LKPDPertemuan 5Bab 5Fase CSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Kerajaan Hindu di Bali

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Kerajaan Hindu di Bali". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Kerajaan Hindu di Bali

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 5 - Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Kerajaan Hindu di Bali

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikKerajaan Hindu di Bali
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan perkembangan agama Hindu di Bali beserta bukti peninggalannya seperti Candi Tebing Gunung Kawi.
  2. Murid dapat menjelaskan kesinambungan tradisi dan praktik keagamaan Hindu di Bali hingga saat ini sebagai warisan sejarah.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan — Kegiatan 1 dulu, lalu Kegiatan 2, kemudian Kegiatan 3.
  • Boleh berdiskusi dengan teman sebangku, tetapi tuliskan jawaban dengan kata-katamu sendiri.
  • Jika ada kata atau istilah yang belum kamu mengerti, tandai dengan pensil dan tanyakan kepada gurumu.
  • Gunakan pulpen atau pensil. Jika ada ruang gambar, boleh menggunakan pensil warna atau krayon.
  • LKPD ini milikmu — isi dengan jujur dan penuh semangat!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Sejarah: Mengenal Peninggalan Hindu di Bali

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas V
  • Pensil dan pulpen
  • Pensil warna atau krayon (opsional untuk soal gambar)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah teks pendek di bawah ini dengan cermat.
  2. Setelah membaca, amati gambar Candi Tebing Gunung Kawi yang tersedia di buku siswa halaman 130 (Gambar 5.17).
  3. Jawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dengan cara menggali informasi dari teks dan gambar.
  4. Untuk soal tabel, lengkapi setiap kolom yang tersedia.
  5. Waktu pengerjaan sekitar 20 menit.

Pertanyaan:

1. Kapan diperkirakan agama Hindu masuk ke Pulau Bali? Apa tanda atau bukti yang menunjukkan hal tersebut?

2. Lengkapi tabel berikut berdasarkan informasi yang kamu temukan dari teks dan gambar!

Ruang tabel jawaban

3. Candi Tebing Gunung Kawi adalah salah satu peninggalan yang sangat istimewa. Menurutmu, apa yang membuat candi ini berbeda dari candi-candi lain yang pernah kamu pelajari? Tuliskan pendapatmu!

4. Gambarlah secara sederhana bentuk Candi Tebing Gunung Kawi berdasarkan gambar yang kamu amati, lalu beri keterangan bagian-bagiannya!

Ruang gambar

Soal 1 dan 3: tulis uraian minimal 2 kalimat di kotak yang tersedia. Soal 2: isi tabel 4 kolom (Nama Peninggalan, Jenis Peninggalan, Lokasi, Fungsi/Makna) minimal 2 baris. Soal 4: gambar di kotak kosong berukuran 8x8 cm dan beri minimal 2 keterangan dengan tanda panah.

Kegiatan 2: Jelajah Waktu: Garis Waktu Perkembangan Hindu di Bali

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas V
  • Pulpen atau pensil
  • Penggaris (untuk membuat garis waktu yang rapi)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pada kegiatan ini, kamu akan membuat sebuah GARIS WAKTU (timeline) perkembangan agama Hindu di Bali.
  2. Baca kembali materi tentang Kerajaan Hindu di Bali dari buku siswa.
  3. Cari minimal 4 peristiwa atau fakta penting beserta tahun/abadnya.
  4. Tuliskan peristiwa-peristiwa itu secara berurutan dari yang paling awal hingga paling akhir.
  5. Setelah membuat garis waktu, jawab pertanyaan diskusi bersama kelompokmu (2–3 orang).
  6. Waktu pengerjaan sekitar 25 menit.

Pertanyaan:

1. Buatlah garis waktu (timeline) perkembangan agama Hindu di Bali! Tuliskan minimal 4 peristiwa penting beserta tahun atau abadnya pada garis waktu di bawah ini.

Ruang gambar

2. Berdiskusilah dengan kelompokmu: Dari semua peristiwa yang kamu tulis di garis waktu, peristiwa mana yang menurutmu paling penting? Mengapa? Tuliskan hasil diskusi kelompokmu!

