LKPDPertemuan 1Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Makna Asmaulhusna: Al-Gaffār dan Al-Afuw

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Makna Asmaulhusna: Al-Gaffār dan Al-Afuw". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Makna Asmaulhusna: Al-Gaffār dan Al-Afuw

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Makna Asmaulhusna: Al-Gaffār dan Al-Afuw

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMakna Asmaulhusna: Al-Gaffār dan Al-Afuw
Alokasi Waktu70 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan arti Al-Gaffār (Maha Pengampun) dan Al-Afuw (Maha Pemaaf) sebagai bagian dari Asmaulhusna dengan benar.
  2. Murid dapat menjelaskan perbedaan makna Al-Gaffār dan Al-Afuw serta memberikan contoh penerapan keyakinan terhadap kedua sifat Allah tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan seksama sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan secara jujur dan berurutan dari kegiatan 1 sampai 3.
  • Tuliskan jawabanmu dengan rapi dan lengkap di tempat yang disediakan.
  • Jika ada yang kurang jelas, tanyakan kepada guru dengan sopan.
  • Kerjakan dengan hati tenang dan penuh kesadaran bahwa kita sedang belajar tentang sifat-sifat Allah yang Maha Agung.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Makna Al-Gaffār dan Al-Afuw

Estimasi: 25 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan cerita singkat yang akan dibacakan guru atau bacalah dengan saksama.
  2. Cermati kata-kata kunci yang berhubungan dengan pengampunan dan pemaafan.
  3. Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah berdasarkan pemahamanmu sendiri.
  4. Diskusikan jawabanmu dengan teman sebangku sebelum menulis jawaban akhir.

Pertanyaan:

1. Tuliskan arti dari Asmaul Husna Al-Gaffār dalam bahasa Indonesia!

2. Tuliskan arti dari Asmaul Husna Al-Afuw dalam bahasa Indonesia!

3. Al-Gaffār berasal dari kata 'gafara' yang artinya 'menutup'. Menurutmu, apa yang ditutup oleh Allah Swt. ketika Dia mengampuni hamba-Nya? Jelaskan dengan kalimatmu sendiri!

4. Pernahkah kamu berbuat salah lalu meminta maaf kepada temanmu dan dia memaafkanmu? Ceritakan pengalamanmu tersebut secara singkat! Apa yang kamu rasakan saat dimaafkan?

Untuk nomor 1-2: Tulis jawaban singkat di garis yang disediakan (1-3 kata). Untuk nomor 3-4: Tulis jawaban dalam bentuk paragraf singkat (3-5 kalimat) di kotak yang tersedia.

Kegiatan 2: Membedakan Al-Gaffār dan Al-Afuw

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku siswa halaman 36-38
  • Pensil dan penghapus
  • Spidol warna (opsional untuk mewarnai tabel)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah penjelasan singkat tentang perbedaan Al-Gaffār dan Al-Afuw dari buku siswa atau yang dijelaskan guru.
  2. Lengkapi tabel perbandingan di bawah dengan cermat.
  3. Pikirkan contoh nyata dari kehidupanmu untuk setiap aspek.
  4. Diskusikan hasil tabelmu dengan kelompok kecil (3-4 orang) untuk saling melengkapi.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel perbandingan berikut untuk memahami perbedaan makna Al-Gaffār dan Al-Afuw!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan pemahamanmu, mengapa Allah memiliki dua sifat ini (Al-Gaffār dan Al-Afuw) padahal keduanya berkaitan dengan pengampunan? Apa hikmahnya bagi kita sebagai hamba-Nya?

Untuk nomor 1: Gambar tabel dengan 3 kolom (Aspek, Al-Gaffār, Al-Afuw) dan minimal 4 baris aspek pembanding. Tulis jawaban di setiap sel tabel dengan lengkap. Untuk nomor 2: Tulis jawaban dalam bentuk paragraf (5-7 kalimat) di kotak yang tersedia.

Kegiatan 3: Menerapkan Keyakinan pada Al-Gaffār dan Al-Afuw dalam Kehidupan

Estimasi: 20 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah skenario-skenario kehidupan sehari-hari yang disajikan.
  2. Pikirkan bagaimana keyakinan terhadap sifat Al-Gaffār dan Al-Afuw dapat diterapkan dalam situasi tersebut.
  3. Tuliskan contoh penerapan konkret dengan bahasa yang jelas.
  4. Buatlah komitmen pribadi di bagian akhir kegiatan ini.

Pertanyaan:

1. Siti telah berbohong kepada ibunya dan merasa sangat bersalah. Dia takut ibunya tidak akan memaafkannya. Bagaimana keyakinan Siti terhadap Al-Gaffār dan Al-Afuw dapat membantunya? Apa yang sebaiknya Siti lakukan?

2. Ahmad sering mengejek temannya yang melakukan kesalahan kecil. Bagaimana pemahaman tentang Al-Gaffār dan Al-Afuw seharusnya mengubah sikap Ahmad?

3. Buatlah daftar 3 contoh konkret penerapan keyakinan pada Al-Gaffār dan Al-Afuw yang bisa kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari mulai hari ini!

4. Komitmen Pribadi: Tuliskan satu komitmen konkret yang akan kamu lakukan minggu ini sebagai wujud keyakinanmu terhadap Al-Gaffār dan Al-Afuw!

Untuk nomor 1-2: Tulis jawaban dalam bentuk paragraf (4-6 kalimat) di kotak yang tersedia. Untuk nomor 3: Buat daftar bernomor (1, 2, 3) dengan setiap poin berisi 1-2 kalimat. Untuk nomor 4: Tulis 1 kalimat komitmen yang jelas dan spesifik di kotak khusus yang disediakan.

REFLEKSI

1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang Al-Gaffār dan Al-Afuw?

2. Bagaimana pemahamanmu tentang sifat Allah ini mengubah cara pandangmu terhadap kesalahan yang kamu atau orang lain lakukan?

3. Apa tantangan terbesar yang mungkin kamu hadapi dalam menerapkan sikap pemaaf seperti sifat Al-Afuw dalam kehidupan sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.