LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Yesus Lahir di Kandang Betlehem: Makna Kesederhanaan
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Yesus Lahir di Kandang Betlehem: Makna Kesederhanaan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Yesus Lahir di Kandang Betlehem: Makna Kesederhanaan
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 1
Bab 4 - Pertemuan 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Yesus Lahir di Kandang Betlehem: Makna Kesederhanaan INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Ayo Amati Gambar Palungan!Estimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Di mana bayi Yesus dibaringkan? 2. Siapa saja yang ada di dekat bayi Yesus dalam gambar? Sebutkan 2 orang atau makhluk yang kamu lihat! 3. Menurutmu, apakah tempat lahirnya Yesus mewah atau sederhana? Berilah tanda ✓ pada kotak yang tepat, lalu tuliskan alasanmu! [ ] Mewah [ ] Sederhana Alasanku: _______________ 4. Lihat tabel berikut. Pasangkan dengan menggambar garis dari kolom TEMPAT MEWAH ke kolom TEMPAT SEDERHANA: TEMPAT MEWAH: Istana | TEMPAT SEDERHANA: Kandang Yesus memilih lahir di tempat yang ... (mewah / sederhana). Ini berarti Yesus datang untuk semua orang, baik yang ... maupun yang ... Ruang tabel jawaban Tulis jawabanmu pada garis yang tersedia. Untuk soal nomor 3, beri tanda ✓ pada kotak pilihan dan tulis alasan singkat. Untuk soal nomor 4, gambar garis penghubung pada tabel yang tersedia. Kegiatan 2: Ayo Berdiskusi Bersama Teman!Estimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Bayangkan kamu adalah seorang gembala yang miskin. Bagaimana perasaanmu saat mendengar kabar bahwa Yesus, Juru Selamat, lahir di kandang yang sederhana seperti tempatmu bekerja? 2. Mengapa Yesus memilih lahir di kandang yang sederhana, bukan di istana yang mewah? Tuliskan pendapat kelompokmu! 3. Lengkapi kalimat berikut bersama teman kelompokmu: Tulis hasil diskusi kelompokmu pada kotak jawaban yang tersedia. Boleh ditulis oleh salah satu anggota kelompok. Tulis nama semua anggota kelompok di bagian atas kotak. Kegiatan 3: Ayo Mewarnai Bayi Yesus di Palungan!Estimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Setelah kamu mewarnai gambar bayi Yesus, tuliskan bagaimana perasaanmu merayakan kelahiran Yesus Sang Juru Selamat? 2. Tuliskan satu kalimat doa atau ucapan selamat untuk bayi Yesus di kotak di bawah gambar mewarnai. Contoh: 'Selamat datang, Yesus! Aku mencintai-Mu!' Ruang gambar 3. Apa satu hal yang ingin kamu lakukan untuk menunjukkan bahwa kamu gembira karena Yesus sudah lahir? (Contoh: berbagi makanan, meminjamkan pensil kepada teman) Gambar bayi Yesus di palungan diwarnai langsung pada lembar LKPD. Kalimat doa/ucapan selamat ditulis di dalam kotak bergaris di bawah gambar. Jawaban pertanyaan nomor 1 dan 3 ditulis pada garis yang tersedia. REFLEKSI1. Yesus lahir di tempat yang sederhana. Apakah kamu pernah merasa bahwa kamu tidak penting karena kamu tidak punya banyak barang atau mainan? Sekarang kamu tahu bahwa Yesus datang untukmu juga! 2. Apa yang bisa kamu lakukan minggu ini untuk menunjukkan kasih kepada teman yang mungkin merasa kesepian atau kekurangan? 3. Bagaimana perasaanmu setelah belajar bahwa Yesus, Juru Selamat dunia, memilih lahir di kandang yang sederhana? Ceritakan kepada orang tuamu di rumah! |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.