LKPDPertemuan 2Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Menganalisis Pelepasan Keduniawian dan Kebijaksanaan Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Menganalisis Pelepasan Keduniawian dan Kebijaksanaan Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Menganalisis Pelepasan Keduniawian dan Kebijaksanaan Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 2 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menganalisis Pelepasan Keduniawian dan Kebijaksanaan Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenganalisis Pelepasan Keduniawian dan Kebijaksanaan Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis nilai-nilai Buddhadharma dalam pelepasan keduniawian dan kebijaksanaan berlandaskan pada nilai-nilai Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan

PETUNJUK UMUM

  • Duduk hening sejenak selama 1-2 menit untuk menenangkan pikiran sebelum memulai pembelajaran.
  • Bacalah teks narasi dan instruksi setiap kegiatan dengan saksama bersama kelompok atau secara mandiri.
  • Gunakan kemampuan analisis untuk menelusuri hubungan sebab, kondisi, dan akibat dalam pelepasan keduniawian serta kebijaksanaan.
  • Tuliskan hasil analisismu pada bagan atau format tabel jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menganalisis Nilai Pelepasan Keduniawian (Nekkhammma) Berbasis Sebab Akibat

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha Kelas 6

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks kasus berikut: 'Pangeran Siddhartha meninggalkan istana megah, kemewahan, dan kenyamanan duniawi setelah menyaksikan empat peristiwa (orang tua, orang sakit, orang mati, dan pertapa). Beliau menyadari bahwa kemelekatan pada kenikmatan indrawi tidak menghentikan penderitaan (dukkha). Beliau memilih pelepasan keduniawian demi mencari jalan akhir penderitaan bagi semua makhluk.'
  2. Analisislah peristiwa tersebut menggunakan kacamata Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan (Paticcasamuppada/Kamma).
  3. Isilah tabel analisis sebab-kondisi-akibat yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teks di atas, uraikan: (a) Apa penyebab utama Pangeran Siddhartha mengambil keputusan pelepasan keduniawian? (b) Apa akibat yang timbul dari keputusan pelepasan tersebut ditinjau dari Hukum Sebab Akibat?

2. Lengkapilah analisis hubungan sebab-akibat dalam pelepasan keduniawian berikut: Jika seseorang terus melekat pada kesenangan indrawi yang berlebihan tanpa melatih pelepasan (sebab), apa akibat yang akan terjadi menurut Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan?

Tuliskan jawaban pada lembar kerja: format uraian 3-4 kalimat untuk nomor 1, dan isian kalimat analisis sebab-akibat untuk nomor 2.

Kegiatan 2: Menganalisis Nilai Kebijaksanaan (Panna) dalam Menghadapi Keterikatan

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan / kertas plano
  • Spidol / pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ilustrasi kasus murid: 'Tono sangat sedih dan marah ketika gawai (gadget) kesayangannya rusak karena terjatuh. Ia merasa tidak bisa hidup tenang tanpa barang tersebut.'
  2. Gunakan pemahaman Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan untuk menganalisis akar masalah serta solusi kebijaksanaan yang semestinya dikembangkan.
  3. Diskusikan dalam kelompok dan jawab pertanyaan analisis di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Lakukan analisis pada kasus Tono: Apa faktor penyebab keterikatan batin Tono, dan bagaimana Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan menjelaskan munculnya rasa sedih dan marah tersebut?

2. Berdasarkan nilai kebijaksanaan (panna), analisis langkah berpikir apa yang harus diambil Tono agar batinnya terbebas dari penderitaan tersebut berlandaskan pemahaman hukum sebab akibat?

Tuliskan hasil diskusi kelompok dalam bentuk uraian analitis terstruktur (memuat komponen: Akar Sebab, Kondisi, dan Akibat Kebijaksanaan).

Kegiatan 3: Analisis Sintesis: Keterkaitan Pelepasan Keduniawian dan Kebijaksanaan

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja tabel sintesis
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Analisis hubungan timbal balik antara pelepasan keduniawian (nekkhammma) dan kebijaksanaan (panna) berdasarkan prinsip sebab akibat yang saling bergantungan.
  2. Isilah bagan matriks hubungan sebab-akibat yang memuat dua arah analisis: (1) Pelepasan sebagai sebab tumbuhnya kebijaksanaan, dan (2) Kebijaksanaan sebagai sebab terwujudnya pelepasan.
  3. Selesaikan kegiatan ini bersama dengan pengisian refleksi dan rangkuman penutup kelas.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel analisis hubungan dua arah berikut: (A) Bagaimana pelepasan keduniawian menjadi sebab bagi munculnya kebijaksanaan? (B) Bagaimana kebijaksanaan menjadi sebab bagi kemampuan melepaskan keduniawian?

Ruang tabel jawaban

Format tabel 2 kolom: Kolom 1 (Pelepasan -> Sebab Munculnya Kebijaksanaan), Kolom 2 (Kebijaksanaan -> Sebab Munculnya Pelepasan).

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis konsep pelepasan dan kebijaksanaan melalui hukum sebab akibat, kemelekatan/kebiasaan apa dalam kehidupan pribadimu yang paling sering menimbulkan rasa sedih atau kecewa?

2. Bagaimana caramu menerapkan pemikiran sebab-akibat agar dapat melepaskan keterikatan pada hal-hal duniawi ketika menghadapi keinginan yang tidak terpenuhi?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.