LKPDPertemuan 5Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Panca Tan Matra dan Hubungannya dengan Panca Mahabhuta

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Panca Tan Matra dan Hubungannya dengan Panca Mahabhuta". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Panca Tan Matra dan Hubungannya dengan Panca Mahabhuta

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Panca Tan Matra dan Hubungannya dengan Panca Mahabhuta

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPanca Tan Matra dan Hubungannya dengan Panca Mahabhuta
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan bagian-bagian Panca Tan Matra sebagai unsur halus pembentuk alam semesta menurut ajaran agama Hindu dengan benar.
  2. Murid dapat menjelaskan hubungan antara Panca Tan Matra dan Panca Mahabhuta dalam ajaran agama Hindu secara tepat.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan teliti sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan dari Kegiatan 1 sampai Kegiatan 3.
  • Boleh berdiskusi dengan teman, namun jawaban akhir ditulis dengan kalimatmu sendiri.
  • Gunakan buku pelajaranmu sebagai sumber referensi jika diperlukan.
  • Jika ada yang kurang jelas, tanyakan kepada guru — jangan ragu untuk bertanya!
  • Tulis namamu, kelas, dan tanggal di sudut kanan atas lembar ini sebelum mulai.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenal Panca Tan Matra: Lima Benih Halus Alam Semesta

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku teks Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5
  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah teks berikut dengan seksama: 'Alam semesta yang kita lihat ini, sesungguhnya berasal dari sesuatu yang sangat halus dan tidak kasat mata. Dalam ajaran agama Hindu, lima unsur halus itu disebut Panca Tan Matra. Kata Panca berarti lima, dan Tan Matra berarti unsur halus atau benih. Jadi, Panca Tan Matra adalah lima benih halus yang menjadi asal-usul segala sesuatu di alam semesta.'
  2. Perhatikan tabel Panca Tan Matra di bawah ini. Beberapa kolom sengaja dikosongkan.
  3. Lengkapi tabel tersebut berdasarkan informasi dari buku pelajaranmu.
  4. Setelah mengisi tabel, jawab pertanyaan uraian yang tersedia.
  5. Kerjakan secara mandiri terlebih dahulu, baru boleh cek dengan teman sebangku.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut! Isilah kolom 'Arti/Makna' dan 'Contoh di Alam (Bhuana Agung)' untuk setiap bagian Panca Tan Matra.

No.Nama Panca Tan MatraArti/MaknaContoh di Alam (Bhuana Agung)
1Sabda Tan Matra......
2Sparsa Tan Matra......
3Rupa Tan Matra......
4Rasa Tan Matra......
5Gandha Tan Matra......

2. Mengapa Panca Tan Matra disebut 'unsur halus'? Jelaskan dengan bahasamu sendiri!

3. Di antara lima bagian Panca Tan Matra, manakah yang menurutmu paling mudah kamu rasakan dalam kehidupan sehari-hari? Tuliskan alasanmu!

Tabel 5 baris × 4 kolom untuk nomor 1. Paragraf singkat minimal 2 kalimat untuk nomor 2 dan 3.

Kegiatan 2: Menjelajahi Hubungan Panca Tan Matra dan Panca Mahabhuta

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku teks Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5
  • Alat tulis
  • Penggaris (opsional, untuk menarik garis pasangan)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan diagram panah di bawah ini yang menggambarkan hubungan antara Panca Tan Matra dan Panca Mahabhuta.
  2. Baca keterangan singkat: 'Panca Tan Matra adalah unsur halus yang kemudian berkembang dan membentuk Panca Mahabhuta — lima unsur kasar pembentuk alam semesta. Setiap satu Tan Matra berhubungan dengan satu Mahabhuta.'
  3. Pasangkan setiap Panca Tan Matra dengan Panca Mahabhuta yang sesuai pada soal nomor 1.
  4. Kemudian, lengkapi tabel perbandingan pada soal nomor 2.
  5. Untuk soal nomor 3, diskusikan bersama kelompokmu (2–3 orang), lalu tuliskan hasil diskusi.

Pertanyaan:

1. Hubungkan (pasangkan) setiap Panca Tan Matra di kolom kiri dengan Panca Mahabhuta di kolom kanan yang sesuai! Tariklah garis atau tuliskan huruf pasangannya.

