LKPDPertemuan 1Bab 4Fase CSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Pengertian Pañca Yajña dan Hubungannya dengan Tiga Kerangka Dasar Agama Hindu

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Pengertian Pañca Yajña dan Hubungannya dengan Tiga Kerangka Dasar Agama Hindu". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Pengertian Pañca Yajña dan Hubungannya dengan Tiga Kerangka Dasar Agama Hindu

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Pengertian Pañca Yajña dan Hubungannya dengan Tiga Kerangka Dasar Agama Hindu

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPengertian Pañca Yajña dan Hubungannya dengan Tiga Kerangka Dasar Agama Hindu
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan arti Pañca Yajña sebagai lima macam pelaksanaan upacara korban suci yang dilakukan dengan tulus ikhlas.
  2. Murid dapat menjelaskan hubungan antara Pañca Yajña dengan tiga kerangka dasar agama Hindu (Tattwa, Susila, dan Acara).

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan dari Kegiatan 1 hingga Kegiatan 3.
  • Boleh berdiskusi dengan teman semeja, tetapi tuliskan jawabanmu sendiri dengan kata-katamu sendiri.
  • Gunakan pengetahuanmu dari membaca buku, mendengarkan penjelasan guru, dan pengalamanmu sehari-hari.
  • Jika ada kata yang belum kamu pahami, tandai dan tanyakan kepada gurumu.
  • Kerjakan dengan jujur dan penuh semangat — LKPD ini adalah milikmu untuk belajar lebih dalam!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Ayo Amati dan Temukan Makna Pañca Yajña!

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku teks Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5
  • Alat tulis (pensil/pena)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah teks pendek di bawah ini dengan seksama.
  2. Setelah membaca, jawab pertanyaan-pertanyaan yang tersedia.
  3. Untuk soal tabel, isilah setiap kolom dengan informasi yang tepat.
  4. Gunakan kata-katamu sendiri agar pemahamanmu lebih kuat.

Pertanyaan:

1. Teks Bacaan: "Sekar adalah anak Hindu yang rajin. Setiap pagi ia membantu ibunya menyiapkan canang untuk sembahyang. Ia melakukannya dengan senang hati dan tulus, tanpa merasa terpaksa. Gurunya mengatakan bahwa apa yang dilakukan Sekar adalah salah satu bentuk Pañca Yajña."

Berdasarkan cerita di atas, apa yang dimaksud dengan Pañca Yajña? Jelaskan dengan kata-katamu sendiri!

2. Kata 'Pañca Yajña' berasal dari dua kata Sansekerta. Isilah tabel berikut untuk menguraikan arti kedua kata tersebut!

Tabel: Kolom 1 = Kata, Kolom 2 = Artinya, Kolom 3 = Contoh dalam kehidupan sehari-hari
Baris 1: Pañca | ... | ...
Baris 2: Yajña | ... | ...

Ruang tabel jawaban

3. Mengapa Pañca Yajña harus dilakukan dengan 'tulus ikhlas'? Apa yang terjadi jika seseorang melakukan Yajña tetapi hatinya tidak tulus? Tuliskan pendapatmu!

Tulis jawaban nomor 1 dan 3 dalam bentuk paragraf singkat (3–5 kalimat). Untuk nomor 2, salin dan lengkapi tabel 3 kolom (Kata | Artinya | Contoh) di buku tugasmu.

Kegiatan 2: Ayo Jelajahi Tiga Kerangka Dasar Agama Hindu!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku teks Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5
  • Alat tulis
  • Kertas HVS atau buku tugas

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan diagram sederhana berikut: Agama Hindu berdiri di atas tiga kerangka dasar, yaitu Tattwa (filsafat/keyakinan), Susila (etika/perilaku baik), dan Acara (upacara/ritual).
  2. Bayangkan ketiga kerangka ini seperti tiga kaki sebuah tungku — jika satu kaki patah, tungku tidak bisa berdiri tegak.
  3. Baca penjelasan singkat tiap kerangka, lalu kerjakan tugas di bawah ini.
  4. Diskusikan pertanyaan diskusi bersama teman semejamu, lalu catat hasil diskusimu.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut tentang tiga kerangka dasar agama Hindu!

