LKPDPertemuan 3Bab 8Fase DSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 7: Merefleksikan Hukum Karma dan Kelahiran Kembali dalam Menentukan Sikap terhadap Pergaulan di Lingkungan Sekitar

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Merefleksikan Hukum Karma dan Kelahiran Kembali dalam Menentukan Sikap terhadap Pergaulan di Lingkungan Sekitar".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 7: Merefleksikan Hukum Karma dan Kelahiran Kembali dalam Menentukan Sikap terhadap Pergaulan di Lingkungan Sekitar

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 7

Bab 8 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Merefleksikan Hukum Karma dan Kelahiran Kembali dalam Menentukan Sikap terhadap Pergaulan di Lingkungan Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMerefleksikan Hukum Karma dan Kelahiran Kembali dalam Menentukan Sikap terhadap Pergaulan di Lingkungan Sekitar
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Merefleksikan hukum karma dan kelahiran kembali dalam menentukan sikap terhadap pergaulan di lingkungan sekitar

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah atau lakukan hening sejenak sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah setiap ilustrasi pergaulan remaja dan instruksi kerja dengan cermat.
  • Renungkan setiap tindakan, ucapan, dan pikiran berdasarkan prinsip hukum sebab akibat (karma) dan kelahiran kembali.
  • Tuliskan hasil refleksi dan sikap pilihanmu secara jujur dan mandiri pada lembar kerja yang tersedia.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Telaah Reflektif: Jejak Karma dalam Pergaulan Sehari-hari

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku teks siswa Pendidikan Agama Buddha Kelas 7
  • Alat tulis (pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua cuplikan situasi pergaulan remaja di bawah ini.
  2. Situasi A: Seorang teman mengajak menyebarkan cerita bohong (hoaks) tentang teman sekelas di media sosial demi mencari popularitas.
  3. Situasi B: Sekelompok siswa mengajak temannya menyisihkan uang saku untuk membelikan obat dan makanan bagi teman yang sedang sakit dan kekurangan.
  4. Refleksikan kedua situasi tersebut menggunakan kacamata hukum karma (pikiran, ucapan, perbuatan jasmani) dan potensi akibat yang dibuahkan.
  5. Tuliskan hasil perenunganmu pada tabel analisis reflektif yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Situasi A, refleksikan apa bentuk karma yang ditabur (melalui pikiran, ucapan, atau jasmani) dan bagaimana akibat karma tersebut bagi pembentukan watak serta masa depan pelakunya menurut hukum sebab-akibat moral!

2. Berdasarkan Situasi B, refleksikan benih karma apa yang sedang ditanam bersama teman-teman dan bagaimana hal itu mempengaruhi kondisi batin serta kecenderungan kelahiran kembali dalam pergaulan yang bajik!

Tuliskan jawaban dalam format narasi uraian reflektif masing-masing 2-4 kalimat pada kolom lembar kerja bergaris.

Kegiatan 2: Tabel Keputusan Batin: Menentukan Sikap Berlandaskan Karma dan Tumimbal Lahir

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja tabel berkolom
  • Buku catatan murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati tabel tantangan pergaulan nyata di lingkungan sekolah/sekitar.
  2. Refleksikan bagaimana pemahaman bahwa perbuatan sekarang menentukan corak kehidupan dan kelahiran kembali mempengaruhi keputusanmu.
  3. Lengkapi tabel 4 kolom dengan menuliskan sikap yang kamu pilih beserta perenungan karma di baliknya.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel refleksi sikap pergaulan berikut untuk 3 situasi pergaulan remaja:

  1. Diajak membolos dan merokok bersama teman nongkrong,
  2. Melihat teman diejek/dikucilkan karena keterbatasan fisik,
  3. Diminta berbohong kepada guru demi menutupi kesalahan kelompok.
Ruang tabel jawaban

Isi tabel 4 kolom: Kolom 1 (No & Situasi Pergaulan), Kolom 2 (Sikap Pergaulan yang Kupilih), Kolom 3 (Refleksi Hukum Karma di Balik Pilihan Tersebut), Kolom 4 (Harapan Dampak terhadap Kualitas Batin/Kelahiran Kembali).

Kegiatan 3: Cermin Diri: Ikrar Pergaulan Berkesadaran Karma

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kotak bingkai ikrar reflektif
  • Pena bertinta hitam/biru

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Duduklah dengan tenang, tarik napas perlahan dan sadari keberadaan diri di tengah lingkungan pergaulanmu.
  2. Refleksikan secara mendalam satu pengalaman pergaulan masa lalu yang pernah kamu sesali atau syukuri.
  3. Tuliskan pernyataan sikap reflektif pribadi mengenai bagaimana kamu akan memilih sahabat dan memperlakukan teman pergaulan berlandaskan keyakinan pada hukum karma dan kelahiran kembali.

Pertanyaan:

1. Tuliskan sebuah pernyataan ikrar reflektif pribadi (3-5 kalimat) yang mencerminkan tekadmu dalam menjaga ucapan, pikiran, dan tindakan saat bergaul di lingkungan sekitar agar selalu menabur karma bajik bagi masa kini dan masa depan!

Tuliskan ikrar reflektif pada kotak bingkai perenungan diri yang telah disediakan pada lembar kerja.

REFLEKSI

1. Bagaimana pemahaman tentang hukum karma membantumu menolak ajakan buruk dari teman tanpa merasa takut kehilangan pertemanan?

2. Ketika kamu menyadari bahwa karma menentukan kecenderungan kelahiran kembali, perubahan apa yang paling ingin kamu terapkan dalam cara bertutur kata kepada teman sehari-hari?

3. Apakah kamu merasa lebih tenang dan berhati-hati dalam bergaul setelah merenungkan bahwa perbuatan baik maupun buruk pasti berbuah pada dirimu sendiri?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.