LKPDPertemuan 1Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Menganalisis Praktik Kedermawanan dan Kesusilaan Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Menganalisis Praktik Kedermawanan dan Kesusilaan Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Menganalisis Praktik Kedermawanan dan Kesusilaan Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 2 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menganalisis Praktik Kedermawanan dan Kesusilaan Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenganalisis Praktik Kedermawanan dan Kesusilaan Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis nilai-nilai Buddhadharma dalam praktik kedermawanan dan kesusilaan berlandaskan pada nilai-nilai Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan

PETUNJUK UMUM

  • Duduk hening sejenak sebelum memulai agar pikiran tenang dan fokus.
  • Bacalah setiap studi kasus dan instruksi kegiatan dengan cermat.
  • Lakukan analisis secara mandiri maupun dalam diskusi kelompok secara aktif.
  • Tuliskan hasil analisismu pada format ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Hubungan Sebab dan Akibat Praktik Kedermawanan (Dana Paramita)

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha Kelas 6
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi singkat tentang tindakan kedermawanan berikut: 'Siddhartha dalam kehidupan lampau sebagai Bodhisattva senantiasa gemar memberi pertolongan, makanan, dan ilmu tanpa pamrih kepada makhluk yang menderita.'
  2. Analisislah tindakan tersebut berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan (Paticcasamuppada / Kamma).
  3. Identifikasi niat/sebab yang mendasari, kondisi pendukung, serta rantai akibat yang ditimbulkan bagi diri sendiri dan lingkungan.
  4. Isikan hasil analisismu ke dalam format tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi kedermawanan Bodhisattva di atas, analisislah rantai sebab akibat yang saling bergantungan dengan melengkapi tabel keterkaitan antara: (a) Niat/Sebab Tindakan, (b) Bentuk Praktik Kedermawanan, (c) Akibat Langsung bagi Penerima, dan (d) Akibat Moral/Spiritual bagi Pelaku!

Ruang tabel jawaban

2. Mengapa dalam prinsip sebab-akibat yang saling bergantungan, pemberian yang didasari niat pamer atau pamrih menghasilkan akibat batin yang berbeda dibanding pemberian yang didasari ketulusan? Analisislah perbedaannya!

Tabel 4 Kolom: Kolom 1 (Niat/Sebab Tindakan), Kolom 2 (Bentuk Praktik Kedermawanan), Kolom 3 (Akibat bagi Penerima), Kolom 4 (Akibat bagi Pelaku); dilanjutkan dengan kotak uraian 3-4 baris untuk Pertanyaan 2.

Kegiatan 2: Analisis Kasus Kesusilaan (Sila Paramita) dalam Hukum Sebab Akibat

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Kasus
  • Buku Tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi kasus berikut: 'Kasus A: Seseorang menyebarkan kabar bohong demi keuntungan pribadinya dan merugikan teman sekelasnya. Kasus B: Seorang anak memilih berkata jujur mengakui kesalahannya meskipun merasa takut dihukum.'
  2. Diskusikan bersama rekan sekelompok untuk membedah relasi sebab-akibat dari kedua kasus tersebut.
  3. Analisislah bagaimana pelanggaran kesusilaan (Kasus A) dan penegakan kesusilaan (Kasus B) saling mempengaruhi kondisi batin dan hubungan sosial seseorang.

Pertanyaan:

1. Analisislah Kasus A: Identifikasi apa sebab pendorong tindakan tersebut, serta urutkan rantai akibat yang muncul pada hubungan pertemanan dan kondisi batin pelaku menurut hukum moral Buddhadharma!

2. Analisislah Kasus B: Bagaimana praktik menjaga ucapan benar (kesusilaan) menjadi 'sebab' yang membentuk kondisi batin yang damai dan kepercayaan orang lain sebagai 'akibat'?

Dua kotak uraian terpisah: Kotak 1 untuk Analisis Kasus A (sebab, akibat sosial, akibat batin), Kotak 2 untuk Analisis Kasus B (kejujuran sebagai sebab dan implikasi akibat batin serta sosial).

Kegiatan 3: Dekomposisi Keterkaitan Kedermawanan dan Kesusilaan yang Saling Bergantungan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pikirkan hubungan timbal balik: Mengapa kedermawanan (dana) dan kesusilaan (sila) tidak dapat dipisahkan dalam ajaran Sebab Akibat yang Saling Bergantungan?
  2. Analisislah bagan keterkaitan: bagaimana sila menjadi landasan kemurnian dana, dan bagaimana dana memperkuat pelaksanaan sila.
  3. Selesaikan butir analisis kritis dan luangkan waktu untuk mengisi refleksi di akhir kegiatan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah analisis bagan relasi timbal balik: Mengapa kedermawanan (dana) yang dilakukan tanpa dasar kesusilaan (sila) — misalnya memberi sedekah dari hasil mencuri — dinilai cacat dalam Hukum Sebab Akibat Buddhadharma?

2. Tariklah kesimpulan analitis: Bagaimana pelaksanaan kesusilaan (menjaga diri dari merugikan makhluk lain) dan kedermawanan (aktif menolong makhluk lain) secara bersama-sama membentuk kondisi sebab yang utuh untuk terwujudnya kedamaian batin?

Kotak uraian analitis 1 (analisis kemurnian dana dan sila) dan Kotak kesimpulan hubungan timbal balik 2; diakhiri bagian refleksi mandiri.

REFLEKSI

1. Pelajaran penting apa yang saya temukan hari ini tentang hubungan antara niat saya saat berbuat baik dengan akibat yang saya rasakan di dalam hati?

2. Ketika saya menahan diri untuk tidak menyakiti orang lain (kesusilaan) atau berbagi barang (kedermawanan), kondisi batin apa yang paling nyata berubah dalam diri saya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.