LKPDPertemuan 1Bab 7Fase DSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 7: Merefleksikan Hak dan Kewajiban Moral terhadap Sesama untuk Kehidupan Harmonis

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Merefleksikan Hak dan Kewajiban Moral terhadap Sesama untuk Kehidupan Harmonis".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 7: Merefleksikan Hak dan Kewajiban Moral terhadap Sesama untuk Kehidupan Harmonis

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 7

Bab 7 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Merefleksikan Hak dan Kewajiban Moral terhadap Sesama untuk Kehidupan Harmonis

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase Fase D / Kelas 7
TopikMerefleksikan Hak dan Kewajiban Moral terhadap Sesama untuk Kehidupan Harmonis
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Merefleksikan hak dan kewajiban moral terhadap sesama untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis sebagai warga negara

PETUNJUK UMUM

  • Duduklah dengan tenang, lakukan hening sejenak (mindful breathing) selama 1-2 menit sebelum memulai pembelajaran.
  • Bacalah setiap pengantar dan instruksi aktivitas refleksi dengan seksama.
  • Jawablah seluruh pertanyaan refleksi secara jujur berdasarkan pengamatan batin dan pengalaman kehidupanmu sehari-hari sebagai anggota masyarakat dan warga negara.
  • Diskusikan hasil perenunganmu bersama teman dalam kelompok kecil secara santun dan saling menghargai.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menelaah Pengalaman Moral Diri terhadap Sesama

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha Kelas 7
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingat kembali pengalamanmu dalam interaksi sehari-hari di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar.
  2. Renungkan hak yang telah kamu terima dari orang lain dan kewajiban moral yang telah atau belum kamu tunaikan kepada sesama.
  3. Isilah tabel refleksi diri yang tersedia pada lembar kerja sesuai pengalaman pribadimu.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel refleksi berikut dengan menuliskan masing-masing 1 hak moral yang telah kamu peroleh dan 1 kewajiban moral yang telah kamu penuhi terhadap: (a) keluarga, (b) teman sebaya di sekolah, dan (c) warga lingkungan sekitar.

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan tabel yang kamu isi, renungkan apa yang kamu rasakan ketika kewajiban morilmu terhadap sesama berhasil kamu jalankan dengan tulus? Mengapa pemenuhan kewajiban moral tersebut penting bagi kedamaian batinmu?

Tabel 3 baris dan 3 kolom: Kolom 1 (Lingkup Relasi: Keluarga, Teman Sekolah, Warga Sekitar), Kolom 2 (Hak Moral yang Diterima), Kolom 3 (Kewajiban Moral yang Dijalankan), diikuti 4 baris kosong untuk uraian refleksi kedamaian batin.

Kegiatan 2: Merefleksikan Keseimbangan Hak dan Kewajiban dalam Kasus Nyata

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus pada lembar kerja
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi situasi interaksi sosial di bawah ini secara seksama:
  2. Narasi: 'Dalam suatu kelompok kerja bakti warga perumahan, Arya menuntut haknya untuk menikmati taman yang asri dan bersih. Namun, ketika tiba jadwal gotong royong membersihkan selokan dan memilah sampah, Arya memilih tidur di kamar dan menolak hadir karena merasa hari libur adalah hak pribadinya.'
  3. Renungkan ketimpangan moral yang terjadi dalam kelompok dan hubungkan dengan terciptanya keharmonisan hidup bersama.

Pertanyaan:

1. Renungkan tindakan Arya dalam narasi di atas. Apa dampak moral dari sikap yang hanya menuntut hak tanpa menunaikan kewajiban moral terhadap keharmonisan hidup bersama warga sekitar?

2. Jika kamu berada di posisi Arya, refleksi moral apa yang harus kamu sadari tentang hubungan timbal balik antara hak diri dan hak sesama warga negara?

Disediakan kotak uraian bergaris untuk masing-masing pertanyaan (5-6 baris per pertanyaan).

Kegiatan 3: Merumuskan Ikrar Moral Harmoni Kebangsaan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Setelah merefleksikan pentingnya keseimbangan hak dan kewajiban moral, bentuklah kelompok kecil (3-4 orang).
  2. Diskusikan bagaimana seorang murid beragama Buddha dapat mewujudkan kehidupan yang harmonis sebagai warga negara melalui tindakan moral nyata.
  3. Tuliskan sebuah ikrar komitmen moral pribadi sebagai warga negara yang bertanggung jawab terhadap sesama, lalu lakukan penutupan hening bersama.

Pertanyaan:

1. Diskusikan bersama kelompok: Mengapa pelaksanaan kewajiban moral menghargai hak beragama dan berpendapat sesama warga negara menjadi kunci utama terwujudnya masyarakat yang harmonis dan moderat?

2. Tuliskan 1 kalimat ikrar komitmen moral pribadimu untuk selalu menjaga keseimbangan hak dan kewajiban terhadap sesama demi kerukunan warga negara!

Ruang catatan hasil diskusi kelompok (setengah halaman) dan kotak berbingkai khusus bertuliskan 'Ikrar Komitmen Moral Pribadiku'.

REFLEKSI

1. Apakah selama ini saya lebih sering menuntut hak saya atau mendahulukan kewajiban moral saya kepada orang lain di lingkungan sekitar?

2. Apa hambatan batin utama (misalnya keegoisan, kemalasan) yang sering menghalangi saya untuk menunaikan kewajiban moral demi keharmonisan bersama?

3. Satu langkah nyata apa yang akan mulai saya lakukan hari ini untuk menciptakan kedamaian dan keharmonisan dengan sesama teman atau tetangga?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.