LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Dakwah Sembunyi-Sembunyi Nabi Muhammad saw.
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Dakwah Sembunyi-Sembunyi Nabi Muhammad saw.". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Dakwah Sembunyi-Sembunyi Nabi Muhammad saw.
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 3
Bab 10 - Pertemuan 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Dakwah Sembunyi-Sembunyi Nabi Muhammad saw. INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Detektif Dakwah: Menemukan Strategi Nabi Muhammad saw.Estimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Cerita: Setelah menerima wahyu pertama, Nabi Muhammad saw. mulai berdakwah. Beliau tidak langsung mengumumkan kepada semua orang. Beliau memulai dakwahnya kepada orang-orang terdekat seperti keluarga dan sahabat karib. Beliau berdakwah secara diam-diam dan hati-hati agar kaum musyrik Quraisy tidak mengetahuinya. Mengapa Nabi Muhammad saw. berdakwah secara sembunyi-sembunyi di awal? (Pilih 2 alasan yang paling tepat dan beri tanda ✓) 2. Kepada siapa saja Nabi Muhammad saw. berdakwah pertama kali? Sebutkan 3 kelompok orang! 3. Apa sikap Nabi Muhammad saw. yang paling menonjol saat berdakwah secara sembunyi-sembunyi? Untuk nomor 1: beri tanda centang (✓) pada kotak pilihan yang tersedia. Untuk nomor 2 dan 3: tulis jawabanmu pada baris kosong yang disediakan (minimal 3 baris per jawaban). Kegiatan 2: Galeri Pahlawan: Mengenal As-Sabiqun Al-AwwalunEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel tokoh-tokoh yang pertama masuk Islam berikut ini! Ruang tabel jawaban 2. Dari semua tokoh di atas, siapa yang paling kamu kagumi? Mengapa? Ceritakan dengan kalimatmu sendiri! 3. Gambarlah wajah atau simbol yang mewakili tokoh pilihanmu di kotak ini! (Bisa gambar sendiri atau tempel gambar dari majalah/internet dengan bantuan orang tua) Ruang gambar Tabel disediakan dengan 4 kolom (No, Nama Tokoh, Hubungan dengan Nabi, Mengapa Beliau Istimewa?) dan 4-5 baris. Nomor 2: tulis minimal 3 kalimat. Nomor 3: kotak kosong ukuran 10x10 cm untuk menggambar. Kegiatan 3: Aku Bisa Seperti Nabi: Meneladani Sikap Sabar dan Percaya DiriEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Cerita 1: Andi ingin mengajak temannya untuk tidak berbohong, tapi temannya malah mengejek. Andi jadi sedih dan mau menyerah. Apa nasihatmu untuk Andi agar ia bisa meniru sikap sabar Nabi Muhammad saw.? 2. Cerita 2: Siti takut untuk mengajak adiknya shalat tepat waktu karena adiknya sering marah-marah. Bagaimana Siti bisa meniru sikap percaya diri Nabi Muhammad saw.? 3. Sekarang giliran kamu! Tuliskan 1 rencana nyata yang akan kamu lakukan minggu ini untuk meniru sikap sabar atau percaya diri Nabi Muhammad saw. dalam kehidupan sehari-hari. Nomor 1 dan 2: tulis hasil diskusi dalam 3-4 kalimat per cerita pada baris yang disediakan. Nomor 3: tulis rencana konkret dalam kotak khusus dengan border berwarna, minimal 2 kalimat. REFLEKSI1. Apa yang paling menarik buatmu dari cara Nabi Muhammad saw. berdakwah secara sembunyi-sembunyi? 2. Sikap sabar atau percaya diri yang mana yang paling sulit kamu terapkan? Mengapa? 3. Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang tokoh-tokoh pertama yang masuk Islam? Apa yang bisa kamu contoh dari mereka? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.