LKPDPertemuan 2Bab 3Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Mensintesis Prinsip Musyawarah Mufakat Kehidupan Buddha Sakyamuni dalam Pengambilan Keputusan Demokratis di Lingkungan Keluarga

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Mensintesis Prinsip Musyawarah Mufakat Kehidupan Buddha Sakyamuni dalam Pengambilan Keputusan Demokratis di Lingkungan Keluarga".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Mensintesis Prinsip Musyawarah Mufakat Kehidupan Buddha Sakyamuni dalam Pengambilan Keputusan Demokratis di Lingkungan Keluarga

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 3 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mensintesis Prinsip Musyawarah Mufakat Kehidupan Buddha Sakyamuni dalam Pengambilan Keputusan Demokratis di Lingkungan Keluarga

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMensintesis Prinsip Musyawarah Mufakat Kehidupan Buddha Sakyamuni dalam Pengambilan Keputusan Demokratis di Lingkungan Keluarga
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mensintesis prinsip musyawarah mufakat kehidupan Buddha Sakyamuni dalam praktik pengambilan keputusan demokratis di lingkungan keluarga

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah doa pembuka dan lakukan duduk hening sejenak untuk memusatkan pikiran sebelum memulai belajar.
  • Bacalah ringkasan kisah sejarah Buddha Sakyamuni dan kasus musyawarah keluarga dengan teliti dan penuh kesadaran.
  • Kerjakan setiap tahapan tugas secara mandiri atau bersama kelompok sesuai panduan.
  • Periksa kembali hasil sintesis prinsip musyawarah sebelum mendiskusikan atau mengumpulkannya.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengekstraksi Prinsip Musyawarah dari Kisah Buddha dan Sungai Rohini

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha Kelas VI (Kisah Sungai Rohini hal. 73)
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan peristiwa perselisihan Suku Sakya dan Suku Koliya dalam memperebutkan air Sungai Rohini.
  2. Temukan tindakan dan sikap bijaksana Buddha Sakyamuni dalam mendamaikan kedua pihak melalui musyawarah.
  3. Ekstraksi prinsip dasar musyawarah mufakat dari tindakan Buddha tersebut dan tuliskan pada kolom yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan peristiwa pembagian air Sungai Rohini oleh Buddha Sakyamuni, prinsip musyawarah apa yang ditunjukkan Buddha ketika Beliau menanyakan nilai air dibandingkan nilai nyawa manusia?

2. Isilah tabel berikut dengan mengidentifikasi tindakan Buddha Sakyamuni beserta prinsip musyawarah mufakat yang terkandung di dalamnya!

Ruang tabel jawaban

Tabel 2 kolom x 3 baris: Kolom 1 (Tindakan Buddha Sakyamuni dalam Kisah Sungai Rohini), Kolom 2 (Prinsip Musyawarah Mufakat yang Terkandung).

Kegiatan 2: Mensintesis Prinsip Musyawarah Buddha ke dalam Masalah Keputusan Keluarga

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi kasus keputusan keluarga berikut: 'Keluarga Budi sedang berdiskusi menentukan pembagian tugas rumah tangga selama liburan dan alokasi anggaran liburan sederhana, namun setiap anggota keluarga memiliki keinginan yang berbeda dan sempat beradu argumen.'
  2. Pilihlah prinsip-prinsip musyawarah dari kehidupan Buddha Sakyamuni yang telah kalian ekstraksi pada Kegiatan 1.
  3. Padukan (sintesiskan) prinsip-prinsip tersebut menjadi sebuah alur rancangan pengambilan keputusan demokratis yang konkret di lingkungan keluarga.

Pertanyaan:

1. Bagaimana memadukan prinsip pengendalian ucapan (samma vaca) dari Buddha Sakyamuni ke dalam aturan berbicara saat musyawarah keluarga berlangsung?

2. Sintesiskan prinsip musyawarah mufakat Buddha Sakyamuni menjadi 4 langkah konkret pengambilan keputusan demokratis di lingkungan keluarga pada tabel alur keputusan!

Ruang tabel jawaban

Tabel bagan 3 kolom: Kolom 1 (Langkah Pengambilan Keputusan Keluarga), Kolom 2 (Prinsip Musyawarah Buddha yang Dipadukan), Kolom 3 (Praktik Nyata Tindakan dalam Keluarga).

Kegiatan 3: Merumuskan Piagam Kesepakatan Demokratis Keluarga

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Format Piagam Kesepakatan Murid
  • Pena/Spidol

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gunakan hasil sintesis prinsip musyawarah dari Kegiatan 2 untuk merumuskan draf 'Piagam Kesepakatan Demokratis Keluarga'.
  2. Diskusikan bersama rekan sebangku apakah butir-butir kesepakatan tersebut telah mencerminkan prinsip keadilan, nir-kekerasan, dan penghargaan terhadap pendapat anggota keluarga.
  3. Selesaikan butir piagam dan siapkan simpulan pembelajaran beserta refleksi akhir.

Pertanyaan:

1. Rumuskan 3 butir komitmen utama dalam draf Piagam Kesepakatan Musyawarah Keluarga yang merupakan sintesis dari teladan musyawarah Buddha Sakyamuni!

2. Berdasarkan hasil sintesis yang kamu rumuskan, mengapa keputusan yang diambil secara demokratis berlandaskan prinsip musyawarah Buddha dapat mencegah perselisihan dalam keluarga?

Format isian draf piagam (judul piagam, 3 butir komitmen berurutan) dan 1 kolom uraian penjelasan manfaat sintesis musyawarah.

REFLEKSI

1. Prinsip musyawarah Buddha Sakyamuni mana yang paling ingin kamu terapkan terlebih dahulu saat berdiskusi bersama orang tua atau saudaramu di rumah?

2. Apa tantangan terbesar yang kamu rasakan saat harus mendengarkan pendapat anggota keluarga lain yang berbeda dengan keinginan pribadimu, dan bagaimana ajaran Buddha membantumu mengatasinya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.