LKPDPertemuan 6Bab 4Fase BSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengidentifikasi Tempat Suci Agama Hindu Sesuai Kearifan Lokal di Kalimantan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Mengidentifikasi Tempat Suci Agama Hindu Sesuai Kearifan Lokal di Kalimantan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengidentifikasi Tempat Suci Agama Hindu Sesuai Kearifan Lokal di Kalimantan

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 4 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengidentifikasi Tempat Suci Agama Hindu Sesuai Kearifan Lokal di Kalimantan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengidentifikasi Tempat Suci Agama Hindu Sesuai Kearifan Lokal di Kalimantan
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal di Kalimantan dan Sulawesi

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Tuliskan nama lengkap dan nomor presensi pada lembar kerja.
  • Bacalah instruksi pada setiap aktivitas dengan cermat.
  • Gunakan informasi materi tempat suci kearifan lokal di Kalimantan dan Sulawesi untuk menyelesaikan tugas.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenal Tempat Suci Hindu di Kalimantan (Balai Basarah)

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 4
  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks deskripsi singkat tentang Balai Basarah di Kalimantan berikut:
  2. Balai Basarah atau Balai Rahan adalah tempat suci pemujaan umat Hindu Kaharingan di Kalimantan (khususnya Kalimantan Tengah). Bangunan ini berbentuk rumah panggung khas Dayak dengan ornamen ukiran tradisional. Balai Basarah difungsikan sebagai tempat ibadah bersama (Basarah), memanjatkan doa kepada Ranying Hatalla Langit (Tuhan Yang Maha Esa), serta melaksanakan upacara keagamaan.
  3. Identifikasi nama, daerah asal, bentuk, dan fungsi tempat suci tersebut pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teks pengantar, lengkapi tabel identifikasi tempat suci Hindu kearifan lokal di Kalimantan berikut!

Ruang tabel jawaban

2. Siapakah sebutan Tuhan Yang Maha Esa yang dipuja oleh umat Hindu di Kalimantan melalui Balai Basarah?

Tabel 4 baris isian: 1. Nama Tempat Suci: [ ... ], 2. Daerah Asal: [ ... ], 3. Ciri Bentuk Bangunan: [ ... ], 4. Fungsi Utama: [ ... ]. Serta 1 baris isian singkat untuk pertanyaan nomor 2.

Kegiatan 2: Membandingkan Tempat Suci Hindu di Kalimantan dan Sulawesi

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Kelas 4
  • Pena/pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan informasi mengenai tempat suci Hindu di Sulawesi berikut:
  2. Di Sulawesi, umat Hindu Tolotang memiliki tempat suci kearifan lokal yang disebut Kekke / Bulu Labbepang (tempat suci pemujaan leluhur dan Dewata SeuwaE di Sulawesi Selatan), dan terdapat pula Pura-pura khas seperti Pura Agung Jagatnatha Giri Kencana di Sulawesi. Bangunan tempat suci kearifan lokal di Sulawesi mencerminkan arsitektur suku Bugis/Toraja/daerah setempat yang difungsikan untuk memuja Tuhan Yang Maha Esa dan leluhur.
  3. Lakukan identifikasi persamaan dan perbedaan tempat suci Hindu di Kalimantan (Balai Basarah) dengan tempat suci di Sulawesi dengan mencocokkan unsur nama, daerah, serta fungsi pemujaannya.

Pertanyaan:

1. Pasangkan pernyataan di kolom A dengan nama tempat suci/daerah yang sesuai di kolom B!
Kolom A:

  1. Tempat suci Hindu kearifan lokal masyarakat Kaharingan di Kalimantan.
  2. Sebutan pemujaan tempat suci kearifan lokal suku Bugis Tolotang di Sulawesi Selatan.
  3. Fungsi utama dari Balai Basarah di Kalimantan dan tempat suci di Sulawesi.

Kolom B pilihan: [A. Balai Basarah, B. Kekke / Bulu Labbepang, C. Tempat bersembahyang memuja Tuhan Yang Maha Esa].

2. Berdasarkan hasil pengamatanmu, sebutkan 1 persamaan utama antara tempat suci Hindu di Kalimantan dan di Sulawesi!

Format mencocokkan nomor 1-3 dengan pilihan huruf A-C, dan kolom uraian 2-3 baris untuk menuliskan persamaan fungsi tempat suci.

Kegiatan 3: Mengklasifikasikan Ciri Khas Tempat Suci Kearifan Lokal

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan daftar ciri-ciri tempat suci berikut: (1) Balai Basarah, (2) Berbentuk rumah panggung ornamen Dayak, (3) Tempat ibadah umat Hindu Kaharingan, (4) Mengakomodasi kearifan budaya Sulawesi (Tolotang/Toraja), (5) Tempat persembahyangan kepada Tuhan.
  2. Kelompokkan ciri-ciri di atas ke dalam kolom klasifikasi tempat suci Kalimantan atau Sulawesi yang tepat!

Pertanyaan:

1. Tentukan nomor mana saja dari daftar ciri-ciri di atas yang secara khusus merupakan ciri khas tempat suci di Kalimantan!

2. Tentukan nomor mana dari daftar ciri-ciri di atas yang merupakan ciri tempat suci di Sulawesi!

3. Sebutkan nomor ciri yang berlaku untuk kedua wilayah (baik Kalimantan maupun Sulawesi)!

Format isian angka pada 3 baris klasifikasi terpisah.

REFLEKSI

1. Apa nama tempat suci Hindu khas Kalimantan yang kamu pelajari hari ini dan bagaimana bentuk bangunannya?

2. Apa persamaan terpenting antara tempat suci Hindu di Kalimantan dan di Sulawesi yang kamu temukan?

3. Bagian mana dari kegiatan mengidentifikasi tempat suci tadi yang paling kamu sukai?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.