LKPDPertemuan 1Bab 3Fase DSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 7: Merefleksikan Nilai-Nilai Ajaran Moralitas dalam Pergaulan Remaja di Lingkungan Sekitar

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Merefleksikan Nilai-Nilai Ajaran Moralitas dalam Pergaulan Remaja di Lingkungan Sekitar".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 7: Merefleksikan Nilai-Nilai Ajaran Moralitas dalam Pergaulan Remaja di Lingkungan Sekitar

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 7

Bab 3 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Merefleksikan Nilai-Nilai Ajaran Moralitas dalam Pergaulan Remaja di Lingkungan Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMerefleksikan Nilai-Nilai Ajaran Moralitas dalam Pergaulan Remaja di Lingkungan Sekitar
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Merefleksikan nilai-nilai ajaran moralitas sebagai dasar etika dalam pergaulan remaja di lingkungan sekitar

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah doa atau hening sejenak sebelum memulai pembelajaran agar batin tenang dan berkesadaran.
  • Pelajari stimulus cerita kasus dan teks panduan refleksi dengan saksama.
  • Kerjakan setiap tahapan kegiatan secara mandiri maupun berpasangan sesuai petunjuk.
  • Tuliskan hasil pemikiran dan refleksimu secara jujur pada ruang jawaban yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menelaah Cermin Moralitas: Menilik Tindakan dalam Pergaulan Remaja

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha Kelas 7
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi singkat tentang dinamika pergaulan remaja berikut ini: 'Budi diajak oleh teman-teman kelompok bermainnya untuk mengejek dan menyebarkan rumor tidak benar tentang seorang teman sekelas di media sosial. Teman-temannya berkata hal itu hanya lelucon biasa. Budi merasa ragu dan bimbang karena tahu perbuatan itu menyakiti orang lain.'
  2. Renungkan nilai moralitas Buddhis (khususnya prinsip menjaga ucapan benar dan tidak menyakiti makhluk lain) yang terkait dengan peristiwa tersebut.
  3. Jawablah pertanyaan reflektif nomor 1 dan 2 pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi di atas, refleksikan apa dampak buruk bagi diri Budi sendiri dan bagi temannya jika Budi menuruti ajakan tersebut dengan mengabaikan nilai moralitas?

2. Refleksikan nilai ajaran moralitas apa yang seharusnya dijadikan pegangan oleh Budi agar tetap beretika dalam menyikapi tekanan kelompok sebaya?

Tuliskan jawaban pada lembar kerja berupa format uraian terstruktur: Bagian (1) Refleksi dampak terhadap diri sendiri dan orang lain (minimal 2 kalimat per aspek); Bagian (2) Refleksi nilai moralitas penuntun keputusan (minimal 2 kalimat memuat nilai moral Buddhis yang relevan).

Kegiatan 2: Refleksi Cermin Diri: Menimbang Praktik Etika Pergaulan Sehari-hari

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Tabel refleksi kerja peserta didik
  • Pulpen/pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingat kembali pengalaman pergaulanmu bersama teman sebaya di sekolah atau lingkungan sekitar rumah selama ini.
  2. Refleksikan tiga situasi nyata yang biasa dihadapi remaja: (1) Cara berbicara/bercanda di grup pertemanan, (2) Sikap ketika melihat barang teman tertinggal, (3) Sikap saat teman mengajak melakukan tindakan yang melanggar aturan sekolah/masyarakat.
  3. Lengkapi tabel refleksi etika pergaulan berdasarkan nilai moralitas Buddhis.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel refleksi diri mengenai 3 situasi pergaulan remaja, tindakan nyata yang mencerminkan moralitas, serta alasan moralitas ajaran Buddha di baliknya.

Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 3 kolom pada lembar kerja:
- Kolom 1: Situasi Pergaulan Remaja (3 baris situasi yang ditentukan)
- Kolom 2: Tindakan Reflektif Saya (tindakan nyata berlandaskan moral)
- Kolom 3: Landasan Nilai Moralitas Buddhis (nilai/prinsip moralitas ajaran Buddha yang mendasari)

Kegiatan 3: Meneguhkan Komitmen Moral Remaja Buddhis

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas lembar komitmen/LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan refleksi pada kegiatan sebelumnya, diskusikan secara berpasangan bagaimana mempertahankan nilai moralitas di tengah tantangan pergaulan zaman sekarang.
  2. Rumuskan satu refleksi mendalam dan ikrar pribadi berupa pedoman etika bergaul yang akan kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Kegiatan ini mencakup penyusunan pernyataan reflektif, berbagi bersama teman, serta pelaksanaan refleksi akhir pembelajaran dan penutup kelas.

Pertanyaan:

1. Setelah merefleksikan ajaran moralitas, rumuskan sebuah pernyataan komitmen etika pribadi: 'Sebagai remaja, ketika nilai moralitas Buddhis saya diuji dalam pergaulan lingkungan sekitar, saya akan merefleksikan dan melakukan...' (Lengkapi dengan refleksi konkret dan alasannya)!

Tuliskan kalimat komitmen etis pribadi dalam bingkai kutipan refleksi (1 paragraf ringkas berbobot 3-4 kalimat).

REFLEKSI

1. Dari proses refleksi hari ini, bagian manakah dari ajaran moralitas yang paling menantang untuk saya terapkan saat berinteraksi dengan teman sebaya?

2. Bagaimana perasaan saya setelah menyadari pentingnya moralitas sebagai pelindung diri dalam pergaulan sehari-hari?

3. Apa satu langkah nyata yang akan langsung saya ubah dalam cara bergaul saya mulai hari ini agar selaras dengan nilai moralitas Buddhis?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.