Tabel: Kolom 1 = Nama Kerangka, Kolom 2 = Artinya, Kolom 3 = Contoh dalam kehidupan sehari-hari
Baris 1: Tattwa | ... | ...
Baris 2: Susila | ... | ...
Baris 3: Acara | ... | ...

Ruang tabel jawaban

2. Di bawah ini terdapat beberapa contoh kegiatan. Tuliskan termasuk kerangka dasar manakah setiap kegiatan tersebut (Tattwa, Susila, atau Acara)!

  1. Merayakan Hari Raya Galungan dengan menghaturkan sesaji → ...
    1. Mempelajari bahwa Hyang Widhi Wasa ada di mana-mana (Wyapi Wyapaka) → ...
    2. Menghormati orang tua dan tidak berbohong → ...
    3. Melakukan persembahyangan Tri Sandhya setiap hari → ...
    4. Belajar tentang ajaran Karma Phala → ...

3. Diskusi Bersama: Menurutmu, mengapa ketiga kerangka dasar agama Hindu (Tattwa, Susila, Acara) harus dijalankan secara seimbang? Apa yang bisa terjadi jika seseorang hanya menjalankan salah satunya saja? Ceritakan hasil diskusimu!

Untuk nomor 1, salin dan lengkapi tabel 3 kolom (Nama Kerangka | Artinya | Contoh). Untuk nomor 2, tulis jawaban berupa huruf dan nama kerangka dasarnya. Untuk nomor 3, tulis hasil diskusi dalam bentuk paragraf (4–6 kalimat) dan cantumkan nama teman diskusimu.

Kegiatan 3: Ayo Hubungkan dan Buat Peta Pikiran Pañca Yajña!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS ukuran A4 (1 lembar per murid)
  • Pensil warna atau spidol (opsional)
  • Penggaris
  • Buku teks Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pada kegiatan ini, kamu akan membuat sebuah Peta Pikiran (Mind Map) sederhana yang menunjukkan hubungan antara Pañca Yajña dan tiga kerangka dasar agama Hindu.
  2. Di tengah peta pikiran, tuliskan 'PAÑCA YAJÑA'.
  3. Buat tiga cabang utama: Tattwa, Susila, dan Acara.
  4. Pada setiap cabang, tuliskan bagaimana Pañca Yajña berhubungan dengan kerangka dasar tersebut beserta satu contoh nyata.
  5. Hiasi peta pikiranmu agar menarik — boleh diberi warna atau gambar kecil!
  6. Setelah selesai, jawab pertanyaan uraian di bawah berdasarkan peta pikiranmu.

Pertanyaan:

1. Buatlah Peta Pikiran (Mind Map) yang menghubungkan Pañca Yajña dengan tiga kerangka dasar agama Hindu (Tattwa, Susila, Acara). Setiap cabang harus memuat: (a) penjelasan singkat hubungannya, dan (b) satu contoh kegiatan Yajña yang berkaitan.

Ruang gambar

2. Berdasarkan peta pikiranmu, jelaskan dengan kata-katamu sendiri: bagaimana Pañca Yajña menjadi jembatan yang menghubungkan ketiga kerangka dasar agama Hindu dalam kehidupan sehari-hari?

3. Tantangan Refleksi: Dari lima macam Yajña, manakah yang paling sering kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari? Ceritakan satu contoh nyata dan hubungkan dengan kerangka dasar agama Hindu yang paling terasa dalam kegiatan tersebut!

Untuk nomor 1, gambarlah Peta Pikiran pada kertas HVS atau halaman kosong di buku tugasmu — gunakan pensil warna atau spidol jika ada. Untuk nomor 2 dan 3, tulis jawaban dalam bentuk paragraf (minimal 4 kalimat per nomor) di bawah peta pikiranmu.

REFLEKSI

1. Setelah belajar hari ini, apa hal baru yang paling menarik yang kamu pelajari tentang Pañca Yajña? Mengapa hal tersebut menarik bagimu?

2. Apakah ada kegiatan sehari-harimu yang sekarang kamu sadari merupakan bagian dari Pañca Yajña? Ceritakan dan jelaskan kerangka dasar agama Hindu mana yang paling terasa dalam kegiatan itu!

3. Bagaimana perasaanmu saat melakukan suatu kebaikan atau persembahan dengan tulus ikhlas dibandingkan dengan terpaksa? Apa perbedaan yang kamu rasakan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.