LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Menganalisis Nilai Buddhadharma Berlandaskan Sebab Akibat dan Menerapkan Hak serta Kewajiban Puja di Rumah, Sekolah, dan Rumah Ibadah
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Menganalisis Nilai Buddhadharma Berlandaskan Sebab Akibat dan Menerapkan Hak serta Kewajiban Puja di Rumah, Sekolah, dan Rumah Ibadah".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Menganalisis Nilai Buddhadharma Berlandaskan Sebab Akibat dan Menerapkan Hak serta Kewajiban Puja di Rumah, Sekolah, dan Rumah Ibadah
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 6
Bab 6 Pertemuan 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C) Topik: Menganalisis Nilai Buddhadharma Berlandaskan Sebab Akibat dan Menerapkan Hak serta Kewajiban Puja di Rumah, Sekolah, dan Rumah Ibadah INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menganalisis Rantai Sebab-Akibat dalam Kegiatan PujaEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapilah analisis rantai sebab-akibat untuk 3 tindakan puja berikut ke dalam tabel: (a) Mempersembahkan lilin dan bunga di altar (Amisa Puja), (b) Membaca paritta/doa dengan penuh kesadaran dan ketenangan, (c) Mempraktikkan sila dan meditasi dalam kehidupan sehari-hari (Patipatti Puja). Tuliskan:
Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan, analisislah: jika seseorang melaksanakan puja hanya demi mengharapkan pujian orang lain (bukan didasari penghormatan dan pemurnian batin), apakah nilai luhur puja dapat tercapai? Jelaskan hubungan sebab-akibatnya! Tabel 3 baris x 3 kolom dengan judul kolom: Tindakan Puja (Sebab) | Nilai Buddhadharma | Akibat/Dampak Batiniah. Di bawah tabel disediakan ruang 4 baris untuk uraian nomor 2. Kegiatan 2: Menerapkan Hak dan Kewajiban Puja di Tiga LingkunganEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Terapkan pemahamanmu mengenai hak dan kewajiban pelaksanaan puja dengan mengisi tabel berikut untuk 3 lingkungan: Rumah, Sekolah, dan Rumah Ibadah (Vihara/Cetiya)! Ruang tabel jawaban 2. Rudi ingin melaksanakan puja bakti di rumah, namun ruang tamu sedang ramai oleh adik yang belajar kelompok. Bagaimana cara Rudi menerapkan hak dan kewajibannya secara seimbang agar puja tetap terlaksana tanpa merugikan adiknya? Tabel 3 baris x 3 kolom dengan kolom: Lingkungan | Hak Pelaksanaan Puja | Kewajiban Mendukung Puja. Di bawahnya tersedia 4 baris uraian penyelesaian masalah Rudi. Kegiatan 3: Studi Kasus Kolaboratif: Memecahkan Hambatan Pelaksanaan PujaEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Studi Kasus: Di sekolah, ruang doa Buddhis digunakan untuk puja mingguan. Beberapa murid sering datang terlambat, tidak merapikan buku paritta, dan bercanda saat teman lain sedang bermeditasi. Akibatnya, suasana puja menjadi gaduh dan waktu kebaktian terbuang.
Format laporan kelompok bergaris: Bagian A (Analisis Sebab-Akibat, minimal 3 baris), Bagian B (Penerapan Kewajiban Pelanggar, minimal 2 baris), Bagian C (Pemulihan Hak Murid Lain, minimal 2 baris). REFLEKSI1. Setelah mempelajari materi ini, apa keterkaitan langsung antara ketertiban saya dalam melaksanakan puja dengan tumbuhnya ketenangan batin saya sendiri? 2. Kewajiban apa dalam mendukung pelaksanaan puja di rumah atau sekolah yang paling perlu saya perbaiki mulai hari ini? 3. Bagaimana pemahaman tentang hukum sebab-akibat membuat saya lebih bertanggung jawab saat melaksanakan hak dan kewajiban beribadah? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.