LKPDPertemuan 1Bab 3Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Mengintegrasikan Konsep Dasar Musyawarah Mufakat dalam Kehidupan Buddha Sakyamuni saat Mengatasi Perbedaan Pendapat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Mengintegrasikan Konsep Dasar Musyawarah Mufakat dalam Kehidupan Buddha Sakyamuni saat Mengatasi Perbedaan Pendapat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Mengintegrasikan Konsep Dasar Musyawarah Mufakat dalam Kehidupan Buddha Sakyamuni saat Mengatasi Perbedaan Pendapat

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 3 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mengintegrasikan Konsep Dasar Musyawarah Mufakat dalam Kehidupan Buddha Sakyamuni saat Mengatasi Perbedaan Pendapat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMengintegrasikan Konsep Dasar Musyawarah Mufakat dalam Kehidupan Buddha Sakyamuni saat Mengatasi Perbedaan Pendapat
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengintegrasikan konsep dasar musyawarah mufakat dalam kehidupan Buddha Sakyamuni saat menyelesaikan masalah perbedaan pendapat

PETUNJUK UMUM

  • Awali kegiatan belajar dengan duduk hening dan membaca doa pembuka.
  • Bacalah ringkasan kisah sejarah Buddha Sakyamuni mendamaikan perselisihan Suku Sakya dan Suku Koliya dengan teliti.
  • Kerjakan setiap tugas secara berurutan sesuai petunjuk pada masing-masing kegiatan.
  • Diskusikan hasil pemikiranmu bersama teman kelompok dengan saling menghargai pendapat.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menelaah Konsep Musyawarah Buddha Sakyamuni pada Peristiwa Sungai Rohini

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Teks bacaan peristiwa Sungai Rohini (Buku Siswa Kelas 6 Bab 3)
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan peristiwa perselisihan air Sungai Rohini antara Suku Sakya dan Suku Koliya.
  2. Cermati cara Buddha Sakyamuni hadir di tengah perselisihan, mengajukan pertanyaan bijaksana, dan mengajak kedua pihak berdialog.
  3. Jawablah pertanyaan terkait konsep dasar musyawarah mufakat yang diterapkan oleh Buddha Sakyamuni pada lembar kerja yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan peristiwa Sungai Rohini, apa prinsip utama yang diajarkan Buddha Sakyamuni saat mempertemukan Suku Sakya dan Suku Koliya yang sedang berselisih?

2. Lengkapilah pernyataan berikut: Musyawarah mufakat yang diteladankan Buddha Sakyamuni bertujuan bukan untuk mencari ......................, melainkan untuk mencapai ...................... yang ditaati bersama.

Tuliskan jawaban nomor 1 dalam bentuk uraian 2-3 kalimat pada kolom bergaris, dan isilah titik-titik pada nomor 2 dengan kata kunci yang tepat.

Kegiatan 2: Mengintegrasikan Langkah Musyawarah Buddha ke dalam Pemecahan Masalah

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja tabel perbandingan
  • Buku catatan
  • Pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok kecil yang terdiri atas 3-4 orang murid.
  2. Diskusikan bagaimana nilai-nilai musyawarah Buddha (menahan amarah, mendengarkan semua pihak, mengutamakan kebaikan bersama) diintegrasikan ke dalam penyelesaian perbedaan pendapat.
  3. Isilah tabel perbandingan antara cara penyelesaian dengan perselisihan fisik melawan penyelesaian berbasis musyawarah mufakat Buddha Sakyamuni.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel perbandingan berikut untuk menunjukkan integrasi konsep musyawarah Buddha Sakyamuni dalam menyelesaikan perbedaan pendapat:

Format Tabel:
| Aspek Perbandingan | Cara Tanpa Musyawarah (Pertikaian) | Cara Musyawarah Mufakat Buddha Sakyamuni |
| 1. Sikap terhadap perbedaan | ... | ... |
| 2. Cara komunikasi | ... | ... |
| 3. Hasil akhir yang dicapai | ... | ... |

Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 3 kolom dan 3 baris aspek sesuai format yang disediakan pada lembar kerja kelompok.

Kegiatan 3: Menghubungkan Nilai Musyawarah Teladan Buddha dalam Keputusan Bersama

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar bagan alur musyawarah
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilihlah salah satu situasi perbedaan pendapat yang lazim terjadi di lingkungan sekitar murid (misalnya: penentuan jadwal piket atau pembagian tugas kerja kelompok).
  2. Integrasikan 3 langkah musyawarah mufakat teladan Buddha Sakyamuni (berhenti sejenak dari amarah, berdialog secara setara, menyepakati solusi demi kepentingan bersama) untuk menyelesaikan situasi tersebut.
  3. Tuliskan rencana langkah integrasi tersebut secara sistematis.

Pertanyaan:

1. Rumuskan 3 langkah konkret penyelesaian perbedaan pendapat dalam pemilihan tugas kelompok dengan mengintegrasikan prinsip musyawarah mufakat yang dicontohkan Buddha Sakyamuni!

Tuliskan 3 langkah konkret berurutan (Langkah 1, Langkah 2, Langkah 3) pada bagan alur yang disediakan.

REFLEKSI

1. Apa makna penting dari cara Buddha Sakyamuni meredakan perselisihan di Sungai Rohini bagi dirimu saat menghadapi perbedaan pendapat?

2. Nilai musyawarah apa dari keteladanan Buddha yang paling menantang untuk kamu terapkan ketika sedang berbeda pandangan dengan teman?

3. Bagaimana perasaanmu setelah belajar bahwa musyawarah mufakat dapat menyelesaikan masalah tanpa permusuhan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.