LKPDPertemuan 8Bab 4Fase CSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Pañca Yajña sebagai Wujud Ajaran Susila: Pengamalan Catur Guru melalui Yajña

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Pañca Yajña sebagai Wujud Ajaran Susila: Pengamalan Catur Guru melalui Yajña". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Pañca Yajña sebagai Wujud Ajaran Susila: Pengamalan Catur Guru melalui Yajña

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Pañca Yajña sebagai Wujud Ajaran Susila: Pengamalan Catur Guru melalui Yajña

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPañca Yajña sebagai Wujud Ajaran Susila: Pengamalan Catur Guru melalui Yajña
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran (individu, berpasangan, dan kelompok)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menghubungkan pelaksanaan Pañca Yajña dengan ajaran Catur Guru, khususnya sebagai bentuk bakti dan pengabdian tulus ikhlas kepada guru.
  2. Murid dapat menunjukkan contoh perilaku pelaksanaan Pañca Yajña dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud pengamalan nilai-nilai susila umat Hindu.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan teliti sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan — jangan melompat ke kegiatan berikutnya sebelum selesai.
  • Tulis namamu, kelas, dan tanggal pengerjaan di bagian atas LKPD ini.
  • Boleh berdiskusi dengan teman saat kegiatan diskusi, tetapi tulis jawabanmu sendiri dengan kata-katamu sendiri.
  • Jika ada kata atau istilah yang belum kamu pahami, tandai dan tanyakan kepada gurumu.
  • Kerjakan dengan jujur dan penuh semangat — ingat, Yajña yang tulus dimulai dari hati yang sungguh-sungguh!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Siapa Catur Guruku? Mengenal Empat Guru dalam Hidupku

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas V
  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan gambar atau ilustrasi empat tokoh berikut: seorang ibu dan ayah, seorang guru di sekolah, seorang pemimpin/presiden, dan simbol Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
  2. Bacalah penjelasan singkat tentang Catur Guru di bawah ini dengan cermat.
  3. Catur Guru terdiri dari empat guru: (1) Guru Rupaka — orang tua yang melahirkan dan membesarkan kita; (2) Guru Pengajian — guru yang mendidik kita di sekolah; (3) Guru Wisesa — pemerintah dan pemimpin negara yang mengayomi kita; (4) Guru Swadhyaya — Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Setelah membaca, kerjakan pertanyaan berikut secara individu.
  5. Isi tabel dan jawab pertanyaan uraian dengan lengkap.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut! Tuliskan nama bagian Catur Guru, siapa yang dimaksud, dan satu contoh jasa mereka dalam hidupmu.

Ruang tabel jawaban

2. Menurutmu, mengapa keempat guru tersebut sangat berjasa dalam hidupmu? Tuliskan jawabanmu dalam 2–3 kalimat.

3. Di antara keempat Catur Guru, tuliskan satu hal yang sudah pernah kamu lakukan untuk menunjukkan rasa terima kasihmu kepada salah satu dari mereka!

Pertanyaan no. 1: isi tabel 3 kolom (Nama Catur Guru | Siapa yang Dimaksud | Contoh Jasa dalam Hidupku) dengan 4 baris. Pertanyaan no. 2 dan 3: tulis uraian minimal 2 kalimat di ruang yang tersedia di bawah tabel.

Kegiatan 2: Yajñaku untuk Guruku — Menghubungkan Pañca Yajña dengan Catur Guru

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas V
  • Alat tulis
  • LKPD ini (hasil Kegiatan 1 sebagai referensi)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dikerjakan berpasangan bersama teman sebangkumu.
  2. Ingat kembali lima bagian Pañca Yajña: (1) Dewa Yajña — persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para Dewa; (2) Pitra Yajña — pengorbanan kepada leluhur dan orang tua; (3) Rsi Yajña — penghormatan kepada para Rsi dan guru; (4) Manusa Yajña — pengorbanan kepada sesama manusia; (5) Bhuta Yajña — persembahan kepada makhluk alam semesta.
  3. Baca juga kembali empat bagian Catur Guru dari Kegiatan 1.
  4. Bersama pasanganmu, diskusikan: jenis Pañca Yajña mana yang paling erat hubungannya dengan masing-masing Catur Guru? Boleh satu jenis Yajña berhubungan dengan lebih dari satu Guru.
  5. Tuliskan hasil diskusi kalian dalam tabel yang tersedia, lalu jawab pertanyaan diskusi berikutnya.
  6. Setelah selesai, satu pasang akan berbagi hasil diskusinya di depan kelas.

