LKPDPertemuan 1Bab 6Fase CSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Menganalisis Keragaman Upacara Amisa Puja dan Patipatti Puja dari Berbagai Tradisi Agama Buddha

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Menganalisis Keragaman Upacara Amisa Puja dan Patipatti Puja dari Berbagai Tradisi Agama Buddha".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Menganalisis Keragaman Upacara Amisa Puja dan Patipatti Puja dari Berbagai Tradisi Agama Buddha

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 6 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menganalisis Keragaman Upacara Amisa Puja dan Patipatti Puja dari Berbagai Tradisi Agama Buddha

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenganalisis Keragaman Upacara Amisa Puja dan Patipatti Puja dari Berbagai Tradisi Agama Buddha
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis keragaman upacara puja dari berbagai aliran atau tradisi agama Buddha

PETUNJUK UMUM

  • Awali kegiatan belajar dengan duduk hening sejenak untuk memusatkan pikiran.
  • Bacalah teks narasi pengantar upacara puja dari berbagai tradisi dengan seksama.
  • Diskusikan pertanyaan analisis bersama teman kelompok dengan semangat keterbukaan dan saling menghargai.
  • Tuliskan hasil analisis kalian pada format tabel dan ruang jawaban yang tersedia secara rapi.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Telaah Bentuk Upacara Puja Lintas Tradisi

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha Kelas 6 Bab VI

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah secara cermat teks deskripsi tiga praktik upacara puja berikut:
  2. Teks 1 (Tradisi Theravada): Umat bersujud tiga kali (namakkara) di depan altar Buddha, menyalakan dupa dan lilin, mempersembahkan bunga segar, lalu bersama-sama melafalkan paritta suci Vandana dan Tisarana dalam bahasa Pali, dilanjutkan dengan meditasi pernapasan (anapanasati).
  3. Teks 2 (Tradisi Mahayana): Umat membungkuk hormat, mempersembahkan dupa wangi dan persembahan vegetarian di depan rupang para Buddha dan Bodhisattva, melafalkan sutra suci dan dharani (seperti Da Bei Zhou) yang diiringi ketukan alat musik mokugyo (ikan kayu) dan genta, dilanjutkan dengan pelimpahan jasa.
  4. Teks 3 (Tradisi Vajrayana): Umat melakukan sujud rebah penuh (prostrasi/sagang), menata delapan mangkuk persembahan air jernih dan dupa, memutar roda doa (prayer wheel), melafalkan mantra suci (seperti Om Mani Padme Hum), serta bermeditasi visualisasi sifat welas asih Bodhisattva Avalokiteshvara.
  5. Kelompokkan setiap tindakan dalam teks ke dalam bentuk Amisa Puja (penghormatan melalui materi/sarana) atau Patipatti Puja (penghormatan melalui praktik Dharma).

Pertanyaan:

1. Berdasarkan ketiga teks tradisi di atas, analisislah elemen apa saja yang tergolong Amisa Puja dan Patipatti Puja pada masing-masing tradisi dengan melengkapi tabel yang tersedia!

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 kolom: Kolom 1 'Tradisi Buddhis' (Theravada, Mahayana, Vajrayana); Kolom 2 'Bentuk Amisa Puja (Sarana Materi)'; Kolom 3 'Bentuk Patipatti Puja (Praktik Dharma)'.

Kegiatan 2: Analisis Persamaan dan Perbedaan Upacara Puja Antartradisi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Hasil kerja tabel Kegiatan 1

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bandingkan data upacara puja ketiga tradisi yang telah kalian kelompokkan pada Kegiatan 1.
  2. Lakukan analisis mendalam bersama kelompok mengenai persamaan tujuan serta keragaman cara pelaksanaannya.

Pertanyaan:

1. Meskipun sarana fisik dan bahasa pelafalannya berbeda di antara Theravada, Mahayana, dan Vajrayana, analisislah 2 persamaan mendasar dari hakikat upacara puja pada ketiga tradisi tersebut!

2. Analisislah penyebab mengapa terjadi keragaman sarana dan tata cara upacara puja (seperti penggunaan mokugyo pada Mahayana, roda doa pada Vajrayana, dan bahasa Pali pada Theravada) di antara tradisi-tradisi tersebut!

Lembar uraian bernomor 1 dan 2, masing-masing disediakan 4 baris bergaris.

Kegiatan 3: Analisis Peran Keseimbangan Amisa Puja dan Patipatti Puja

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Buku Panduan Guru dan Buku Siswa

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Simak studi kasus singkat berikut: 'Siddha melihat umat di viharanya rajin membawa persembahan lilin, buah, dan bunga beraneka warna ke altar, namun saat kegiatan meditasi dan pengamalan Pancasila Buddhis berlangsung, beberapa orang sering mengabaikannya.'
  2. Analisislah kasus tersebut berdasarkan prinsip amisa puja dan patipatti puja.
  3. Selesaikan kegiatan analisis ini, kemudian lakukan refleksi pembelajaran bersama guru.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan ajaran Buddha tentang nilai puja, analisislah kedudukan Amisa Puja dibandingkan Patipatti Puja! Mengapa Patipatti Puja dipandang sebagai penghormatan tertinggi?

2. Analisislah bagaimana hubungan ideal antara pelaksanaan Amisa Puja dan Patipatti Puja dalam kegiatan puja sehari-hari murid di vihara maupun di rumah!

Format uraian analitis 2 butir pertanyaan, disediakan 5 baris untuk masing-masing butir.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis keragaman upacara puja dari tradisi Theravada, Mahayana, dan Vajrayana, bagaimana sikapmu jika melihat tata cara puja di vihara lain yang berbeda dengan kebiasaanmu?

2. Dari praktik Amisa Puja dan Patipatti Puja yang telah kamu telaah, bentuk penghormatan mana yang masih perlu kamu tingkatkan dalam kehidupan sehari-hari?

3. Apa hal baru yang paling bermakna bagimu tentang arti sejati kata 'puja' dalam agama Buddha setelah pembelajaran hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.