LKPDPertemuan 1Bab 4Fase DSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 7: Merefleksikan Sifat-Sifat Buddha Sakyamuni dalam Berperilaku terhadap Diri Sendiri

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Merefleksikan Sifat-Sifat Buddha Sakyamuni dalam Berperilaku terhadap Diri Sendiri".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 7: Merefleksikan Sifat-Sifat Buddha Sakyamuni dalam Berperilaku terhadap Diri Sendiri

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 7

Bab 4 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Merefleksikan Sifat-Sifat Buddha Sakyamuni dalam Berperilaku terhadap Diri Sendiri

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMerefleksikan Sifat-Sifat Buddha Sakyamuni dalam Berperilaku terhadap Diri Sendiri
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Merefleksikan sifat-sifat Buddha Sakyamuni dalam berperilaku terhadap diri sendiri

PETUNJUK UMUM

  • Awali kegiatan dengan doa pembuka dan duduk hening (mindfulness) sejenak.
  • Bacalah setiap kutipan kisah dan petunjuk instruksi dengan saksama.
  • Jawablah seluruh pertanyaan refleksi secara jujur sesuai pengalaman dan pengamatan terhadap perilakumu sendiri.
  • Gunakan bahasa Indonesia yang jelas dan santun dalam menuliskan hasil refleksimu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenali dan Mengaitkan Sifat Buddha Sakyamuni dengan Perilaku Diri Sendiri

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha Kelas 7
  • Alat tulis (pulpen/pensil)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan tiga sifat luhur Buddha Sakyamuni berikut: (1) Cinta Kasih (Metta) - kehendak tulus agar semua batin bebas dari penderitaan dan bahagia; (2) Kebijaksanaan (Panna) - pemahaman benar untuk memilih tindakan yang bermanfaat dan menjauhi yang merugikan; (3) Semangat Luhur (Viriya) - daya juang melatih diri tanpa menyiksa fisik secara berlebihan.
  2. Refleksikan bagaimana ketiga sifat tersebut menjadi pedoman dalam berperilaku terhadap tubuh dan pikiranmu sendiri.
  3. Isilah tabel refleksi sesuai kolom yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel refleksi berikut untuk mengaitkan sifat Buddha Sakyamuni dengan perilaku nyata terhadap diri sendiri (Kolom: Sifat Buddha Sakyamuni, Bentuk Perilaku Positif terhadap Diri Sendiri, Bentuk Perilaku Merugikan Diri yang Harus Dihentikan).

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 kolom dan 4 baris (1 baris kepala kolom + 3 baris sifat Buddha: Metta, Panna, Viriya). Kolom 1: Sifat Buddha Sakyamuni; Kolom 2: Bentuk Perilaku Positif terhadap Diri Sendiri; Kolom 3: Bentuk Perilaku Merugikan Diri yang Harus Dihentikan.

Kegiatan 2: Refleksi Studi Kasus Perilaku Diri Berdasarkan Keteladanan Jalan Tengah Buddha

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus pada LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi kasus tentang pola hidup dan perilaku dua orang murid di bawah ini.
  2. Kasus A: Anandita belajar hingga larut malam tanpa tidur cukup dan sering melewatkan sarapan karena merasa harus selalu berprestasi tinggi.
  3. Kasus B: Doni menghabiskan waktu bermain gawai berjam-jam, malas berolahraga, dan sering menuruti keinginan makan makanan cepat saji.
  4. Hubungkan kasus tersebut dengan kisah pertapaan Buddha Sakyamuni yang menghindari dua cara ekstrem (menyiksa diri dan memanjakan nafsu indra) serta memilih Jalan Tengah (Majjhima Patipada).
  5. Tuliskan hasil refleksimu untuk menjawab dua pertanyaan di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teladan Buddha Sakyamuni yang meninggalkan praktik penyiksaan diri dan pemanjaan diri, refleksikan apa kekeliruan perilaku Anandita (Kasus A) dan Doni (Kasus B) terhadap diri mereka sendiri?

2. Bagaimanakah seharusnya perilaku yang berkesadaran (menyayangi diri sendiri secara bijak) diterapkan oleh Anandita dan Doni sesuai ajaran keteladanan Buddha?

Kolom uraian teks 2 nomor, masing-masing disediakan 4-5 baris untuk menuliskan argumentasi reflektif.

Kegiatan 3: Cermin Diri: Merumuskan Komitmen Reflektif terhadap Perilaku Diri Sendiri

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar komitmen refleksi
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lakukan perenungan pribadi (cermin diri) atas perilakumu selama satu minggu terakhir terhadap kesehatan fisik, ketenangan batin, dan kebiasaan belajarmu.
  2. Nilai secara jujur apakah perilakumu sudah mencerminkan sifat cinta kasih dan kebijaksanaan Buddha terhadap diri sendiri.
  3. Rumuskan 3 butir komitmen perilaku nyata yang akan kamu jalankan mulai hari ini sebagai bukti meneladani sifat Buddha dalam memperlakukan diri sendiri.
  4. Sampaikan salah satu komitmenmu dalam sesi berbagi kelas singkat dan lakukan refleksi akhir bersama guru.

Pertanyaan:

1. Tuliskan hasil telaah cermin dirimu: 1 kebiasaan memperlakukan diri sendiri yang paling perlu kamu perbaiki, dan jelaskan mengapa kebiasaan itu bertentangan dengan sifat cinta kasih dan kebijaksanaan Buddha.

2. Tuliskan 3 butir ikrar/komitmen nyata perilaku harianmu untuk merawat jasmani dan rohanimu sendiri sesuai teladan sifat Buddha Sakyamuni.

Kotak format 'Cermin Diri' untuk nomor 1 (paragraf evaluasi diri) dan format daftar bernomor 1-3 untuk butir komitmen pada nomor 2.

REFLEKSI

1. Setelah mempelajari sifat-sifat Buddha Sakyamuni hari ini, perasaan atau kesadaran baru apa yang muncul tentang caramu memperlakukan diri sendiri selama ini?

2. Mengapa menyayangi diri sendiri dengan bijak (tidak menyiksa dan tidak memanjakan nafsu) menjadi dasar penting sebelum kita dapat menyayangi sesama?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.