LKPDPertemuan 5Bab 3Fase BSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 4: Menunjukkan Contoh Perbuatan yang Mencerminkan Ajaran Catur Paramitha untuk Menghindari Asubha Karma

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Menunjukkan Contoh Perbuatan yang Mencerminkan Ajaran Catur Paramitha untuk Menghindari Asubha Karma".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 4: Menunjukkan Contoh Perbuatan yang Mencerminkan Ajaran Catur Paramitha untuk Menghindari Asubha Karma

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 3 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menunjukkan Contoh Perbuatan yang Mencerminkan Ajaran Catur Paramitha untuk Menghindari Asubha Karma

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenunjukkan Contoh Perbuatan yang Mencerminkan Ajaran Catur Paramitha untuk Menghindari Asubha Karma
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menunjukkan contoh perbuatan yang mencerminkan ajaran Catur Paramitha untuk menghindari asubha karma

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah setiap petunjuk dan cerita ilustrasi dengan saksama.
  • Kerjakan tugas secara mandiri atau bersama teman sesuai arahan gurumu.
  • Tanyakan kepada guru apabila ada instruksi yang belum kamu pahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Pasangan Catur Paramitha Penangkal Asubha Karma

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku tulis
  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan 4 bagian ajaran Catur Paramitha: Maitri (lemah lembut/berteman), Karuna (belas kasih), Mudita (simpati/turut bergembira), dan Upeksa (toleransi/tidak mudah tersinggung).
  2. Baca daftar perbuatan baik yang disajikan.
  3. Tunjukkan bagian Catur Paramitha yang tepat untuk setiap perbuatan tersebut dengan cara mencocokkannya ke dalam tabel.

Pertanyaan:

1. Perbuatan 1: Menghibur teman yang sedang sedih karena kehilangan pensil dan meminjamkannya pensil cadangan agar terhindar dari sifat acuh tak acuh. Bagian Catur Paramitha manakah yang ditunjukkan?

2. Perbuatan 2: Mengucapkan selamat dan merasa gembira ketika teman sekelas mendapat nilai bagus agar terhindar dari rasa iri hati. Bagian Catur Paramitha manakah yang ditunjukkan?

3. Perbuatan 3: Berbicara ramah dan menyapa teman dengan sopan saat berpapasan agar terhindar dari pertengkaran dan perkataan kasar. Bagian Catur Paramitha manakah yang ditunjukkan?

4. Perbuatan 4: Tetap tenang, tidak membalas dendam, dan memaafkan saat tidak sengaja tersenggol teman saat bermain agar terhindar dari kemarahan. Bagian Catur Paramitha manakah yang ditunjukkan?

Tuliskan nama bagian Catur Paramitha (Maitri / Karuna / Mudita / Upeksa) di samping nomor pertanyaan pada lembar kertas yang tersedia.

Kegiatan 2: Memilah Perbuatan Baik (Catur Paramitha) vs Perbuatan Tidak Baik (Asubha Karma)

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Penggaris dan pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah daftar perbuatan dalam kehidupan sehari-hari berikut.
  2. Beri tanda centang (✓) pada kolom 'Catur Paramitha' jika perbuatan itu mencerminkan Catur Paramitha, atau pada kolom 'Asubha Karma' jika perbuatan itu adalah perbuatan buruk yang harus dihindari.
  3. Untuk perbuatan yang mencerminkan Catur Paramitha, tunjukkan bagian ajarannya (Maitri, Karuna, Mudita, atau Upeksa).

Pertanyaan:

1. Tunjukkan klasifikasi dan bagian Catur Paramitha untuk butir berikut: (A) Mengejek teman yang terpeleset di halaman sekolah; (B) Membagi bekal makanan kepada teman yang lupa membawa makan siang; (C) Iri hati dan cemberut ketika teman terpilih menjadi ketua kelas; (D) Menjenguk teman sekelas yang sedang sakit; (E) Memaafkan teman yang tidak sengaja menumpahkan air di meja belajar.

Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 4 kolom berikut:
Kolom 1: No / Pernyataan
Kolom 2: Catur Paramitha (centang ✓)
Kolom 3: Asubha Karma (centang ✓)
Kolom 4: Bagian Catur Paramitha (Maitri/Karuna/Mudita/Upeksa jika centang Catur Paramitha)

Kegiatan 3: Menunjukkan Solusi Catur Paramitha dalam Situasi Nyata

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja siswa
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah situasi peristiwa sehari-hari berikut.
  2. Diskusikan bersama teman sebangkumu atau pikirkan secara mandiri.
  3. Tunjukkan 1 contoh perbuatan nyata berlandaskan ajaran Catur Paramitha yang dapat dilakukan untuk menghindari perbuatan asubha karma pada situasi tersebut.

Pertanyaan:

1. Situasi A: Saat bermain bola di lapangan, Wayan diejek oleh teman dari kelas lain karena tendangannya meleset. Tunjukkan contoh perbuatan yang mencerminkan ajaran Upeksa agar Wayan terhindar dari perbuatan asubha karma (berkelahi/membalas mengejek)!

2. Situasi B: Made melihat temannya yang bernama Ketut bersorak gembira karena memenangkan lomba membaca sloka, padahal Made juga ikut lomba itu namun belum juara. Tunjukkan contoh perbuatan yang mencerminkan ajaran Mudita agar Made terhindar dari asubha karma (iri hati/dengki)!

Tuliskan jawaban uraian berupa kalimat tindakan nyata pada kolom jawaban Situasi A dan Situasi B.

REFLEKSI

1. Dari keempat bagian ajaran Catur Paramitha (Maitri, Karuna, Mudita, Upeksa), contoh perbuatan mana yang paling sering kamu tunjukkan kepada temanmu di sekolah?

2. Ketika kamu merasa kesal atau ingin marah kepada orang lain, perbuatan apa yang akan kamu tunjukkan agar terhindar dari perbuatan buruk (asubha karma)?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.