LKPDPertemuan 2Bab 3Fase BSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 4: Menunjukkan Contoh Perbuatan yang Mencerminkan Ajaran Tri Parartha untuk Menghindari Asubha Karma

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Menunjukkan Contoh Perbuatan yang Mencerminkan Ajaran Tri Parartha untuk Menghindari Asubha Karma".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 4: Menunjukkan Contoh Perbuatan yang Mencerminkan Ajaran Tri Parartha untuk Menghindari Asubha Karma

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 3 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menunjukkan Contoh Perbuatan yang Mencerminkan Ajaran Tri Parartha untuk Menghindari Asubha Karma

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenunjukkan Contoh Perbuatan yang Mencerminkan Ajaran Tri Parartha untuk Menghindari Asubha Karma
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menunjukkan contoh perbuatan yang mencerminkan ajaran Tri Parartha untuk menghindari asubha karma

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai mengerjakan lembar kerja ini.
  • Tuliskan nama lengkap dan nomor presensi pada lembar kerjamu.
  • Bacalah setiap petunjuk dan cerita ilustrasi dengan saksama.
  • Tunjukkan contoh-contoh perbuatan yang mencerminkan ajaran Tri Parartha (Asih, Punya, Bhakti) untuk menghindari asubha karma pada kegiatan yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mendeteksi Bagian Tri Parartha dalam Cerita Keseharian

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah secara cermat teks peristiwa tentang suasana di lingkungan sekolah berikut ini.
  2. Tunjukkan mana perbuatan yang mencerminkan ajaran Tri Parartha (Asih: cinta kasih/sayang, Punya: rela berbagi/berderma, Bhakti: hormat dan sujud) dengan memberi tanda centang dan menyebutkan bagiannya.

Pertanyaan:

1. Perhatikan teks berikut:
'Di sekolah, Komang melihat seekor anak kucing terlantar yang kehujanan lalu membawakannya ke tempat teduh. Saat jam istirahat, Wayan membagikan sebagian bekal nasinya kepada Made yang lupa membawa uang saku. Menjelang siang, Made dan teman-temannya menyatukan tangan bersikap anjali serta berdoa bersama di Padmasana sekolah.'
Berdasarkan teks di atas, tunjukkan perbuatan yang mencerminkan Asih, Punya, dan Bhakti dengan melengkapi tabel yang tersedia!

Ruang tabel jawaban

2. Tunjukkan jenis perbuatan Tri Parartha untuk tindakan berikut: 'Kadek menyapa bapak dan ibu guru dengan santun serta mencium tangan beliau ketika tiba di depan gerbang sekolah.' Apakah perbuatan ini mencerminkan Asih, Punya, atau Bhakti?

Tabel 3 baris: Baris 1 (Nama Tokoh, Perbuatan, Bagian Tri Parartha), Baris 2 (...), Baris 3 (...). Di bawahnya baris kosong untuk isian nomor 2.

Kegiatan 2: Menyeleksi Perbuatan Tri Parartha Penangkis Asubha Karma

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan daftar 6 perbuatan yang disajikan.
  2. Pilihlah mana perbuatan yang mencerminkan ajaran Tri Parartha yang berfungsi untuk menghindari asubha karma (perbuatan buruk/tercela).
  3. Tunjukkan alasan singkat mengapa perbuatan tersebut dapat mencegah timbulnya asubha karma.

Pertanyaan:

1. Dari 6 pernyataan perbuatan berikut:
(A) Membantu teman merapikan buku perpustakaan yang berserakan.
(B) Menyembunyikan tempat pensil teman agar teman panik.
(C) Memberikan pertolongan obat merah kepada adik yang terjatuh.
(D) Membicarakan keburukan kawan di belakangnya.
(E) Melakukan persembahyangan Tri Sandhya tepat waktu.
(F) Menertawakan teman yang tidak bisa menjawab pertanyaan guru.
Tunjukkan 3 huruf perbuatan yang mencerminkan ajaran Tri Parartha!

2. Pasangkanlah ketiga perbuatan Tri Parartha yang kamu pilih pada nomor 1 dengan bentuk asubha karma yang berhasil dihindari pada tabel yang disediakan!

Ruang tabel jawaban

Kotak pilihan huruf untuk nomor 1, dan tabel 3 baris x 3 kolom (Huruf & Perbuatan Tri Parartha | Bagian Tri Parartha | Asubha Karma yang Dihindari) untuk nomor 2.

Kegiatan 3: Menunjukkan Solusi Nyata Berdasarkan Tri Parartha

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan situasi masalah berikut bersama teman sebangkumu.
  2. Tunjukkan 3 contoh tindakan nyata berdasarkan ajaran Tri Parartha (1 contoh Asih, 1 contoh Punya, 1 contoh Bhakti) yang dapat kalian lakukan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan asubha karma (seperti mengejek, bertengkar, atau berbohong).
  3. Tuliskan hasil diskusi pada format yang disiapkan.

Pertanyaan:

1. Tunjukkan 1 contoh perbuatan Asih di kelas yang dapat menghindari asubha karma saling mengejek atau bertengkar!

2. Tunjukkan 1 contoh perbuatan Punya di lingkungan sekolah yang dapat menghindari asubha karma bersikap kikir atau merampas milik kawan!

3. Tunjukkan 1 contoh perbuatan Bhakti di sekolah yang dapat menghindari asubha karma melawan guru atau melalaikan kewajiban suci!

3 kolom/kotak berurutan bertuliskan: (1) Perbuatan Asih, (2) Perbuatan Punya, (3) Perbuatan Bhakti.

REFLEKSI

1. Contoh perbuatan Tri Parartha mana (Asih, Punya, atau Bhakti) yang paling sering kamu lakukan di sekolah minggu ini?

2. Ketika kamu tergoda untuk melakukan hal yang tidak baik (asubha karma), tindakan Tri Parartha apa yang paling membantumu untuk menghentikannya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.