku oleh Markus, tetapi bukunya sedikit terlipat. Yohanes menerima permohonan maaf Markus dan mereka tetap berteman baik.
Ruang tabel jawaban

Tabel 3 baris berisi kolom No, Cerita Situasi, dan Kolom Pilihan (Sesuai / Tidak Sesuai).

Kegiatan 3: Menunjukkan Ciri Kerajaan Allah melalui Ajaran Saling Mengampuni

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Yesus mewartakan Kerajaan Allah sebagai suasana hidup yang penuh damai, kasih, sukacita, dan persaudaraan.
  2. Diskusikan bersama teman sebangkumu mengenai hubungan antara perkataan Yesus tentang mengampuni dengan hadirnya suasana Kerajaan Allah.
  3. Tunjukkan bukti hadirnya Kerajaan Allah dengan menjawab dua pertanyaan berikut.

Pertanyaan:

1. Tunjukkanlah suasana apa yang tercipta di dalam kelas atau keluarga jika setiap orang mendengarkan perkataan Yesus untuk saling mengampuni saat terjadi pertengkaran! (Pilihlah dua kata yang tepat: damai, benci, rukun, dendam)

2. Ketika kita saling mengampuni seperti yang diajarkan Yesus, hal itu menunjukkan bahwa Kerajaan Allah sedang hadir di tengah-tengah kita. Mengapa demikian? Tunjukkan alasanmu secara singkat!

Kolom isian singkat untuk nomor 1 dan 3 baris bergaris untuk nomor 2.

REFLEKSI

1. Apakah kamu pernah mendengar atau membaca perkataan Yesus tentang saling mengampuni sebelumnya?

2. Ketika ada teman yang meminta maaf kepadamu, perkataan Yesus mana yang mengingatkanmu untuk mau memaafkannya?

3. Bagaimana perasaanmu setelah belajar bahwa saling memaafkan itu membawa damai dan menghadirkan Kerajaan Allah?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.