LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Manggalaning Yajña: Syarat dan Unsur Keberhasilan Pelaksanaan Pañca Yajña
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Manggalaning Yajña: Syarat dan Unsur Keberhasilan Pelaksanaan Pañca Yajña". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Manggalaning Yajña: Syarat dan Unsur Keberhasilan Pelaksanaan Pañca Yajña
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 5
Bab 4 - Pertemuan 9
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C) Topik: Manggalaning Yajña: Syarat dan Unsur Keberhasilan Pelaksanaan Pañca Yajña INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Ayo Temukan Makna Manggalaning Yajña!Estimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Apa arti kata 'manggala' dan apa arti kata 'Yajña'? Gabungkan kedua arti tersebut menjadi satu pengertian Manggalaning Yajña dengan kalimatmu sendiri! 2. Lengkapi tabel berikut dengan menyebutkan nama unsur Manggalaning Yajña dan penjelasannya! (5 baris: Unsur ke-1 s.d. ke-5, kolom: No. | Nama Unsur | Penjelasan Singkat) Ruang tabel jawaban 3. Menurutmu, dari kelima unsur Manggalaning Yajña tersebut, unsur mana yang paling penting? Jelaskan alasanmu! Nomor 1: tulis uraian minimal 2 kalimat. Nomor 2: isi tabel 3 kolom (No. | Nama Unsur | Penjelasan Singkat) sebanyak 5 baris. Nomor 3: tulis uraian minimal 3 kalimat disertai alasan. Kegiatan 2: Ayo Amati dan Hubungkan dengan Kehidupan Nyata!Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Dari Situasi A dan Situasi B, manakah yang lebih mencerminkan pelaksanaan Pañca Yajña yang berhasil menurut Manggalaning Yajña? Jelaskan alasanmu! 2. Apa yang dimaksud dengan 'tulus ikhlas' dalam melaksanakan Pañca Yajña? Berikan satu contoh perilaku tulus ikhlas yang pernah kamu lakukan atau kamu lihat dalam kehidupan sehari-hari! 3. Mengapa kesucian hati penting dalam melaksanakan Pañca Yajña? Tuliskan pendapat kelompokmu dalam 3–4 kalimat! Nomor 1: tulis jawaban diskusi kelompok minimal 3 kalimat, sertakan perbandingan Situasi A dan B. Nomor 2: tulis 2 bagian — pengertian tulus ikhlas (1–2 kalimat) dan contoh nyata (1 kalimat). Nomor 3: tulis paragraf diskusi 3–4 kalimat. Kegiatan 3: Ayo Buat Peta Pikiran Manggalaning Yajña-ku!Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Gambarlah peta pikiranmu di ruang yang tersedia! Pastikan memuat 4 cabang utama: Pengertian, 5 Unsur Keberhasilan, Syarat Utama, dan Manfaat dalam Kehidupan. Ruang gambar 2. Setelah kamu menjelaskan peta pikiranmu kepada temanmu, tuliskan satu hal baru yang kamu pelajari dari teman atau satu hal yang ingin kamu tanyakan lebih lanjut! Nomor 1: gunakan ruang kotak besar (minimal setengah halaman) untuk menggambar peta pikiran dengan 4 cabang utama dan ranting-rantingnya. Boleh menggunakan pensil warna atau spidol. Nomor 2: tulis 2–3 kalimat di bawah peta pikiran. REFLEKSI1. Dari semua yang kamu pelajari hari ini tentang Manggalaning Yajña, unsur mana yang menurutmu paling sulit untuk kamu jalankan dalam kehidupan sehari-hari? Mengapa? 2. Pernahkah kamu melakukan sesuatu untuk orang lain atau untuk ibadah dengan hati yang tulus ikhlas? Bagaimana perasaanmu saat melakukannya dibandingkan saat melakukannya terpaksa? 3. Apa satu tekad atau kebiasaan baru yang ingin kamu mulai lakukan setelah mempelajari Manggalaning Yajña hari ini? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.