LKPDPertemuan 1Bab 4Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Menganalisis Nilai-Nilai Buddhadharma dalam Menghargai Perbedaan Pendapat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Menganalisis Nilai-Nilai Buddhadharma dalam Menghargai Perbedaan Pendapat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Menganalisis Nilai-Nilai Buddhadharma dalam Menghargai Perbedaan Pendapat

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 4 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menganalisis Nilai-Nilai Buddhadharma dalam Menghargai Perbedaan Pendapat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenganalisis Nilai-Nilai Buddhadharma dalam Menghargai Perbedaan Pendapat
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis nilai-nilai Buddhadharma yang mencerminkan cara menghargai perbedaan pendapat dalam kehidupan yang moderat

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah doa pembuka dan lakukan duduk hening sejenak agar pikiran tenang dan fokus.
  • Bacalah setiap studi kasus dan teks pesan Buddhadharma dengan saksama.
  • Diskusikan bersama teman kelompok untuk menganalisis nilai-nilai Buddhadharma dalam menghadapi perbedaan pendapat.
  • Tuliskan hasil analisis pada format ruang jawaban yang telah disediakan secara rapi.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menganalisis Nilai Dhammapada 223 dalam Perbedaan Pendapat

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Teks kutipan Dhammapada 223
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kutipan Kitab Suci Dhammapada syair 223 berikut: 'Kalahkan kemarahan dengan cinta kasih; kalahkan kejahatan dengan kebajikan; kalahkan kekikiran dengan kemurahan hati; kalahkan kebohongan dengan kejujuran.'
  2. Analisis kasus diskusi berikut: Dalam musyawarah kelas untuk menentukan tujuan kunjungan bakti sosial, kelompok Danu bersikeras ingin ke panti asuhan A, sedangkan kelompok Sita ingin ke panti asuhan B. Danu mulai berbicara dengan nada tinggi dan mengejek alasan kelompok Sita.
  3. Jawablah pertanyaan analisis berdasarkan prinsip nilai Buddhadharma pada kutipan syair tersebut.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan syair Dhammapada 223, analisislah nilai Buddhadharma apa yang dilanggar oleh sikap Danu ketika menghadapi perbedaan pendapat, dan bagaimana nilai cinta kasih (metta) seharusnya diterapkan dalam situasi tersebut?

2. Lengkapilah analisis perbandingan respons terhadap perbedaan pendapat pada tabel berikut berdasarkan ajaran Buddhadharma!

Ruang tabel jawaban

Nomor 1 dijawab dalam paragraf uraian analitis (3-5 kalimat). Nomor 2 diisi pada tabel 2 baris x 3 kolom: [Kategori Respons | Tindakan Nyata saat Beda Pendapat | Dampak yang Terjadi].

Kegiatan 2: Menganalisis Peristiwa Debat Monastik Sera dan Prinsip Majjhima Patipada

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Ringkasan teks tradisi debat Sera Monastery
  • Kertas kerja LKPD
  • Pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi peristiwa monastik: Para bhiksu di Biara Sera terbiasa melakukan tradisi adu argumen/debat filosofis untuk menguji pemahaman ajaran. Mereka beradu argumen secara kritis dan bersemangat, namun tidak disertai kebencian, kesombongan, atau keinginan untuk saling merendahkan. Seusai debat, mereka tetap hidup berdampingan secara rukun dan harmonis.
  2. Diskusikan bersama kelompokmu untuk menganalisis keterkaitan tradisi tersebut dengan nilai jalan tengah/moderat (majjhima patipada) dan ucapan benar (samma-vaca).
  3. Tuliskan butir-butir hasil analisis pada tabel yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Analisislah mengapa tradisi debat para bhiksu tersebut mencerminkan sikap menghargai perbedaan pendapat dalam kehidupan yang moderat, bukan bentuk permusuhan atau kesombongan?

2. Uraikan 3 nilai Buddhadharma yang terkandung dalam tradisi bertukar pendapat tersebut beserta bukti analisisnya pada tabel analisis!

Ruang tabel jawaban

Nomor 1 ditulis dalam bentuk penjelasan analitis (4-5 kalimat). Nomor 2 diisi pada tabel 3 baris x 2 kolom: [Nilai Buddhadharma | Bukti Analisis dari Peristiwa].

Kegiatan 3: Analisis Solutif: Menjaga Keseimbangan Moderat dalam Perbedaan Pendapat

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja kasus
  • Buku catatan murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Analisis kasus berikut: Saat kerja kelompok membuat mading waisak, Budi ingin tema dekorasi bernuansa tradisional teratai, sedangkan Wayan ingin tema modern bercahaya lampion. Terjadi kebuntuan karena masing-masing merasa konsepnya paling benar.
  2. Lakukan analisis mendalam untuk menemukan solusi moderat berlandaskan hukum sebab-akibat yang saling bergantungan (paticcasamuppada) dan nilai toleransi.
  3. Kerjakan soal analisis dan lanjutkan dengan mengisi refleksi diri.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan prinsip kesalingtergantungan dan jalan tengah (moderat), analisislah akar masalah dari kebuntuan antara Budi dan Wayan serta tentukan solusi yang memadukan kedua pendapat tersebut secara harmonis!

2. Analisislah konsekuensi sebab-akibat (kamma/akibat perbuatan) bila mereka memilih jalan ekstrem (memaksakan kehendak) dibandingkan jika memilih jalan moderat (musyawarah berlandaskan dharma)!

Ruang tabel jawaban

Nomor 1 ditulis dalam bentuk uraian pemecahan masalah (3-5 kalimat). Nomor 2 disajikan dalam tabel komparasi sebab-akibat 2 baris x 3 kolom: [Pilihan Sikap | Sebab (Perilaku yang Dilakukan) | Akibat (Dampak terhadap Diri dan Kelompok)].

REFLEKSI

1. Nilai Buddhadharma apa yang paling bermakna bagiku hari ini ketika mendengarkan pendapat teman yang berbeda denganku?

2. Bagaimana caraku mengendalikan emosi ketika pendapatku tidak disepakati dalam musyawarah kelas?

3. Apakah aku sudah mampu melihat perbedaan pendapat sebagai sarana belajar dan melatih kebijaksanaan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.