LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Menganalisis Praktik Kedermawanan dan Kesusilaan Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Menganalisis Praktik Kedermawanan dan Kesusilaan Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Menganalisis Praktik Kedermawanan dan Kesusilaan Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 6
Bab 2 Pertemuan 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C) Topik: Menganalisis Praktik Kedermawanan dan Kesusilaan Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Analisis Hubungan Sebab dan Akibat Praktik Kedermawanan (Dana Paramita)Estimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan narasi kedermawanan Bodhisattva di atas, analisislah rantai sebab akibat yang saling bergantungan dengan melengkapi tabel keterkaitan antara: (a) Niat/Sebab Tindakan, (b) Bentuk Praktik Kedermawanan, (c) Akibat Langsung bagi Penerima, dan (d) Akibat Moral/Spiritual bagi Pelaku! Ruang tabel jawaban 2. Mengapa dalam prinsip sebab-akibat yang saling bergantungan, pemberian yang didasari niat pamer atau pamrih menghasilkan akibat batin yang berbeda dibanding pemberian yang didasari ketulusan? Analisislah perbedaannya! Tabel 4 Kolom: Kolom 1 (Niat/Sebab Tindakan), Kolom 2 (Bentuk Praktik Kedermawanan), Kolom 3 (Akibat bagi Penerima), Kolom 4 (Akibat bagi Pelaku); dilanjutkan dengan kotak uraian 3-4 baris untuk Pertanyaan 2. Kegiatan 2: Analisis Kasus Kesusilaan (Sila Paramita) dalam Hukum Sebab AkibatEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Analisislah Kasus A: Identifikasi apa sebab pendorong tindakan tersebut, serta urutkan rantai akibat yang muncul pada hubungan pertemanan dan kondisi batin pelaku menurut hukum moral Buddhadharma! 2. Analisislah Kasus B: Bagaimana praktik menjaga ucapan benar (kesusilaan) menjadi 'sebab' yang membentuk kondisi batin yang damai dan kepercayaan orang lain sebagai 'akibat'? Dua kotak uraian terpisah: Kotak 1 untuk Analisis Kasus A (sebab, akibat sosial, akibat batin), Kotak 2 untuk Analisis Kasus B (kejujuran sebagai sebab dan implikasi akibat batin serta sosial). Kegiatan 3: Dekomposisi Keterkaitan Kedermawanan dan Kesusilaan yang Saling BergantunganEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapilah analisis bagan relasi timbal balik: Mengapa kedermawanan (dana) yang dilakukan tanpa dasar kesusilaan (sila) — misalnya memberi sedekah dari hasil mencuri — dinilai cacat dalam Hukum Sebab Akibat Buddhadharma? 2. Tariklah kesimpulan analitis: Bagaimana pelaksanaan kesusilaan (menjaga diri dari merugikan makhluk lain) dan kedermawanan (aktif menolong makhluk lain) secara bersama-sama membentuk kondisi sebab yang utuh untuk terwujudnya kedamaian batin? Kotak uraian analitis 1 (analisis kemurnian dana dan sila) dan Kotak kesimpulan hubungan timbal balik 2; diakhiri bagian refleksi mandiri. REFLEKSI1. Pelajaran penting apa yang saya temukan hari ini tentang hubungan antara niat saya saat berbuat baik dengan akibat yang saya rasakan di dalam hati? 2. Ketika saya menahan diri untuk tidak menyakiti orang lain (kesusilaan) atau berbagi barang (kedermawanan), kondisi batin apa yang paling nyata berubah dalam diri saya? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.