LKPDPertemuan 3Bab 5Fase ASemester 1

LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Menceritakan Kisah Keteladanan Nabi Nuh a.s. Berdasarkan Kartu Bergambar dan Menerapkan Sikap Sabar serta Kerja Keras

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Menceritakan Kisah Keteladanan Nabi Nuh a.s. Berdasarkan Kartu Bergambar dan Menerapkan Sikap Sabar serta Kerja Keras".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Menceritakan Kisah Keteladanan Nabi Nuh a.s. Berdasarkan Kartu Bergambar dan Menerapkan Sikap Sabar serta Kerja Keras

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 5 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menceritakan Kisah Keteladanan Nabi Nuh a.s. Berdasarkan Kartu Bergambar dan Menerapkan Sikap Sabar serta Kerja Keras

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenceritakan Kisah Keteladanan Nabi Nuh a.s. Berdasarkan Kartu Bergambar dan Menerapkan Sikap Sabar serta Kerja Keras
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menceritakan kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. berdasarkan susunan urutan kartu kisah bergambar
  2. Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri berupa sikap sabar dan kerja keras sebagaimana meneladani kisah Nabi Nuh a.s.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah basmalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Tuliskan nama lengkap dan nomor presensimu pada lembar kerja.
  • Perhatikan gambar-gambar kisah Nabi Nuh a.s. dengan cermat.
  • Lakukan kegiatan secara mandiri atau bersama teman sesuai arahan gurumu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menyusun Urutan Peristiwa Kisah Nabi Nuh a.s.

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penghapus
  • Kartu kisah bergambar Nabi Nuh a.s.

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati 4 kartu peristiwa kisah Nabi Nuh a.s. yang disajikan secara acak.
  2. Baca keterangan singkat pada tiap kartu.
  3. Urutkan peristiwa dari awal sampai akhir dengan menuliskan angka 1, 2, 3, dan 4 pada kotak yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Urutkan 4 kartu kisah Nabi Nuh a.s. berikut menjadi urutan yang benar (tulis angka 1 sampai 4 pada kotak):
[Kartu A] Nabi Nuh a.s. dan kaum beriman selamat di atas kapal saat banjir besar melanda.
[Kartu B] Nabi Nuh a.s. mengajak kaumnya beriman kepada Allah Swt. dengan penuh kesabaran.
[Kartu C] Atas perintah Allah Swt., Nabi Nuh a.s. bekerja keras membuat kapal besar di atas bukit walau diejek.
[Kartu D] Kaum yang membangkang dan tidak mau beriman tenggelam oleh azab banjir besar.

Kotak isian angka 1 sampai 4 di samping label tiap kartu: Kartu A = [...], Kartu B = [...], Kartu C = [...], Kartu D = [...].

Kegiatan 2: Menceritakan Kisah Keteladanan Nabi Nuh a.s.

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja
  • Alat tulis
  • Kartu urutan cerita bergambar

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gunakan urutan kartu kisah dari Kegiatan 1 yang sudah benar.
  2. Ceritakan kembali kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. secara runtut kepada pasangan belajarmu/guru.
  3. Sebutkan keteladanan sabar dan kerja keras Nabi Nuh a.s. yang ada di dalam ceritamu.

Pertanyaan:

1. Ceritakan kembali kisah Nabi Nuh a.s. secara runtut berdasarkan kartu nomor 1 sampai 4 secara lisan di hadapan guru atau teman sebangkumu!

2. Lengkapilah kalimat berikut berdasarkan cerita yang telah kamu sampaikan:

  1. Sikap sabar Nabi Nuh a.s. tampak ketika beliau tetap berdakwah walau ....
    1. Sikap kerja keras Nabi Nuh a.s. tampak ketika beliau sungguh-sungguh membuat ....
    2. Kaum yang selamat dari banjir besar adalah orang-orang yang ....

Untuk nomor 1: Penilaian unjuk kerja lisan langsung oleh guru dengan tanda centang (✓) pada rubrik keterurutan cerita (Kartu 1 sampai 4). Untuk nomor 2: Garis bergaris tempat menuliskan kata pengisi rumpang kalimat a, b, dan c.

Kegiatan 3: Menerapkan Sikap Sabar dan Kerja Keras terhadap Diri Sendiri

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati situasi sehari-hari yang berkaitan dengan akhlak terhadap diri sendiri.
  2. Pilihlah tindakan yang menunjukkan penerapan sikap sabar atau kerja keras seperti Nabi Nuh a.s.
  3. Lengkapi tabel tindakan nyata yang akan kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan:

1. Beri tanda centang (✓) pada kolom 'Sabar' atau 'Kerja Keras' yang sesuai untuk setiap perbuatan terpuji terhadap diri sendiri berikut:

  1. Tetap tenang dan tidak marah saat pensil warna tidak sengaja patah.
  2. Terus mencoba belajar membaca dan menulis sampai bisa tanpa menyerah.
  3. Berwudu dan salat tepat waktu walau merasa masih mengantuk.
  4. Merapikan dan membersihkan meja belajar sendiri hingga rapi setiap hari.
Ruang tabel jawaban

2. Tuliskan 1 contoh tindakan sabar dan 1 contoh tindakan kerja keras yang akan kamu terapkan pada dirimu sendiri hari ini di sekolah atau di rumah!

Tabel 4 baris dengan kolom: No, Pernyataan Sikap, Kolom Pilihan 'Sabar' [ ], Kolom Pilihan 'Kerja Keras' [ ]. Bagian bawah tabel berupa 2 baris bergaris untuk menuliskan contoh penerapan nyata sabar dan kerja keras murid.

REFLEKSI

1. Sikap teladan apa dari Nabi Nuh a.s. yang paling berkesan dan ingin kamu tiru hari ini?

2. Apakah kamu merasa kesulitan saat harus bersabar atau bekerja keras dalam kegiatan belajar tadi? Ceritakan perasaanmu!

3. Pilihlah emotikon (senang / biasa / sedih) yang menggambarkan perasaanmu setelah belajar kisah Nabi Nuh a.s. hari ini!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.