LKPDPertemuan 1Bab 8Fase BSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Makna dan Keutamaan Salam sebagai Cerminan Anak Saleh

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Makna dan Keutamaan Salam sebagai Cerminan Anak Saleh". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4: Makna dan Keutamaan Salam sebagai Cerminan Anak Saleh

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 8 - Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Makna dan Keutamaan Salam sebagai Cerminan Anak Saleh

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMakna dan Keutamaan Salam sebagai Cerminan Anak Saleh
Alokasi Waktu70 menit (2 jam pelajaran)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan makna mengucapkan salam dalam Islam beserta dalilnya dengan benar.
  2. Murid dapat membuat paparan sederhana mengenai keutamaan dan tata cara mengucapkan salam kepada orang tua, keluarga, pendidik, dan sesama sebagai wujud akhlak terpuji.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk dengan teliti sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan semua kegiatan dengan jujur dan penuh semangat.
  • Jika ada yang kurang jelas, tanyakan kepada guru atau diskusikan dengan temanmu.
  • Tuliskan jawabanmu dengan rapi dan lengkap.
  • Selamat belajar menjadi anak saleh yang gemar mengucapkan salam!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengamati dan Memahami Makna Salam

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja
  • Alat tulis
  • Gambar ilustrasi (disediakan guru)
  • Buku siswa halaman 134-136

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan gambar beberapa situasi anak mengucapkan salam (di rumah, di sekolah, di masjid).
  2. Bacalah kisah tentang Rasulullah saw. yang selalu menyapa dan memberi salam kepada siapa pun yang ditemui.
  3. Renungkan dalam hatimu: apa yang kamu rasakan saat mengucapkan salam kepada orang lain?
  4. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan pengamatanmu!

Pertanyaan:

1. Apa arti kata 'salam' dalam bahasa Arab?

2. Tuliskan ucapan salam lengkap dalam bahasa Arab dan artinya!

3. Berdasarkan hadis yang kamu pelajari, apa yang Rasulullah saw. katakan tentang ajaran Islam yang terbaik? (Sebutkan 2 hal!)

4. Mengapa mengucapkan salam penting dalam Islam? Jelaskan dengan kalimatmu sendiri!

Tuliskan jawabanmu pada kolom yang tersedia di bawah setiap pertanyaan. Untuk pertanyaan nomor 3 dan 4, gunakan 3-5 kalimat.

Kegiatan 2: Membuat Peta Konsep Keutamaan Salam

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas karton/hvs/kertas bekas
  • Spidol warna
  • Alat tulis
  • Lem/selotip (opsional)
  • Gunting (opsional)
  • Hiasan (stiker, gambar, dll - opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok kecil (3-4 orang).
  2. Buatlah peta konsep atau peta pikiran tentang SALAM dengan kreativitasmu!
  3. Sertakan dalam peta konsepmu: makna salam, hukum mengucapkan salam, hukum menjawab salam, keutamaan salam, tata cara mengucapkan salam, dan contoh situasi kapan kita mengucapkan salam.
  4. Gunakan kertas karton/hvs, spidol warna, dan hiasan lainnya agar menarik.
  5. Presentasikan hasil peta konsep kelompokmu di depan kelas (gallery walk)!
  6. Jawablah pertanyaan refleksi setelah kegiatan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel berikut tentang hukum dan keutamaan salam!

Ruang tabel jawaban

2. Sebutkan 3 tata cara mengucapkan salam yang baik dan benar!

3. Apa yang kamu rasakan saat kelompokmu membuat peta konsep bersama? Apa yang paling menyenangkan?

Untuk pertanyaan 1, buatlah tabel dengan 4 kolom: Hukum Mengucapkan Salam | Hukum Menjawab Salam | Keutamaan Mengucapkan Salam | Contoh Situasi. Untuk pertanyaan 2 dan 3, tulis dalam bentuk poin atau paragraf pendek.

Kegiatan 3: Praktik Mengucapkan Salam dalam Kehidupan Sehari-hari

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja
  • Alat tulis
  • Kreativitas dan keberanian untuk praktik

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah 3 situasi berikut dengan cermat.
  2. Tuliskan bagaimana cara kamu mengucapkan salam dan bersikap yang tepat dalam setiap situasi tersebut.
  3. Praktikkan bersama teman sebangkumu dengan bermain peran (role play)!
  4. Guru akan memilih beberapa pasangan untuk mempraktikkan di depan kelas.
  5. Berikan apresiasi kepada teman yang maju dengan tepuk tangan!

Pertanyaan:

1. Situasi 1: Pagi hari, kamu datang ke sekolah dan bertemu dengan guru di pintu gerbang. Apa yang kamu lakukan dan ucapkan?

2. Situasi 2: Kamu pulang sekolah dan tiba di rumah. Ayah dan Ibu sedang duduk di ruang tamu. Apa yang kamu lakukan dan ucapkan?

3. Situasi 3: Kamu sedang bermain di taman dan melihat teman baru yang belum kamu kenal. Apa yang kamu lakukan untuk berkenalan dengan baik?

4. Buatlah 1 komitmen pribadi: Mulai hari ini, kepada siapa kamu akan lebih sering mengucapkan salam? Mengapa?

Tuliskan jawabanmu dalam bentuk dialog atau narasi pendek (3-5 kalimat) untuk setiap situasi. Untuk pertanyaan nomor 4, tuliskan komitmenmu dengan jujur dan tulus.

REFLEKSI

1. Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang salam?

2. Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang keutamaan mengucapkan salam? Apakah kamu merasa lebih semangat untuk mengucapkan salam kepada orang lain?

3. Menurutmu, bagaimana jika semua orang di Indonesia saling memberi salam dan menjaga kedamaian seperti yang diajarkan Islam? Apa yang akan terjadi?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.