LKPDPertemuan 1Bab 10Fase ASemester 2

LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Menceritakan Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim a.s. sebagai Ayah Para Nabi dan Silsilah Keluarganya

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Menceritakan Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim a.s. sebagai Ayah Para Nabi dan Silsilah Keluarganya".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Menceritakan Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim a.s. sebagai Ayah Para Nabi dan Silsilah Keluarganya

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 10 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menceritakan Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim a.s. sebagai Ayah Para Nabi dan Silsilah Keluarganya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenceritakan Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim a.s. sebagai Ayah Para Nabi dan Silsilah Keluarganya
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. sebagai ayah para nabi

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Tuliskan nama, nomor absen, dan kelompokmu pada lembar kerja yang tersedia.
  • Perhatikan gambar cerita dan panduan kalimat pembantu dengan teliti.
  • Lakukan kegiatan bercerita secara berpasangan dan bergantian dengan riang gembira.
  • Mintalah bantuan gurumu bila ada petunjuk yang belum kamu pahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menyusun Runtutan Kartu Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim a.s.

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kartu bergambar kisah Nabi Ibrahim a.s.
  • Pensil/alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati 3 kartu peristiwa kisah Nabi Ibrahim a.s. berikut: Kartu A (Nabi Ibrahim a.s. taat dan patuh saat diperintahkan Allah Swt. untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail a.s.), Kartu B (Nabi Ibrahim a.s. lahir di Babilonia dari ayahnya yang bernama Azar dan hidup pada masa Raja Namrud), Kartu C (Nabi Ibrahim a.s. giat berdakwah mengajak kaumnya agar tidak menyembah berhala melainkan hanya menyembah Allah Swt.).
  2. Susun urutan nomor kartu dari peristiwa yang terjadi paling awal hingga akhir (1, 2, 3) agar menjadi alur kisah yang benar.
  3. Tuliskan nomor urutan pada lingkaran yang tersedia di bawah masing-masing kartu.

Pertanyaan:

1. Tuliskan urutan huruf kartu (A, B, atau C) dari peristiwa awal hingga akhir kisah Nabi Ibrahim a.s.!

2. Berdasarkan Kartu A, sebutkan sikap teladan apa yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim a.s. bersama putranya ketika menerima perintah Allah Swt.?

Kotak isian urutan 3 kartu: [Peristiwa ke-1: Kartu ...], [Peristiwa ke-2: Kartu ...], [Peristiwa ke-3: Kartu ...]. Baris isian sikap teladan (1-2 kata/frasa singkat).

Kegiatan 2: Melengkapi Bingkai Cerita Silsilah dan Keteladanan Nabi Ibrahim a.s.

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil dan penghapus)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca bingkai cerita rumpang yang menceritakan silsilah dan keteladanan Nabi Ibrahim a.s. berikut ini.
  2. Pilihlah kata yang tepat dari Kotak Bantuan Kata: [Azar, Ismail a.s., taat dan patuh, ayah para nabi, ke-6].
  3. Tuliskan kata pilihanmu pada titik-titik yang tersedia untuk melengkapi cerita.

Pertanyaan:

1. Lengkapi cerita rumpang berikut: Nabi Ibrahim a.s. adalah nabi dan rasul yang (a) ...... dari 25 nabi. Ayah beliau bernama (b) ....... Beliau memiliki putra bernama Nabi (c) ....... Nabi Ibrahim a.s. mendapat julukan sebagai (d) ....... Beliau memiliki sikap teladan yang sangat (e) ...... kepada perintah Allah Swt.

Teks cerita rumpang dengan 5 ruang kosong bertitik-titik: (a) ..., (b) ..., (c) ..., (d) ..., (e) ... beserta kotak bantuan pilihan kata di atasnya.

Kegiatan 3: Bercerita Berpasangan: Kisah Teladan Ayah Para Nabi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Tabel ceklis pengamatan cerita antarteman

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Duduklah berpasangan bersama teman sebangkumu.
  2. Secara bergantian, ceritakan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. sebagai ayah para nabi kepada temanmu menggunakan cerita yang telah kamu lengkapi pada Kegiatan 2.
  3. Pastikan ceritamu memuat 3 hal: (1) Silsilah keluarga (ayahnya Azar, putranya Ismail a.s.), (2) Julukannya sebagai ayah para nabi, dan (3) Sikap teladannya (rela berkorban serta taat dan patuh kepada Allah Swt.).
  4. Saat giliran temanmu bercerita, dengarkan baik-baik dan beri tanda centang (V) pada tabel lembar cek cerita teman yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Ceritakan secara lisan kepada teman pasanganmu kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. sebagai ayah para nabi!

2. Isi tabel cek cerita untuk teman pasanganmu: Apakah temanmu menyebutkan

  1. nama ayah dan putranya? [Ya/Belum],
  2. julukan ayah para nabi? [Ya/Belum],
  3. sikap taat dan rela berkorban? [Ya/Belum].
Ruang tabel jawaban

Tabel ceklis berpasangan 3 baris: Baris 1: Menyebutkan silsilah (Azar & Ismail a.s.) [Ya / Belum]; Baris 2: Menyebutkan julukan 'Ayah Para Nabi' [Ya / Belum]; Baris 3: Menyebutkan sikap teladan (taat, patuh, rela berkorban) [Ya / Belum].

REFLEKSI

1. Bagian mana dari kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. yang paling berkesan saat kamu ceritakan?

2. Apakah kamu merasa percaya diri saat menceritakan kisah Nabi Ibrahim a.s. di hadapan temanmu tadi?

3. Sikap teladan apa dari Nabi Ibrahim a.s. yang ingin kamu contoh dalam kehidupan sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.