LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5: Menceritakan Kisah Keteladanan dan Perdamaian pada Fathu Makkah
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Menceritakan Kisah Keteladanan dan Perdamaian pada Fathu Makkah".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5: Menceritakan Kisah Keteladanan dan Perdamaian pada Fathu Makkah
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 5
Bab 5 Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C) Topik: Menceritakan Kisah Keteladanan dan Perdamaian pada Fathu Makkah INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menyusun Rantai Peristiwa Fathu MakkahEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Isilah bagian rumpang pada bagan alur peristiwa Fathu Makkah berikut agar ceritanya runtut:
2. Berdasarkan bagan alur yang telah kalian lengkapi, susunlah kembali alur tersebut menjadi 1 paragraf ringkas yang menceritakan urutan kejadian Fathu Makkah dari awal hingga akhir. Tersedia 4 kotak bagan alir berurutan bernomor (1) sampai (4) untuk mengisi kata/frasa kunci, diikuti area garis bergaris 5 baris untuk menuliskan paragraf kronologi peristiwa Fathu Makkah. Kegiatan 2: Menelaah Kisah Perdamaian dan Keteladanan RasulullahEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel analisis kisah perdamaian Fathu Makkah berikut dengan mencantumkan kejadian nyata dalam kisah dan pesan perdamaian yang terkandung di dalamnya: Kolom 1 (Peristiwa dalam Kisah: Perintah Nabi saat memasuki Kota Makkah, Sikap Nabi terhadap Abu Sufyan dan warga Makkah, Sikap Nabi terhadap musuh yang dulu memusuhi beliau di depan Ka'bah); Kolom 2 (Tindakan/Keputusan Damai Nabi Muhammad saw.); Kolom 3 (Nilai Perdamaian yang Ditunjukkan). Ruang tabel jawaban 2. Ceritakan bagaimana respons dan reaksi kaum kafir Quraisy ketika mendengar sabda pengampunan dari Nabi Muhammad saw. di depan Ka'bah tersebut. Tersedia tabel 3 kolom x 4 baris (Kolom: Peristiwa dalam Kisah, Tindakan Damai Nabi Muhammad saw., Nilai Perdamaian) serta kolom uraian 4 baris untuk jawaban cerita respons penduduk Makkah. Kegiatan 3: Menceritakan Kembali Kisah Fathu MakkahEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tuliskan kerangka penuturan kisah Fathu Makkah yang akan kamu ceritakan secara lisan, memuat 4 bagian alur: (a) Awal mula: Mengapa Nabi dan pasukan berangkat dari Madinah ke Makkah? (b) Perjalanan: Bagaimana strategi damai Nabi saat membawa 10.000 pasukan? (c) Puncak peristiwa: Apa yang terjadi saat pasukan muslim memasuki Makkah dan mendekati Ka'bah? (d) Akhir kisah: Bagaimana sikap Nabi terhadap penduduk Makkah dan hasil akhir pembebasan Kota Makkah? 2. Ceritakan secara lisan di depan kelompok/kelas kisah Fathu Makkah tersebut sesuai kerangka yang telah kamu susun. Teman sekelompok memberikan tanda centang (V) pada lembar observasi penceritaan cerita teman bila unsur berikut tersampaikan:
Tersedia format kerangka 4 poin cerita (Awal mula, Perjalanan, Puncak peristiwa, Akhir kisah) dan tabel checklist teman sebaya berisi 4 kriteria kelengkapan penceritaan kisah. REFLEKSI1. Bagian mana dari kisah Fathu Makkah yang paling berkesan dan mudah kamu ceritakan kembali kepada temanmu? 2. Sikap terpuji apa dari Nabi Muhammad saw. saat membebaskan Kota Makkah yang paling ingin kamu teladani dalam pergaulan sehari-hari bersama teman? 3. Apakah kamu menemui kesulitan saat merangkai urutan peristiwa sejarah dari Madinah hingga Makkah? Bagaimana caramu mengatasinya? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.