Kolom Kiri (Panca Tan Matra):

  1. Sabda Tan Matra
    1. Sparsa Tan Matra
    2. Rupa Tan Matra
    3. Rasa Tan Matra
    4. Gandha Tan Matra

Kolom Kanan (Panca Mahabhuta):

  1. Pertiwi (unsur padat)
  2. Apah (unsur cair)
  3. Teja (unsur panas)
  4. Bayu (unsur udara)
  5. Akasa (ether/ruang)

2. Lengkapi tabel perbandingan berikut untuk menunjukkan hubungan Panca Tan Matra dan Panca Mahabhuta pada Bhuana Agung (alam besar) dan Bhuana Alit (alam kecil/tubuh manusia)!

Panca Tan MatraPanca MahabhutaWujud di Bhuana AgungWujud di Bhuana Alit
Sabda Tan MatraAkasa......
Sparsa Tan MatraBayu......
Rupa Tan MatraTeja......
Rasa Tan MatraApah......
Gandha Tan MatraPertiwi......

3. Diskusikan dengan kelompokmu: Apa yang dimaksud dengan 'Panca Mahabhuta muncul dari Panca Tan Matra'? Buatlah 1 analogi (perumpamaan) sederhana dari kehidupan sehari-hari untuk menjelaskan hubungan tersebut, lalu tuliskan hasil diskusi kelompokmu!

Soal 1: tuliskan pasangan huruf dan angka (contoh: A–5). Soal 2: tabel 5 baris × 4 kolom. Soal 3: paragraf hasil diskusi kelompok, minimal 3 kalimat, sertakan nama anggota kelompok.

Kegiatan 3: Aku dan Alam Semesta: Membuat Peta Konsep Mini

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Pensil warna atau spidol (opsional, untuk mempercantik peta konsep)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pada kegiatan ini, kamu akan membuat sebuah Peta Konsep Mini yang menggambarkan Panca Tan Matra, Panca Mahabhuta, dan hubungannya.
  2. Perhatikan contoh bentuk peta konsep: tulis 'Panca Tan Matra' di tengah, lalu buat cabang ke lima bagiannya, kemudian hubungkan setiap bagian ke Panca Mahabhuta yang sesuai dengan tanda panah.
  3. Beri label pada setiap tanda panah dengan kata 'membentuk' atau 'melahirkan'.
  4. Setelah selesai membuat peta konsep, jawab dua pertanyaan refleksi-aplikasi di bawahnya.
  5. Kamu boleh menambahkan warna atau gambar kecil agar peta konsepmu lebih menarik!

Pertanyaan:

1. Buatlah Peta Konsep Mini yang menunjukkan: (a) lima bagian Panca Tan Matra, (b) lima bagian Panca Mahabhuta, dan (c) hubungan antara keduanya menggunakan tanda panah berlabel 'membentuk'. Gunakan ruang gambar yang tersedia di bawah ini!

Ruang gambar

2. Menurutmu, mengapa penting bagi umat Hindu untuk memahami bahwa tubuh manusia (Bhuana Alit) tersusun dari unsur-unsur yang sama dengan alam semesta (Bhuana Agung)? Tuliskan pendapatmu dalam 2–3 kalimat!

3. Bayangkan kamu sedang berada di tepi pantai. Sebutkan minimal 3 unsur Panca Mahabhuta yang bisa kamu temukan di sana dan jelaskan bagaimana kamu merasakannya!

Soal 1: kotak/ruang gambar kosong berukuran minimal 10×15 cm untuk peta konsep. Soal 2 dan 3: garis-garis jawaban untuk 2–4 kalimat per soal.

REFLEKSI

1. Hal baru apa yang paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang Panca Tan Matra dan Panca Mahabhuta? Mengapa hal itu membuatmu penasaran?

2. Setelah belajar bahwa tubuhmu tersusun dari unsur-unsur yang sama dengan alam semesta, apa yang ingin kamu lakukan untuk lebih menjaga alam di sekitarmu?

3. Adakah bagian materi hari ini yang masih membuatmu bingung? Jika ada, tuliskan pertanyaanmu agar bisa dibahas bersama guru!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.