LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Presentasi Produk dan Asesmen Sumatif: Menjadi Pribadi yang Dapat Dipercaya serta Terhindar dari Riba
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 8 dengan topik "Presentasi Produk dan Asesmen Sumatif: Menjadi Pribadi yang Dapat Dipercaya serta Terhindar dari Riba". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Presentasi Produk dan Asesmen Sumatif: Menjadi Pribadi yang Dapat Dipercaya serta Terhindar dari Riba
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 8
Bab 9 - Pertemuan 4
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D) Topik: Presentasi Produk dan Asesmen Sumatif: Menjadi Pribadi yang Dapat Dipercaya serta Terhindar dari Riba INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Presentasi Produk: Paparan Konsep Fikih MuamalahEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tuliskan 3 poin utama yang paling berkesan dari presentasi kelompok kalian sendiri! 2. Dari presentasi kelompok lain, tuliskan 2 informasi baru yang kalian dapatkan dan belum ada dalam paparan kelompok kalian! 3. Berikan penilaian untuk kelompok kalian sendiri: apa kelebihan dan apa yang masih perlu diperbaiki dalam penyajian paparan? Tulis jawaban dalam bentuk uraian, 3-5 kalimat per pertanyaan. Kegiatan 2: Asesmen Sumatif: Pemahaman Konsep Fikih MuamalahEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Jelaskan pengertian riba menurut fikih muamalah dan sebutkan 2 contoh transaksi yang mengandung riba dalam kehidupan sehari-hari! 2. Lengkapi tabel berikut tentang rukun jual beli! Ruang tabel jawaban 3. Seorang teman meminjam uang kepada kalian sebesar Rp50.000 untuk membeli buku pelajaran. Ia berjanji akan mengembalikan Rp60.000 minggu depan sebagai ucapan terima kasih. Apakah transaksi ini diperbolehkan dalam Islam? Jelaskan alasannya! 4. Sebutkan 3 syarat sah jual beli menurut ketentuan fikih muamalah! 5. Mengapa sikap amanah (dapat dipercaya) sangat penting dalam bermuamalah? Berikan 2 contoh penerapan sikap amanah dalam jual beli atau hutang piutang! Tulis jawaban di lembar jawaban yang disediakan. Untuk soal tabel, buat 4 baris dan 3 kolom (Rukun | Penjelasan | Contoh). Kegiatan 3: Komitmen Akhlak: Menjadi Pribadi Amanah dalam BermuamalahEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Ceritakan 1 pengalaman kalian yang menunjukkan sikap amanah (atau sebaliknya, kurang amanah) dalam bermuamalah! Apa pelajaran yang kalian ambil? 2. Tuliskan 3 tindakan konkret yang akan kalian lakukan mulai sekarang untuk menjadi pribadi yang lebih amanah dalam bermuamalah! 3. Gambarkan simbol atau buat quote motivasi yang merepresentasikan komitmen kalian untuk terhindar dari riba dan menjadi pribadi yang dapat dipercaya! Ruang gambar Tulis jawaban dalam bentuk uraian 5-7 kalimat untuk soal 1 dan 2. Untuk soal 3, buatlah gambar atau tulisan quote di kotak yang disediakan (ukuran minimal 10x10 cm). REFLEKSI1. Setelah mengikuti presentasi dan asesmen hari ini, apa pemahaman baru yang paling bermakna bagi kalian tentang muamalah dalam Islam? 2. Bagaimana materi tentang riba, jual beli, dan hutang piutang ini akan mengubah cara kalian bertransaksi dalam kehidupan sehari-hari? 3. Tantangan apa yang mungkin kalian hadapi dalam menerapkan sikap amanah dan menghindari riba di era modern? Bagaimana kalian akan mengatasinya? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.