LKPDPertemuan 3Bab 7Fase CSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Meyakini Iman kepada Qada' dan Qadar melalui Sikap Sabar, Ikhtiar, dan Tawakal

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Meyakini Iman kepada Qada' dan Qadar melalui Sikap Sabar, Ikhtiar, dan Tawakal".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Meyakini Iman kepada Qada' dan Qadar melalui Sikap Sabar, Ikhtiar, dan Tawakal

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 7 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Meyakini Iman kepada Qada' dan Qadar melalui Sikap Sabar, Ikhtiar, dan Tawakal

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMeyakini Iman kepada Qada' dan Qadar melalui Sikap Sabar, Ikhtiar, dan Tawakal
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Meyakini iman kepada qada’ dan qadar melalui sikap sabar, ikhtiar, dan tawakal

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah doa sebelum memulai mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKPD).
  • Tuliskan identitas nama dan nomor absen pada lembar yang telah disediakan.
  • Cermati setiap instruksi cerita, studi kasus, dan pertanyaan sebelum menuliskan jawaban.
  • Kerjakan secara jujur dan bersungguh-sungguh dengan menghubungkan keyakinan terhadap takdir Allah Swt. melalui sikap ikhtiar, sabar, dan tawakal.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenal Cermin Keyakinan Takdir dalam Peristiwa

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa PAI Kelas 6
  • Alat tulis (pena/pensil)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah 3 cuplikan peristiwa kehidupan sehari-hari pada tabel di bawah ini.
  2. Tentukan sikap yang mencerminkan keyakinan kepada takdir Allah Swt. (pilihan sikap: Ikhtiar, Sabar, atau Tawakal).
  3. Tuliskan alasan mengapa sikap tersebut membuktikan keyakinan seseorang terhadap qada' dan qadar Allah Swt.

Pertanyaan:

1. Peristiwa 1: Ahmad telah giat belajar setiap malam dan berdoa sungguh-sungguh untuk ujian semester. Saat hari pengumuman tiba, Ahmad memasrahkan ketetapan nilainya kepada keputusan terbaik dari Allah Swt. Sikap apakah yang ditunjukkan Ahmad dan mengapa sikap tersebut mencerminkan iman kepada takdir?

Ruang tabel jawaban

2. Peristiwa 2: Salma ingin menjadi juara lomba membaca Al-Qur'an tingkat kecamatan. Ia mengatur jadwal latihan vokal dan tajwid setiap sore secara teratur bersama gurunya. Sikap apakah yang ditunjukkan Salma dan mengapa sikap tersebut mencerminkan iman kepada takdir?

Ruang tabel jawaban

3. Peristiwa 3: Sepeda Hasan rusak akibat tertimpa dahan pohon yang patah saat hujan lebat. Hasan tidak mengeluh ataupun marah, melainkan mengucap kalimat istirja (innalillahi...) dan menerima ketetapan ini dengan lapang dada. Sikap apakah yang ditunjukkan Hasan dan mengapa sikap tersebut mencerminkan iman kepada takdir?

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 baris berisi kolom: [Nomor Peristiwa] | [Pilihan Sikap: Sabar / Ikhtiar / Tawakal] | [Alasan Mengapa Mencerminkan Keyakinan Takdir].

Kegiatan 2: Menelaah Respon Hati Beriman Melalui Studi Kasus

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Buku Siswa PAI Kelas 6 Bab 7

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi kasus tentang perjuangan tim cerdas cermat SD Harapan Bangsa berikut.
  2. Diskusikan bersama teman sebangku mengenai wujud keyakinan qada' dan qadar pada tahapan usaha, penyerahan diri, dan hasil.
  3. Jawablah pertanyaan analisis yang disediakan dengan runtut.

Pertanyaan:

1. Kisah: Tim Cerdas Cermat telah berlatih berbulan-bulan (ikhtiar) dan berdoa sebelum lomba dimulai. Namun di babak final, tim meraih juara kedua, bukan juara pertama seperti yang diharapkan. Jelaskan bagaimana sikap tawakal dan sabar menunjukkan bahwa seseorang benar-benar meyakini qada' dan qadar Allah Swt. dalam kejadian tersebut!

2. Seseorang berkata: 'Jika segala sesuatu sudah ditentukan dalam takdir Allah sejak zaman azali, maka kita cukup diam saja di rumah tanpa perlu belajar atau bekerja.' Kemukakan pendapatmu mengapa ucapan tersebut keliru menurut keyakinan terhadap qada' dan qadar!

Kolom jawaban uraian bergaris (minimal 3-4 kalimat per nomor).

Kegiatan 3: Bagan Alur Keyakinan: Ikhtiar, Doa, Tawakal, dan Sabar

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Penggaris/pensil warna (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lengkapi bagan keterkaitan antara Ikhtiar, Tawakal, dan Sabar dalam menjalani takdir Allah Swt.
  2. Tuliskan ikrar atau komitmen pribadimu dalam meyakini qada' dan qadar saat menghadapi cita-cita dan ujian hidup.
  3. Kerjakan bagian refleksi dan penutup bersama guru.

Pertanyaan:

1. Isilah kotak alur berikut: Sebelum hasil terjadi kita wajib melakukan [A] dan berdoa, saat menanti hasil kita bersikap [B], dan apabila hasil ketetapan Allah sudah terjadi kita bersikap [C] jika berhasil atau bersikap [D] jika menemui kegagalan!

2. Tuliskan 1 kalimat komitmen pribadimu yang menunjukkan keyakinan kepada takdir Allah Swt. melalui sikap ikhtiar, tawakal, dan sabar dalam belajar!

Diagram alur berkotak untuk nomor 1 dan kotak teks komitmen personal berbingkai untuk nomor 2.

REFLEKSI

1. Setelah mempelajari materi ini, bagaimana caramu menenangkan hati ketika rencana yang sudah kamu susun tidak berjalan sesuai harapan?

2. Sikap manakah di antara ikhtiar, sabar, dan tawakal yang menurutmu masih perlu kamu tingkatkan dalam kehidupan sehari-hari? Berikan alasannya!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.