LKPDPertemuan 7Bab 4Fase CSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Menjelaskan Tingkatan Pelaksanaan Pañca Yajña (Kanistha, Madhyama, dan Uttama)

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Menjelaskan Tingkatan Pelaksanaan Pañca Yajña (Kanistha, Madhyama, dan Uttama)".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Menjelaskan Tingkatan Pelaksanaan Pañca Yajña (Kanistha, Madhyama, dan Uttama)

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 4 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menjelaskan Tingkatan Pelaksanaan Pañca Yajña (Kanistha, Madhyama, dan Uttama)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenjelaskan Tingkatan Pelaksanaan Pañca Yajña (Kanistha, Madhyama, dan Uttama)
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menjelaskan tingkatan serta manfaat pelaksanaan Pañca Yajña dalam kehidupan sehari-hari

PETUNJUK UMUM

  • Awali kegiatan belajar dengan melafalkan doa belajar bersama bapak/ibu guru dan teman sekelas.
  • Baca teks dan cermati setiap instruksi kerja pada LKPD dengan teliti dan penuh kesadaran.
  • Bekerjasamalah secara aktif dan saling menghargai pendapat saat berdiskusi bersama teman.
  • Tuliskan penjelasan kalian dengan bahasa yang jelas, jujur, dan santun pada lembar kerja yang tersedia.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenal dan Menjelaskan Tiga Tingkatan Yajña

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas V
  • Alat tulis (pulpen/pensil)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan materi berikut: Pelaksanaan Pañca Yajña berdasarkan besar kecilnya upakara dikelompokkan menjadi 3 tingkatan, yaitu Kanistha (tingkatan nista/sederhana/kecil), Madhyama (tingkatan madya/sedang/menengah), dan Uttama (tingkatan utama/besar/lengkap). Masing-masing tingkatan ini dibagi lagi menjadi 3 sub-tingkatan sehingga berjumlah 9 tingkatan. Namun, yang terpenting dalam beryajña bukanlah besarnya biaya melainkan ketulusan hati, rasa bhakti, dan kemampuan diri tanpa memaksakan diri.
  2. Jawablah pertanyaan berikut untuk menjelaskan pemahaman kalian mengenai tingkatan-tingkatan pelaksanaan yajña tersebut.

Pertanyaan:

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tingkatan yajña Kanistha, Madhyama, dan Uttama berdasarkan besar kecilnya sarana upakara!

2. Lengkapi tabel 9 tingkatan yajña dengan menuliskan nama tingkatannya secara tepat!

Ruang tabel jawaban

3. Jelaskan mengapa pelaksanaan tingkatan yajña tidak boleh dipaksakan dan harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing umat!

Nomor 1 dan 3 dituliskan dalam bentuk paragraf uraian singkat pada kolom bergaris. Nomor 2 diisikan ke dalam tabel yang memuat 3 kolom (Tingkatan Utama, Sub-tingkatan, Nama Lengkap Pembagian).

Kegiatan 2: Menjelaskan Kesesuaian Tingkatan Yajña dalam Kehidupan Sehari-hari

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Diskusi Kelompok
  • Buku catatan dan pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok diskusi kecil beranggotakan 3-4 murid.
  2. Cermati dua cerita peristiwa pelaksanaan yajña berikut:
  3. Cerita A: Keluarga Wayan adalah keluarga petani sederhana. Saat Hari Raya Galungan, mereka menghaturkan canang sari, punjung nasi tumpeng sederhana, dupa, dan bunga segar dari pekarangan rumah dengan penuh rasa syukur dan ketulusan.
  4. Cerita B: Suatu desa adat menyelenggarakan upacara Karya Agung Ngenteg Linggih di Pura Kahyangan Desa yang dihadiri seluruh warga dengan sarana banten bebangkit, catur, dan wewalungan lengkap yang dipersiapkan secara gotong royong.
  5. Diskusikan bersama kelompok dan jelaskan analisis kalian mengenai tingkatan yajña pada kedua cerita tersebut.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Cerita A dan Cerita B, tentukan dan jelaskan tingkatan pelaksanaan yajña (Kanistha, Madhyama, atau Uttama) yang dilakukan serta alasan penentuannya!

2. Jelaskan apakah nilai ketulusan dan pahala yajña pada Cerita A lebih rendah dibandingkan Cerita B! Berikan alasan penjelasanmu!

Dituliskan pada lembar kerja kelompok dengan format hasil diskusi: memuat nama anggota kelompok, kolom identifikasi tingkatan cerita A & B beserta alasan, serta paragraf penjelasan perbandingan nilai ketulusan.

Kegiatan 3: Menjelaskan Manfaat Pelaksanaan Pañca Yajña

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Agama Hindu Kelas V
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingat kembali materi tentang manfaat pelaksanaan Pañca Yajña yang telah dipelajari bersama guru.
  2. Tuliskan penjelasan manfaat pelaksanaan Pañca Yajña dalam kehidupan sehari-hari secara mandiri.
  3. Setelah menyelesaikan tugas, jawablah pertanyaan refleksi pembelajaran di bagian akhir lembar kerja.

Pertanyaan:

1. Jelaskan 3 manfaat melaksanakan Pañca Yajña dalam kehidupan kita sehari-hari!

2. Jelaskan manfaat yang kamu rasakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari saat mempersembahkan yajña yang sederhana (seperti berdoa/tri sandhya atau menghaturkan canang sari)!

Dituliskan pada kotak jawaban bergaris yang disediakan secara mandiri.

REFLEKSI

1. Setelah mempelajari tingkatan yajña (Kanistha, Madhyama, Uttama), bagaimana sikapmu apabila melihat teman atau tetangga mempersembahkan yajña yang sangat sederhana?

2. Apa yang akan kamu lakukan agar pelaksanaan Pañca Yajña sederhana di rumahmu (seperti sembahyang dan membantu orang tua) dapat memberikan manfaat ketenangan bagi dirimu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.