LKPDPertemuan 3Bab 2Fase DSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 7: Menganalisis Hubungan Atman dengan Raga atau Lapisan Tri Sarira

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Menganalisis Hubungan Atman dengan Raga atau Lapisan Tri Sarira".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 7: Menganalisis Hubungan Atman dengan Raga atau Lapisan Tri Sarira

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 7

Bab 2 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Menganalisis Hubungan Atman dengan Raga atau Lapisan Tri Sarira

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMenganalisis Hubungan Atman dengan Raga atau Lapisan Tri Sarira
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis hubungan Atman dengan raga atau lapisan badan manusia

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah doa belajar sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
  • Bekerjalah secara mandiri dan berkolaborasi secara aktif saat sesi diskusi kelompok.
  • Cermati setiap stimulus teks atau bagan yang tersedia untuk menganalisis hubungan Atman dengan raga/lapisan badan manusia.
  • Tuliskan hasil analisis kalian pada format ruang jawaban yang telah disediakan secara teliti dan runtut.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Hubungan Atman dengan Lapisan Tri Sarira

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 7
  • Alat tulis (pulpen, penggaris)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan materi berikut: 'Manusia tersusun atas tiga tingkatan badan (Tri Sarira), yaitu Sthula Sarira (badan kasar biologis yang terbentuk dari Panca Maha Bhuta), Suksma Sarira (badan halus yang terdiri atas alam pikiran/citta, budhi, ahamkara, dan panca indriya), serta Antakarana Sarira (badan penyebab/unsur jiwa rohani). Inti terdalam dari seluruh lapisan kehidupan ini adalah Atman.'
  2. Analisislah keterikatan dan ketergantungan antara Atman dengan masing-masing lapisan badan manusia pada tabel yang disediakan.
  3. Jelaskan peran Atman terhadap kelangsungan fungsi masing-masing lapisan badan tersebut.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah analisis hubungan antara Atman dengan masing-masing lapisan Tri Sarira pada tabel: jelaskan kondisi lapisan raga ketika Atman masih bersatu di dalamnya, dan kondisi lapisan tersebut saat Atman telah pergi/meninggalkannya.

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan analisis lapisan tersebut, jelaskan mengapa raga (rupa) disebut dapat mengalami kematian, sedangkan Atman (nama/jiwatman) tidak dapat mati!

Tabel 3 baris: Lapisan Tri Sarira (Sthula, Suksma, Antakarana) | Kondisi Bersama Atman | Kondisi Saat Ditinggalkan Atman; dilanjutkan dengan kolom uraian naratif untuk soal nomor 2 sepanjang 3-5 kalimat.

Kegiatan 2: Analisis Dinamika Panca Maya Kosa dan Keberadaan Atman

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Diagram skema lapisan Panca Maya Kosa

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan konsep lima selubung tubuh (Panca Maya Kosa): Annamaya Kosa (lapisan sari makanan), Pranamaya Kosa (lapisan energi vital/napas), Manomaya Kosa (lapisan pikiran), Vijnanamaya Kosa (lapisan pengetahuan/kebijaksanaan), dan Anandamaya Kosa (lapisan kebahagiaan sejati).
  2. Lakukan telaah bersama teman sebangku mengenai bagaimana Atman menembus dan menghidupkan kelima lapisan tersebut.
  3. Jawab pertanyaan analisis kasus yang disajikan.

Pertanyaan:

1. Apabila diibaratkan lapisan kulit bawang yang membungkus inti terdalam (Atman), analisislah keterkaitan urutan lapisan Panca Maya Kosa dari yang paling kasar/luar hingga yang paling halus/dekat dengan Atman!

2. Analisislah situasi berikut: Seseorang memiliki organ tubuh fisik yang lengkap dan makanan cukup (Annamaya Kosa baik), namun apabila Pranamaya Kosa (daya napas) terhenti total dan Atman lepas dari tubuh, bagaimanakah nasib lapisan Manomaya dan Vijnanamaya Kosa pada orang tersebut di dunia nyata?

Kolom urutan berjenjang (skema tanda panah 5 tingkatan lapisan kosa) untuk nomor 1, dan kotak uraian penjelasan argumen kausalitas sebab-akibat untuk nomor 2.

Kegiatan 3: Analisis Kritis Hubungan Jiwa-Raga (Namarupa)

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas plano / lembar kerja kelompok
  • Spidol / pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan pernyataan mendalam dari ajaran Hindu: 'Atman, pikiran, dan badan raga merupakan satu kesatuan fungsional yang berinteraksi timbal balik; bila salah satu rusak berat, raga tidak dapat menjadi wahana Atman dengan sempurna.'
  2. Kaitkan analisis kalian mengenai perpaduan Jiwatman ('Nama') dan raga ('Rupa') dalam menentukan kehidupan makhluk.
  3. Selesaikan pertanyaan analisis, lanjutkan dengan menuliskan refleksi diri, serta ikuti ulasan penutup guru.

Pertanyaan:

1. Mengapa raga (badan wadag) diibaratkan seperti sebuah kereta atau kendaraan, sedangkan Atman diibaratkan sebagai kusir atau penumpang pemilik kereta? Analisislah hubungan ketergantungan peran di antara keduanya!

2. Berdasarkan hubungan Atman dan raga, analisislah mengapa merusak tubuh fisik secara sengaja bertentangan dengan pemahaman bahwa raga adalah wahana suci bagi Atman!

Lembar perumusan hasil diskusi kelompok (paragraf analitis 5-7 kalimat untuk masing-masing butir pertanyaan).

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis bahwa Atman adalah sumber hidup di dalam raga saya, bagaimana sikap saya terhadap kesehatan tubuh fisik dan kejernihan pikiran setiap hari?

2. Bagian mana dari hubungan antara lapisan raga (Tri Sarira / Panca Maya Kosa) dan Atman yang paling membuka pemahaman baru saya tentang makna kehidupan?

3. Apa komitmen nyata yang dapat saya lakukan sebagai wujud rasa syukur atas keberadaan Atman yang menghidupkan seluruh indria dan organ tubuh saya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.