Pertanyaan:

1. Hubungkan setiap bagian Catur Guru dengan jenis Pañca Yajña yang paling sesuai! Tuliskan dalam tabel dan berikan alasannya.

Ruang tabel jawaban

2. Mengapa menurut kalian Yajña harus dilakukan dengan 'tulus ikhlas'? Apa bedanya Yajña yang tulus dengan Yajña yang hanya berpura-pura? Diskusikan dan tulis jawabanmu!

3. Bayangkan seorang murid bernama Made rajin membantu gurunya membawa buku dan selalu mengucapkan salam saat bertemu. Termasuk jenis Pañca Yajña apakah perilaku Made? Jelaskan hubungannya dengan Catur Guru!

Pertanyaan no. 1: isi tabel 3 kolom (Catur Guru | Jenis Pañca Yajña yang Sesuai | Alasan/Penjelasan) dengan 4 baris. Pertanyaan no. 2 dan 3: tulis uraian/hasil diskusi minimal 3 kalimat di ruang yang tersedia.

Kegiatan 3: Kartu Aksi Yajñaku — Merancang Perilaku Susila dalam Kehidupan Sehari-hari

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Pensil warna atau spidol (opsional, untuk menggambar di no. 2)
  • Buku siswa sebagai referensi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dikerjakan secara individu untuk merenungkan dan merancang tindakan nyata.
  2. Kamu akan membuat 'Kartu Aksi Yajñaku', yaitu sebuah rancangan perilaku Yajña yang bisa kamu lakukan setiap hari.
  3. Bacalah contoh perilaku Pañca Yajña dalam kehidupan sehari-hari berikut sebagai inspirasi: membantu ibu menyiapkan sarana upacara (Pitra Yajña), rajin sembahyang pagi dan sore (Dewa Yajña), mendengarkan penjelasan guru dengan saksama (Rsi Yajña), membantu teman yang kesusahan (Manusa Yajña), tidak membuang sampah sembarangan dan merawat tanaman (Bhuta Yajña).
  4. Sekarang, pikirkan 5 perilaku nyata yang BISA KAMU LAKUKAN mulai hari ini — satu untuk setiap jenis Pañca Yajña.
  5. Tulis rancanganmu pada Kartu Aksi Yajñaku di bawah ini.
  6. Kemudian, pilih SATU perilaku yang paling ingin kamu wujudkan dan gambarkan atau deskripsikan bagaimana kamu akan melakukannya.

Pertanyaan:

1. Isi Kartu Aksi Yajñaku berikut dengan rancangan perilaku Pañca Yajña yang akan kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari!

Ruang tabel jawaban

2. Dari kelima rencana di atas, pilih SATU yang paling ingin kamu lakukan. Gambarkan atau ceritakan dengan kalimatmu sendiri: apa yang akan kamu lakukan, kapan, dan mengapa kamu memilihnya!

Ruang gambar

3. Menurutmu, apakah perilaku-perilaku yang kamu tulis tadi termasuk nilai susila? Mengapa melaksanakan Yajña dalam kehidupan sehari-hari bisa disebut sebagai pengamalan nilai susila umat Hindu?

Pertanyaan no. 1: isi tabel 2 kolom (Jenis Pañca Yajña | Rencana Perilaku Nyataku) dengan 5 baris. Pertanyaan no. 2: sediakan kotak besar untuk menggambar atau menulis deskripsi (ukuran minimal 8x10 cm). Pertanyaan no. 3: tulis uraian minimal 3 kalimat di ruang yang tersedia.

REFLEKSI

1. Setelah belajar hari ini, hal baru apa yang kamu pahami tentang hubungan antara Pañca Yajña dan Catur Guru? Ceritakan dengan bahasamu sendiri!

2. Dari semua contoh perilaku Yajña yang sudah kamu pelajari dan rancang hari ini, mana yang menurutmu paling mudah kamu lakukan di rumah atau di sekolah? Mengapa?

3. Bagaimana perasaanmu ketika kamu membayangkan melakukan Yajña dengan tulus ikhlas kepada orang-orang yang berjasa dalam hidupmu? Apa tekadmu mulai hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.