LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 7: Merefleksikan Hukum Karma untuk Mewujudkan Kehidupan yang Harmonis sebagai Warga Negara
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Merefleksikan Hukum Karma untuk Mewujudkan Kehidupan yang Harmonis sebagai Warga Negara".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 7: Merefleksikan Hukum Karma untuk Mewujudkan Kehidupan yang Harmonis sebagai Warga Negara
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 7
Bab 8 Pertemuan 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D) Topik: Merefleksikan Hukum Karma untuk Mewujudkan Kehidupan yang Harmonis sebagai Warga Negara INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Aktivitas 1: Menelusuri Jejak Sebab-Akibat Moral (Hukum Karma)Estimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan Kasus A, refleksikan apa benih perbuatan (sebab) yang ditanam dan bagaimana dampak atau akibatnya bagi keharmonisan hidup bermasyarakat sebagai warga negara? Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan Kasus B, refleksikan benih perbuatan (sebab) yang ditanam dan bagaimana akibatnya dalam memelihara kerukunan sebagai sesama warga negara? Ruang tabel jawaban Format tabel 3 kolom: [Kasus] | [Refleksi Sebab: Niat & Perbuatan (Karma)] | [Refleksi Akibat: Dampak pada Keharmonisan Warga Negara]. Tuliskan uraian analisis pada masing-masing baris Kasus A dan Kasus B. Kegiatan 2: Aktivitas 2: Dialog Reflektif – Tanggung Jawab Moral Warga NegaraEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Mengapa kesadaran atas hukum karma (bahwa setiap perbuatan pikiran, ucapan, dan jasmani pasti membuahkan hasil setimpal) dapat mendorong seseorang menjadi warga negara yang bertanggung jawab, taat aturan, dan toleran? 2. Refleksikan sebuah contoh situasi nyata di lingkungan sekolah atau masyarakat ketika pemahaman hukum karma dapat mencegah terjadinya perselisihan dan mewujudkan suasana yang rukun! Tuliskan hasil refleksi kelompok dalam format esai terstruktur (1-2 paragraf per nomor) pada lembar jawaban kelompok yang mencakup argumen pokok dan contoh kasus nyata. Kegiatan 3: Aktivitas 3: Ikrar Refleksi Diri – Aksi Nyata Karma HarmonisEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Refleksikan dan rumuskan satu komitmen perbuatan pikiran (mano-kamma) yang membawa kedamaian batin dan kerukunan dengan orang lain! 2. Refleksikan dan rumuskan satu komitmen perbuatan ucapan (vaci-kamma) untuk menjaga keharmonisan dalam pergaulan di sekolah dan masyarakat! 3. Refleksikan dan rumuskan satu komitmen perbuatan jasmani (kaya-kamma) sebagai wujud nyata warga negara yang menciptakan ketertiban dan kedamaian lingkungan! Bagan 3 kotak: [Pikiran Positif (Mano-Kamma)] | [Ucapan Bijak (Vaci-Kamma)] | [Tindakan Harmonis (Kaya-Kamma)]. Tuliskan pernyataan komitmen reflektif pada masing-masing kotak. REFLEKSI1. Setelah mempelajari hubungan hukum karma dengan keharmonisan hidup bermasyarakat, perubahan sikap apa yang paling ingin kamu perbaiki dalam caramu memperlakukan orang lain di lingkungan sekitarmu? 2. Bagaimana perasaanmu ketika menyadari bahwa setiap tindakan kecil yang kamu lakukan sehari-hari berpengaruh langsung pada kedamaian hidup bersama sebagai warga negara? 3. Langkah sederhana apa yang akan langsung kamu praktikkan hari ini di rumah atau di sekolah untuk membuktikan bahwa kamu warga negara yang bijak memelihara karma baik? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.