LKPDPertemuan 1Bab 8Fase DSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 7: Merefleksikan Hukum Karma untuk Mewujudkan Kehidupan yang Harmonis sebagai Warga Negara

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Merefleksikan Hukum Karma untuk Mewujudkan Kehidupan yang Harmonis sebagai Warga Negara".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 7: Merefleksikan Hukum Karma untuk Mewujudkan Kehidupan yang Harmonis sebagai Warga Negara

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 7

Bab 8 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Merefleksikan Hukum Karma untuk Mewujudkan Kehidupan yang Harmonis sebagai Warga Negara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMerefleksikan Hukum Karma untuk Mewujudkan Kehidupan yang Harmonis sebagai Warga Negara
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Merefleksikan hukum karma untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis sebagai warga negara

PETUNJUK UMUM

  • Awali kegiatan belajar dengan berdoa dan duduk hening (mindful meditation) sejenak agar pikiran tenang dan fokus.
  • Bacalah instruksi pada setiap kegiatan LKPD dengan saksama.
  • Kerjakan tugas secara mandiri dan berkolaborasi secara aktif saat sesi diskusi kelompok.
  • Tuliskan hasil perenungan dan pemikiranmu secara jujur, runtut, dan bertanggung jawab pada ruang jawaban yang tersedia.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Menelusuri Jejak Sebab-Akibat Moral (Hukum Karma)

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha Kelas 7
  • Alat tulis/pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati 2 studi kasus perilaku warga negara berikut ini.
  2. Kasus A: Seseorang aktif menyebarkan berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian di media sosial demi memicu perselisihan antarwarga.
  3. Kasus B: Sekelompok remaja secara sukarela membersihkan fasilitas umum taman lingkungan dan saling menghargai perbedaan latar belakang teman.
  4. Renungkan keterkaitan antara niat/kehendak (cetana), perbuatan (karma), dan akibat yang ditimbulkan terhadap kerukunan hidup bersama.
  5. Isilah tabel refleksi sebab-akibat moral pada format yang telah disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Kasus A, refleksikan apa benih perbuatan (sebab) yang ditanam dan bagaimana dampak atau akibatnya bagi keharmonisan hidup bermasyarakat sebagai warga negara?

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan Kasus B, refleksikan benih perbuatan (sebab) yang ditanam dan bagaimana akibatnya dalam memelihara kerukunan sebagai sesama warga negara?

Ruang tabel jawaban

Format tabel 3 kolom: [Kasus] | [Refleksi Sebab: Niat & Perbuatan (Karma)] | [Refleksi Akibat: Dampak pada Keharmonisan Warga Negara]. Tuliskan uraian analisis pada masing-masing baris Kasus A dan Kasus B.

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Dialog Reflektif – Tanggung Jawab Moral Warga Negara

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa
  • Kertas plano/lembar kerja kelompok
  • Spidol/alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok diskusi kecil beranggotakan 3-4 orang.
  2. Diskusikan prinsip bahwa hukum karma adalah hukum moral sebab-akibat universal yang melandasi tanggung jawab pribadi maupun sosial setiap warga negara.
  3. Jawablah pertanyaan diskusi reflektif berikut bersama kelompokmu dan rumuskan intisarinya.

Pertanyaan:

1. Mengapa kesadaran atas hukum karma (bahwa setiap perbuatan pikiran, ucapan, dan jasmani pasti membuahkan hasil setimpal) dapat mendorong seseorang menjadi warga negara yang bertanggung jawab, taat aturan, dan toleran?

2. Refleksikan sebuah contoh situasi nyata di lingkungan sekolah atau masyarakat ketika pemahaman hukum karma dapat mencegah terjadinya perselisihan dan mewujudkan suasana yang rukun!

Tuliskan hasil refleksi kelompok dalam format esai terstruktur (1-2 paragraf per nomor) pada lembar jawaban kelompok yang mencakup argumen pokok dan contoh kasus nyata.

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Ikrar Refleksi Diri – Aksi Nyata Karma Harmonis

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar refleksi diri
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Secara mandiri, lakukan perenungan pribadi tentang peranmu sebagai murid sekaligus warga negara Indonesia.
  2. Refleksikan 3 pintu perbuatan (pikiran, ucapan, jasmani) yang berkomitmen kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari guna menjaga kerukunan dan keharmonisan bersama sesama warga.
  3. Tuliskan komitmen refleksi dirimu ke dalam bagan Aksi Nyata Karma Harmonis.

Pertanyaan:

1. Refleksikan dan rumuskan satu komitmen perbuatan pikiran (mano-kamma) yang membawa kedamaian batin dan kerukunan dengan orang lain!

2. Refleksikan dan rumuskan satu komitmen perbuatan ucapan (vaci-kamma) untuk menjaga keharmonisan dalam pergaulan di sekolah dan masyarakat!

3. Refleksikan dan rumuskan satu komitmen perbuatan jasmani (kaya-kamma) sebagai wujud nyata warga negara yang menciptakan ketertiban dan kedamaian lingkungan!

Bagan 3 kotak: [Pikiran Positif (Mano-Kamma)] | [Ucapan Bijak (Vaci-Kamma)] | [Tindakan Harmonis (Kaya-Kamma)]. Tuliskan pernyataan komitmen reflektif pada masing-masing kotak.

REFLEKSI

1. Setelah mempelajari hubungan hukum karma dengan keharmonisan hidup bermasyarakat, perubahan sikap apa yang paling ingin kamu perbaiki dalam caramu memperlakukan orang lain di lingkungan sekitarmu?

2. Bagaimana perasaanmu ketika menyadari bahwa setiap tindakan kecil yang kamu lakukan sehari-hari berpengaruh langsung pada kedamaian hidup bersama sebagai warga negara?

3. Langkah sederhana apa yang akan langsung kamu praktikkan hari ini di rumah atau di sekolah untuk membuktikan bahwa kamu warga negara yang bijak memelihara karma baik?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.