LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Empati dan Tutur Kata yang Lembut sebagai Perilaku Terpuji
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Empati dan Tutur Kata yang Lembut sebagai Perilaku Terpuji". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Empati dan Tutur Kata yang Lembut sebagai Perilaku Terpuji
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 2
Bab 3 - Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Empati dan Tutur Kata yang Lembut sebagai Perilaku Terpuji INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Yuk, Kenali Empati dan Tutur Kata yang Lembut!Estimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Apa yang sedang dilakukan Fauzan pada gambar pertama? Tuliskan dengan kalimatmu sendiri! 2. Bagaimana perasaan Boaz saat ditolong oleh Fauzan? Pilih dan lingkari gambar ekspresi yang tepat: 😊 Senang / 😢 Sedih / 😠 Marah Ruang gambar 3. Sikap Fauzan yang peduli dan mau merasakan apa yang dirasakan Boaz disebut sikap apa? Isilah titik-titik berikut: Sikap itu disebut sikap _ _ _ _ _ _. 4. Pada gambar kedua, bagaimana cara Ida berbicara kepada gurunya? Tuliskan contoh kata-kata yang mungkin diucapkan Ida! 5. Lengkapi tabel berikut berdasarkan pengamatanmu pada kedua gambar tadi! Ruang tabel jawaban Tabel 3 kolom: Sikap Terpuji | Artinya | Contoh dari Gambar. Isi 2 baris untuk (1) Empati dan (2) Bertutur Kata yang Lembut. Kegiatan 2: Mana yang Empati? Mana yang Lembut Tutur Katanya?Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Bacalah 6 contoh kejadian berikut, lalu isi tabel pengelompokan di bawahnya! Ruang tabel jawaban 2. Dari contoh yang termasuk 'Bukan Keduanya', tuliskan cara yang lebih baik yang seharusnya dilakukan! Pilih salah satu contoh (B, D, atau F). 3. Diskusi kelompok: Mengapa Allah Swt. memerintahkan kita untuk berempati dan bertutur kata yang lembut? Tuliskan hasil diskusi kelompokmu dalam 2–3 kalimat! Tabel 3 kolom: Nomor Kejadian | Nama Sikap (Empati / Bertutur Kata Lembut / Bukan Keduanya) | Alasan Singkat. Isi 6 baris untuk kejadian A sampai F. Di bawah tabel, sediakan kotak uraian untuk soal nomor 2 dan kotak diskusi untuk soal nomor 3. Kegiatan 3: Aku Bisa Bercerita! — Membuat Cerita Pendek TerpujiEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi kerangka ceritamu terlebih dahulu!
2. Tuliskan cerita pendekmu di kotak cerita di bawah ini! (minimal 5 kalimat, maksimal 10 kalimat). Jangan lupa beri JUDUL ceritamu! 3. Gambarlah satu adegan dari ceritamu di kotak gambar yang tersedia! Beri keterangan gambar dengan satu kalimat. Ruang gambar Bagian 1: Kotak kerangka cerita berisi 6 poin isian (tokoh, tempat/waktu, kejadian, sikap empati, tutur kata lembut, akhir cerita). Bagian 2: Kotak besar bergaris untuk menulis cerita dengan ruang judul di atas. Bagian 3: Kotak kosong (ukuran 8x8 cm) untuk menggambar adegan cerita beserta baris keterangan gambar di bawahnya. REFLEKSI1. Sikap empati atau tutur kata lembut mana yang sudah pernah kamu lakukan hari ini atau kemarin? Ceritakan satu contohnya! 2. Apakah ada situasi di mana kamu merasa susah untuk bertutur kata yang lembut? Mengapa, dan apa yang bisa kamu lakukan agar lebih mudah? 3. Mengapa menurut kamu Allah Swt. senang kepada anak-anak yang berempati dan bertutur kata lembut? Tuliskan pendapatmu dengan satu atau dua kalimat! |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.