LKPDPertemuan 3Bab 5Fase CSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Menceritakan Sejarah Perkembangan Agama Hindu pada Masa Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Menceritakan Sejarah Perkembangan Agama Hindu pada Masa Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Menceritakan Sejarah Perkembangan Agama Hindu pada Masa Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 5 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menceritakan Sejarah Perkembangan Agama Hindu pada Masa Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenceritakan Sejarah Perkembangan Agama Hindu pada Masa Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menceritakan sejarah perkembangan agama Hindu pada masa kerajaan Hindu di Kalimantan Timur dan Jawa Barat

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah doa belajar sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bekerjalah bersama teman kelompokmu dengan saling menghargai dan kompak.
  • Cermati setiap petunjuk dan rangkai cerita sejarah perkembangan agama Hindu di Kerajaan Kutai secara runtut.
  • Gunakan sumber bacaan pada Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu Kelas V halaman 110-112 atau ringkasan materi yang disediakan guru.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menyusun Urutan Jejak Sejarah Kerajaan Kutai

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu Kelas V
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah 4 peristiwa acak tentang sejarah Kerajaan Kutai di bawah ini: (A) Raja Mulawarman menghaturkan yajña 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana di lapangan suci Waprakeswara; (B) Berdirinya tiang batu bertulis (prasasti Yupa) berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta di tepi Sungai Mahakam; (C) Kudungga mendirikan kerajaan dan belum memeluk agama Hindu sebelum pengaruh budaya Weda meluas; (D) Asmawarman menjadi raja dan memulai silsilah keluarga penganut Hindu (Wangsakerta).
  2. Urutkan keempat peristiwa tersebut secara kronologis dari nomor urut 1 sampai 4 pada tabel yang tersedia.
  3. Tuliskan peristiwa sejarah tersebut secara berurutan agar menjadi alur awal perkembangan Hindu di Kalimantan Timur.

Pertanyaan:

1. Urutkan keempat peristiwa perkembangan agama Hindu pada Kerajaan Kutai (A, B, C, D) ke dalam tabel urutan waktu 1 hingga 4 dengan benar!

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 kolom: Kolom 1 (Urutan Waktu: 1, 2, 3, 4), Kolom 2 (Kode Huruf Peristiwa), Kolom 3 (Teks Peristiwa Sejarah Kerajaan Kutai).

Kegiatan 2: Melengkapi Peta Alur Cerita Kehidupan Agama Hindu di Kutai

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu Kelas V
  • Lembar Kerja Siswa

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan urutan peristiwa pada Kegiatan 1, kembangkan rincian alur cerita sejarah Kerajaan Kutai.
  2. Lengkapi 3 bagian alur cerita: Awal Perkembangan, Puncak Kejayaan & Keagamaan, dan Bukti Sejarah Tertulis.
  3. Diskusikan dengan teman kelompokmu lalu tuliskan kalimat penjelas pada bagan alur yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Ceritakan secara singkat bagaimana agama Hindu mulai berkembang pada silsilah raja Kerajaan Kutai dari masa Raja Kudungga ke Raja Asmawarman!

2. Ceritakan pelaksanaan kehidupan keagamaan Hindu pada masa puncak kejayaan Kerajaan Kutai di bawah pemerintahan Raja Mulawarman!

3. Ceritakan peranan peninggalan Prasasti Yupa sebagai bukti sejarah perkembangan agama Hindu di Kalimantan Timur!

Format isian 3 kotak terpisah: Kotak 1 untuk Cerita Awal Perkembangan Silsilah, Kotak 2 untuk Cerita Pelaksanaan Keagamaan Mulawarman, Kotak 3 untuk Cerita Bukti Prasasti Yupa.

Kegiatan 3: Menceritakan Utuh Sejarah Hindu di Kerajaan Kutai

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu Kelas V
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gabungkan urutan dan rincian yang sudah kamu buat pada Kegiatan 1 dan Kegiatan 2 menjadi sebuah narasi cerita yang utuh.
  2. Tuliskan naskah cerita sejarah Kerajaan Kutai dengan memuat 3 unsur penting: latar tempat & silsilah raja (Kudungga, Asmawarman, Mulawarman), pelaksanaan yadnya di Waprakeswara, serta bukti Yupa.
  3. Ceritakan narasi yang sudah ditulis secara lisan di depan kelas atau di dalam kelompok secara bergantian.

Pertanyaan:

1. Susun dan tuliskan cerita utuh sejarah perkembangan agama Hindu di Kerajaan Kutai (Kalimantan Timur) secara runtut dari awal berdiri, masa kejayaan keagamaan Mulawarman, hingga bukti tertulisnya!

2. Sampaikan cerita sejarah Kerajaan Kutai yang telah kamu tulis di hadapan teman kelompokmu secara bergiliran! Tuliskan nama teman yang menceritakan dan berikan catatan apakah ceritanya sudah memuat silsilah raja, pelaksanaan yadnya, dan prasasti Yupa.

Kolom 1: Lembar narasi cerita (1-2 paragraf runtut). Kolom 2: Lembar pengamatan teman sebaya (tabel 3 kolom: Nama Pencerita, Unsur Cerita yang Muncul, Catatan Isi Cerita).

REFLEKSI

1. Bagian mana dari cerita perkembangan agama Hindu di Kerajaan Kutai yang paling mudah kamu ingat dan ceritakan kembali?

2. Keteladanan apa dari sifat dermawan Raja Mulawarman yang dapat kamu ceritakan kepada keluarga atau temanmu dalam kehidupan sehari-hari?

3. Apakah kamu sudah dapat menceritakan kembali sejarah Kerajaan Kutai dengan alur yang runtut dari awal hingga masa keemasannya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.