LKPDPertemuan 3Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Menganalisis Kesabaran dan Semangat Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Menganalisis Kesabaran dan Semangat Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Menganalisis Kesabaran dan Semangat Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 2 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menganalisis Kesabaran dan Semangat Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenganalisis Kesabaran dan Semangat Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis nilai-nilai Buddhadharma dalam kesabaran dan semangat berlandaskan pada nilai-nilai Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah doa pembuka dan hening sejenak (meditasi pernapasan) sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bekerjalah secara teliti, baik saat bekerja mandiri maupun saat berdiskusi bersama teman sekelompok.
  • Gunakan pemahaman tentang Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan (Paticcasamuppada/Kamma) untuk menganalisis hubungan sebab, kondisi, dan akibat dari sikap sabar serta semangat.
  • Tanyakan kepada guru jika ada instruksi atau istilah yang belum dipahami dengan jelas.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Rantai Sebab-Akibat Kesabaran (Khanti)

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks ringkas kisah Petapa Khantivadi (Buku Siswa Kelas VI Bab II)
  • Alat tulis
  • Buku catatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah cuplikan studi kasus tentang kisah kesabaran Petapa Khantivadi menghadapi kemarahan Raja Kalabu.
  2. Telaah tindakan, faktor pemicu/kondisi, serta akibat etis yang timbul berdasarkan hukum sebab akibat.
  3. Lengkapi bagan analisis sebab-kondisi-akibat pada lembar kerja yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kisah Petapa Khantivadi yang tetap tenang meski dianiaya oleh Raja Kalabu, analisislah apa yang menjadi sebab utama di dalam batin Petapa Khantivadi sehingga ia mampu mempertahankan kesabaran, serta sebutkan kondisi pendukungnya!

2. Lengkapilah analisis hubungan sebab akibat kesabaran Petapa Khantivadi vs kemarahan Raja Kalabu pada tabel berikut: apa sebab perbuatan, kondisi yang memperkuat, dan akibat karma/mental yang diterima masing-masing tokoh?

Ruang tabel jawaban

Tuliskan jawaban nomor 1 dalam bentuk paragraf analisis 3-4 kalimat. Untuk nomor 2, isilah tabel 4 kolom: [Tokoh | Sebab Batiniah | Kondisi Pendukung | Akibat yang Diterima].

Kegiatan 2: Analisis Saling Ketergantungan Semangat (Viriya) dan Kesabaran (Khanti)

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar skenario studi kasus
  • Kertas plano/HVS plano (opsional)
  • Spidol/pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok diskusi beranggotakan 3-4 orang.
  2. Amati dua skenario kehidupan nyata berikut: (A) Murid yang bersemangat giat belajar namun cepat marah/putus asa saat menemui soal sulit; (B) Murid yang sabar menerima nilai buruk namun tidak memiliki semangat untuk memperbaiki cara belajarnya.
  3. Analisislah keterkaitan timbal balik antara nilai semangat (viriya) dan kesabaran (khanti) dengan menerapkan prinsip saling bergantungan (sebab-akibat).

Pertanyaan:

1. Analisislah skenario A: Mengapa semangat tanpa disertai kesabaran justru menyebabkan kegagalan belajar berdasarkan hukum sebab akibat?

2. Analisislah skenario B: Mengapa kesabaran tanpa disertai semangat yang benar (viriya) dapat berujung pada kelambanan batin (kemalasan) berdasarkan hukum sebab akibat?

3. Berdasarkan analisis kedua skenario di atas, simpulkan bagaimana kesabaran dan semangat saling bergantungan satu sama lain untuk menghasilkan keberhasilan moral murid!

Tuliskan hasil diskusi pada lembar analisis kelompok dengan format subjudul: [1. Analisis Hambatan Skenario A, 2. Analisis Hambatan Skenario B, 3. Sintesis Hubungan Saling Bergantungan].

Kegiatan 3: Matriks Analisis Solusi Etis Berbasis Sebab Akibat

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja tabel matriks
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kerjakan tugas ini secara mandiri.
  2. Pilihlah satu tantangan nyata murid kelas 6 (misalnya: rasa malas saat menyiapkan ujian akhir, atau diejek teman saat berbuat baik).
  3. Petakan persoalan tersebut ke dalam matriks analisis 4 langkah hukum sebab akibat: (1) Fenomena akibat saat ini, (2) Sebab-sebab yang mendasarinya, (3) Tindakan sabar & semangat yang diterapkan, (4) Akibat baik yang akan dituai.
  4. Selesaikan tepat waktu untuk dilanjutkan dengan refleksi personal dan penutupan kelas.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah Matriks Analisis Kausalitas Etika berikut dengan menganalisis tantangan ketika kamu mengalami kesulitan belajar/menghadapi ejekan teman:

Ruang tabel jawaban

Isilah tabel matriks berisikan 5 baris: [Langkah Analisis | Uraian Analisis Konkret Berbasis Sebab Akibat].

REFLEKSI

1. Pelajaran apa tentang hukum sebab akibat yang paling menyadarkanmu bahwa sabar dan semangat harus berjalan beriringan?

2. Ketika menghadapi situasi yang memancing amarah di sekolah, sebab baik apa yang kini dapat kamu hadirkan di pikiranmu agar akibatnya tidak merugikan orang lain?

3. Apakah kamu sudah dapat melihat bahwa setiap perbuatan semangat yang kamu tanam hari ini secara pasti sedang membentuk akibat masa depanmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.