LKPDPertemuan 1Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Menjelaskan Arti dan Meyakini Asmaulhusna al-Gaffār dan al-‘Afuw melalui Sikap Memohon Ampunan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Menjelaskan Arti dan Meyakini Asmaulhusna al-Gaffār dan al-‘Afuw melalui Sikap Memohon Ampunan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Menjelaskan Arti dan Meyakini Asmaulhusna al-Gaffār dan al-‘Afuw melalui Sikap Memohon Ampunan

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 2 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menjelaskan Arti dan Meyakini Asmaulhusna al-Gaffār dan al-‘Afuw melalui Sikap Memohon Ampunan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenjelaskan Arti dan Meyakini Asmaulhusna al-Gaffār dan al-‘Afuw melalui Sikap Memohon Ampunan
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menjelaskan arti asmaulhusna al-Gaffār dan al-‘Afuw
  2. Meyakini asmaulhusna al-Gaffār dan al-‘Afuw melalui sikap memohon ampunan kepada Allah Swt.

PETUNJUK UMUM

  • Awali kegiatan belajar dengan membaca basmalah dan doa bersama.
  • Bacalah setiap teks pengantar dan instruksi aktivitas dengan teliti.
  • Kerjakan tugas secara mandiri atau berdiskusi sesuai petunjuk masing-masing kegiatan.
  • Tuliskan jawaban pada lembar atau ruang format yang telah disediakan secara rapi.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menelusuri Makna al-Gaffār dan al-‘Afuw

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Teks Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6
  • Alat tulis (pulpen/pensil)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan materi berikut: Kata al-Gaffār berakar dari gafara yang berarti menutup dosa/aib dan tidak mempermalukan pelakunya di hadapan makhluk. Kata al-‘Afuw berakar dari ‘afwu yang berarti menghapus, melenyapkan, dan meniadakan bekas dosa sampai tuntas.
  2. Lengkapilah tabel perbandingan arti kedua asmaulhusna tersebut pada ruang jawaban.
  3. Jelaskan kembali dengan kalimatmu sendiri perbedaan pokok antara makna 'menutup dosa' (al-Gaffār) dan 'menghapus dosa' (al-‘Afuw).

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel berikut mengenai asal kata dan arti bahasa dari al-Gaffār dan al-‘Afuw:

  1. Asmaulhusna al-Gaffār: asal kata (...), arti bahasa (...), arti secara istilah (...).
  2. Asmaulhusna al-‘Afuw: asal kata (...), arti bahasa (...), arti secara istilah (...).
Ruang tabel jawaban

2. Jelaskan dengan bahasamu sendiri perbedaan arti antara Allah Swt. bersifat al-Gaffār dan Allah Swt. bersifat al-‘Afuw!

Tersedia tabel 4 kolom (Asmaulhusna, Asal Kata, Arti Bahasa, Makna Lengkap) untuk nomor 1, serta 4 baris bergaris untuk uraian penjelasan perbedaan pada nomor 2.

Kegiatan 2: Meyakini Sifat Maha Pengampun dan Pemaaf melalui Sikap Istigfar

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku siswa PAI Kelas 6
  • Lembar catatan diskusi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi singkat: 'Manusia tidak luput dari khilaf dan dosa. Namun, Allah Swt. membuka pintu ampunan seluas-luasnya melalui sifat al-Gaffār dan al-‘Afuw bagi hamba yang mau memohon ampunan.'
  2. Diskusikan bersama teman sebangkumu mengapa seorang muslim yang sungguh-sungguh meyakini al-Gaffār dan al-‘Afuw tidak akan pernah berputus asa dari rahmat Allah.
  3. Tuliskan wujud keyakinan tersebut dalam bentuk sikap memohon ampunan (istigfar dan doa) dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan:

1. Mengapa keyakinan terhadap asmaulhusna al-Gaffār dan al-‘Afuw membuat seorang mukmin tidak berputus asa ketika berbuat kesalahan atau dosa? Jelaskan alasannya!

2. Tuliskan 3 bentuk sikap memohon ampunan kepada Allah Swt. yang membuktikan bahwa kalian meyakini asmaulhusna al-Gaffār dan al-‘Afuw!

Kolom uraian naratif untuk nomor 1 (5 baris) dan daftar poin 1, 2, 3 bergaris untuk nomor 2.

Kegiatan 3: Menelaah Studi Kasus Keyakinan Memohon Ampun

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi kasus berikut: 'Ahmad merasa sangat malu dan sedih karena tidak sengaja merusakkan buku milik perpustakaan sekolah dan sempat menyembunyikannya. Ahmad merasa bersalah kepada Allah dan takut dosanya tidak diampuni.'
  2. Tentukan tindakan yang mencerminkan keyakinan Ahmad terhadap al-Gaffār dan al-‘Afuw.
  3. Selesaikan pertanyaan analisis kasus, lalu ikuti sesi refleksi bersama guru di akhir pertemuan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan studi kasus Ahmad, jelaskan bagaimana cara Ahmad menunjukkan keyakinannya kepada al-Gaffār dan al-‘Afuw melalui sikap memohon ampunan kepada Allah Swt.!

2. Jelaskan apa yang akan terjadi pada hati dan perilaku seseorang jika ia TIDAK meyakini bahwa Allah bersifat al-Gaffār dan al-‘Afuw saat berbuat dosa!

Disediakan kotak analisis bergaris khusus untuk jawaban studi kasus nomor 1 dan uraian kesimpulan untuk nomor 2.

REFLEKSI

1. Apa perasaan yang kalian rasakan setelah mengetahui bahwa Allah Swt. memiliki sifat al-Gaffār (Maha Pengampun/Menutup aib) dan al-‘Afuw (Maha Pemaaf/Menghapus dosa)?

2. Kapan waktu yang paling sering kalian manfaatkan untuk beristigfar dan memohon ampunan kepada Allah Swt. dalam rutinitas harian?

3. Bagaimana keyakinan terhadap al-Gaffār dan al-‘Afuw membantu kalian untuk segera bangkit dan memperbaiki diri ketika melakukan kesalahan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.