3. Menurutmu, mengapa peninggalan-peninggalan kerajaan Hindu di Bali seperti prasasti dan candi sangat penting bagi kita yang hidup di zaman sekarang? Tuliskan pendapatmu dalam 3–4 kalimat!

Soal 1: isi garis waktu bergambar anak panah horizontal dengan kotak-kotak bertuliskan tahun/abad dan peristiwa, minimal 4 titik waktu. Soal 2: tulis hasil diskusi kelompok di kotak khusus bertuliskan 'Hasil Diskusi Kelompok', sertakan nama anggota kelompok. Soal 3: tulis uraian 3–4 kalimat di kotak yang tersedia.

Kegiatan 3: Dulu dan Sekarang: Tradisi Hindu Bali yang Terus Hidup

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pulpen atau pensil
  • Pensil warna atau krayon (untuk kartu warisan budaya)
  • Penggaris (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini mengajakmu berpikir tentang hubungan antara sejarah masa lalu dengan kehidupan sekarang.
  2. Baca dengan saksama pernyataan-pernyataan di bawah tentang tradisi dan praktik keagamaan Hindu yang masih ada di Bali saat ini.
  3. Kerjakan soal-soal secara mandiri terlebih dahulu, lalu bandingkan jawabanmu dengan teman.
  4. Pada bagian akhir, kamu akan membuat karya sederhana berupa 'Kartu Warisan Budaya'.
  5. Waktu pengerjaan sekitar 25 menit.

Pertanyaan:

1. Perhatikan dua kolom di bawah ini! Pasangkan tradisi/praktik keagamaan Hindu di Bali (kolom kiri) dengan penjelasannya (kolom kanan) dengan menarik garis atau menulis hurufnya!

Kolom Kiri:

  1. Odalan
  2. Ngaben
  3. Galungan dan Kuningan
  4. Pura

Kolom Kanan:

  1. Tempat suci umat Hindu di Bali untuk bersembahyang
    1. Upacara pembakaran jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir
    2. Hari raya untuk merayakan kemenangan dharma melawan adharma
    3. Upacara hari jadi atau anniversari sebuah pura

2. Tradisi dan praktik keagamaan Hindu di Bali sudah berlangsung ratusan tahun sejak zaman kerajaan. Menurutmu, apa saja yang membuat tradisi ini tetap terjaga hingga sekarang? Tuliskan minimal 2 alasan!

3. TANTANGAN KREATIF — Buat 'Kartu Warisan Budaya'!

Pilihlah SATU peninggalan atau tradisi Hindu Bali yang paling menarik bagimu. Lalu lengkapi kartu berikut:

  • Nama peninggalan/tradisi: ...
  • Gambar sederhana (boleh simbol atau sketsa): [kotak gambar]
  • Asal usul/sejarah singkat (2 kalimat): ...
  • Mengapa masih ada hingga sekarang (1–2 kalimat): ...
  • Pesanku untuk melestarikannya: ...
Ruang gambar

4. Jika kamu berkesempatan berkunjung ke Bali dan melihat langsung peninggalan kerajaan Hindu, apa yang ingin kamu lakukan atau pelajari di sana? Ceritakan dalam 3–4 kalimat!

Soal 1: hubungkan dengan garis atau tulis huruf pasangan di kotak kecil samping nomor. Soal 2: tulis uraian minimal 2 alasan dengan kalimat lengkap di kotak yang tersedia. Soal 3: isi semua bagian Kartu Warisan Budaya yang sudah dicetak di LKPD (kotak gambar 6x6 cm dan kotak teks untuk setiap poin). Soal 4: tulis cerita 3–4 kalimat di kotak yang tersedia.

REFLEKSI

1. Setelah mempelajari sejarah Hindu di Bali hari ini, hal baru apa yang paling membuatmu kagum atau terkejut? Mengapa hal itu berkesan bagimu?

2. Tradisi dan praktik keagamaan Hindu di Bali sudah bertahan ratusan tahun. Sebagai generasi muda, apa satu hal kecil yang bisa kamu lakukan untuk ikut menjaga warisan budaya tersebut?

3. Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kamu sukai? Apakah ada bagian yang masih terasa sulit atau membingungkan? Ceritakan!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.