LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1: Menceritakan Kisah Keteladanan Kasih Sayang Nabi Muhammad saw. dan Menerapkan Pembiasaan Sikap Kasih Sayang terhadap Diri Sendiri dalam Interaksi Sehari-hari
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Menceritakan Kisah Keteladanan Kasih Sayang Nabi Muhammad saw. dan Menerapkan Pembiasaan Sikap Kasih Sayang terhadap Diri Sendiri dalam Interaksi Sehari-hari".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1: Menceritakan Kisah Keteladanan Kasih Sayang Nabi Muhammad saw. dan Menerapkan Pembiasaan Sikap Kasih Sayang terhadap Diri Sendiri dalam Interaksi Sehari-hari
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 1
Bab 7 Pertemuan 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Menceritakan Kisah Keteladanan Kasih Sayang Nabi Muhammad saw. dan Menerapkan Pembiasaan Sikap Kasih Sayang terhadap Diri Sendiri dalam Interaksi Sehari-hari INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Mendengarkan dan Menyusun Cerita Kasih Sayang Nabi Muhammad saw.Estimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Urutkan 3 kejadian kisah Nabi Muhammad saw. berikut dari awal sampai akhir dengan menuliskan angka 1, 2, atau 3 pada lingkaran gambar: [Gambar A: Nabi Muhammad memangku anak yang menangis dan mengajaknya pulang ke rumah], [Gambar B: Anak kecil duduk sendirian menangis sedih di hari raya], [Gambar C: Anak kecil tersenyum bahagia memakai baju baru bersama keluarga Nabi]. Ruang gambar 2. Ceritakan secara lisan kepada teman sebangku: Mengapa Nabi Muhammad saw. memeluk anak yang sedang menangis itu dan apa yang Nabi berikan kepadanya? Format lembar kerja: Tiga kotak gambar berseri (Gambar A, B, C) masing-masing memiliki lingkaran kosong di bawahnya untuk ditulisi angka 1, 2, atau 3. Di bawahnya tersedia kolom ceklis guru untuk penyampaian cerita lisan berpasangan. Kegiatan 2: Memilih Perilaku Kasih Sayang terhadap Diri SendiriEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Beri tanda centang (V) pada perbuatan menyayangi diri sendiri dan tanda silang (X) pada yang bukan:
Ruang tabel jawaban 2. Tuliskan atau sebutkan 1 contoh caramu menyayangi tubuhmu sendiri saat beristirahat di sekolah! Format tabel 4 baris dengan 3 kolom: Kolom 1 (No), Kolom 2 (Pernyataan & Ikon Gambar Perilaku), Kolom 3 (Kotak Tanda V / X). Di bawahnya baris kosong 1 baris untuk menuliskan 1 contoh cara merawat tubuh. Kegiatan 3: Menerapkan Sikap Kasih Sayang terhadap Diri Sendiri dalam KeseharianEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lakukan praktik merapikan meja serta alat tulismu ke dalam tas secara mandiri sebagai bentuk menjaga barang dan menyayangi diri sendiri. Beri tanda centang jika meja belajarmu sudah rapi! 2. Lakukan praktik minum air putih dengan duduk tertib dan membaca basmalah sebagai bentuk kasih sayang memberi hak sehat bagi tubuhmu. Beri tanda centang jika kamu sudah meminumnya sesuai adab! Format lembar observasi aksi: Lembar berpasangan berisi 2 kotak target aksi mandiri ('Meja dan tasku rapi', 'Aku minum sambil duduk tertib') dengan stempel/tanda bintang untuk diwarnai oleh murid setelah praktik dilaksanakan. REFLEKSI1. Apa yang kamu rasakan setelah menceritakan kisah kebaikan Nabi Muhammad saw. kepada temanmu? 2. Sikap sayang pada diri sendiri apa yang sudah kamu lakukan hari ini di sekolah? 3. Apakah kamu berjanji untuk selalu menjaga kesehatan tubuhmu dan berkata sopan kepada teman setiap hari? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.