LKPDPertemuan 4Bab 3Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Mencontohkan Perilaku Pengamalan Tahapan Wanaprastha dan Bhiksuka dalam Kehidupan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Mencontohkan Perilaku Pengamalan Tahapan Wanaprastha dan Bhiksuka dalam Kehidupan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Mencontohkan Perilaku Pengamalan Tahapan Wanaprastha dan Bhiksuka dalam Kehidupan

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 3 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Mencontohkan Perilaku Pengamalan Tahapan Wanaprastha dan Bhiksuka dalam Kehidupan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMencontohkan Perilaku Pengamalan Tahapan Wanaprastha dan Bhiksuka dalam Kehidupan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mencontohkan perilaku pengamalan tahapan Gṛhaṣtha, Wanaprastha, dan Bhiksuka dalam kehidupan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah doa belajar sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Tuliskan nama lengkap dan nomor absen pada lembar LKPD yang telah disediakan.
  • Cermati setiap instruksi tugas dengan saksama dan teliti.
  • Kerjakan tugas secara mandiri maupun bersama teman sesuai petunjuk pada tiap bagian.
  • Tanyakan kepada guru apabila terdapat petunjuk yang kurang dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan dan Mengelompokkan Contoh Perilaku Asrama

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5
  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah 6 kartu pernyataan perilaku berikut ini: (1) Ayah dan ibu bekerja giat untuk membiayai kebutuhan sekolah anak serta membina kerukunan rumah tangga; (2) Kakek mulai menyerahkan urusan pekerjaan sawah kepada paman dan lebih banyak meluangkan waktu membaca kitab suci Weda di rumah; (3) Seorang rohaniwan suci berkeliling memberikan bimbingan darma tanpa memikirkan harta benda maupun kekayaan pribadi; (4) Ibu dan ayah menyiapkan upacara yadnya serta mendidik anak-anak agar berperilaku santun; (5) Nenek aktif dalam kegiatan sosial keagamaan di wantilan desa dan menjauhkan diri dari perdebatan keduniawian; (6) Seorang pertapa suci mengendalikan hawa nafsu dan Sad Ripu demi mencapai ketenangan rohani sejati.
  2. Kelompokkan setiap nomor pernyataan perilaku tersebut ke dalam tahapan yang tepat: Gṛhaṣtha, Wanaprastha, atau Bhiksuka pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan 6 pernyataan perilaku di atas, tuliskan nomor pernyataan dan contoh perilaku singkatnya ke dalam kolom tahapan Asrama yang tepat!

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 kolom: Kolom 1 'Tahapan Asrama' (Baris: Gṛhaṣtha, Wanaprastha, Bhiksuka), Kolom 2 'Nomor Pernyataan', Kolom 3 'Uraian Singkat Contoh Perilaku'.

Kegiatan 2: Mencontohkan Perilaku Wanaprastha dan Bhiksuka di Era Masa Kini

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingat kembali bahwa pelaksanaan Wanaprastha pada zaman sekarang tidak harus menyepi ke hutan, melainkan menata ketenangan batin, mengurangi ikatan duniawi, dan berbuat kebajikan.
  2. Ingat pula bahwa tahapan Bhiksuka berfokus pada kesucian diri, mengabdi sepenuhnya pada Hyang Widhi, dan terbebas dari ikatan keduniawian serta menundukkan Sad Ripu.
  3. Tuliskan masing-masing 2 contoh perilaku konkret dalam kehidupan sehari-hari untuk tahapan Wanaprastha dan tahapan Bhiksuka pada kolom yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Tuliskan 2 contoh perilaku nyata seseorang yang mengamalkan tahapan Wanaprastha dalam kehidupan masyarakat saat ini!

2. Tuliskan 2 contoh perilaku nyata seorang rohaniwan/seseorang yang mengamalkan tahapan Bhiksuka (Sanyasin) dalam kehidupan!

Kolom isian bergaris untuk jawaban nomor 1 (2 butir contoh Wanaprastha) dan nomor 2 (2 butir contoh Bhiksuka).

Kegiatan 3: Membedakan dan Mencontohkan Perilaku Tiga Tahapan Asrama

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja kelompok/pasangan
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bekerjalah berpasangan dengan teman sebangkumu.
  2. Diskusikan situasi kehidupan yang membedakan fokus pengamalan Gṛhaṣtha, Wanaprastha, dan Bhiksuka.
  3. Tuliskan satu contoh tindakan nyata pada masing-masing tahapan ketika menghadapi urusan harta/nafkah keluarga, kemudian sampaikan hasilnya secara singkat di depan kelas (termasuk kegiatan refleksi dan penutup).

Pertanyaan:

1. Lengkapilah perbandingan contoh perilaku mengenai urusan harta/pekerjaan duniawi pada ketiga tahapan berikut: (a) Contoh tindakan pada masa Gṛhaṣtha, (b) Contoh tindakan pada masa Wanaprastha, dan (c) Contoh tindakan pada masa Bhiksuka!

Tabel perbandingan 3 baris: Baris (a) Gṛhaṣtha, Baris (b) Wanaprastha, Baris (c) Bhiksuka dengan kolom uraian tindakan terhadap urusan harta/pekerjaan duniawi.

REFLEKSI

1. Apakah kamu sudah dapat membedakan contoh perilaku orang pada masa berumah tangga (Gṛhaṣtha), masa persiapan pelepasan (Wanaprastha), dan masa pelepasan ikatan total (Bhiksuka)?

2. Perilaku baik apa dari pengamalan Wanaprastha atau Bhiksuka (seperti suka menolong sesama, mengendalikan amarah, atau rajin bersembahyang) yang dapat kamu teladani dalam keseharianmu sebagai murid?

3. Bagian kegiatan mana yang paling membantumu memahami contoh-contoh perilaku pengamalan Catur Asrama hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.