LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Mengevaluasi Efektivitas Cara Buddha Menyelesaikan Masalah Individu-Sosial dan Mengkreasi Solusi Inovatif Modern
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Mengevaluasi Efektivitas Cara Buddha Menyelesaikan Masalah Individu-Sosial dan Mengkreasi Solusi Inovatif Modern".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 6: Mengevaluasi Efektivitas Cara Buddha Menyelesaikan Masalah Individu-Sosial dan Mengkreasi Solusi Inovatif Modern
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 6
Bab 1 Pertemuan 4
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C) Topik: Mengevaluasi Efektivitas Cara Buddha Menyelesaikan Masalah Individu-Sosial dan Mengkreasi Solusi Inovatif Modern INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Mengevaluasi Cara Buddha Mengatasi Masalah IndividuEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel evaluasi efektivitas cara Buddha menyelesaikan masalah individu pada kasus Kisa Gotami: Tuliskan (a) Tindakan/cara yang dilakukan Buddha, (b) Alasan mengapa cara tersebut efektif menyadarkan Kisa Gotami, dan (c) Dampak akhir penyelesaian masalah pada batin individu tersebut. Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan evaluasimu, sebutkan 2 faktor kunci yang membuat cara Buddha sangat efektif dalam menyelesaikan masalah kesulitan individu ketika menghadapi penderitaan batin! Format tabel 3 kolom: Kolom 1 (Tindakan Buddha), Kolom 2 (Alasan Efektivitas), Kolom 3 (Dampak Akhir Penyelesaian). Di bawah tabel, sediakan 2 baris bernomor untuk menuliskan 2 faktor kunci keberhasilan cara Buddha. Kegiatan 2: Mengevaluasi Cara Buddha Mengatasi Masalah SosialEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Evaluasilah efektivitas pertanyaan Buddha ('Apakah darah manusia lebih murah dari air?') dalam menghentikan konflik sosial antara suku Sakya dan Koliya! Mengapa cara ini efektif meredakan permusuhan kedua belah pihak seketika? 2. Bandingkan efektivitas cara Buddha (dialog berbasis kesadaran nilai hidup) dengan penyelesaian masalah sosial lewat ancaman kekuasaan/hukuman fisik. Manakah yang memberikan solusi jangka panjang yang berkelanjutan? Berikan alasan evaluasimu! Sediakan kotak uraian bergaris untuk nomor 1 (sekitar 4-5 baris) dan format perbandingan dua kolom untuk nomor 2 (Kolom A: Evaluasi Cara Dialog Buddha, Kolom B: Evaluasi Cara Hukuman/Ancaman). Kegiatan 3: Mengkreasi Solusi Inovatif Modern Berbasis Kebijaksanaan BuddhaEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Kreasikan sebuah solusi inovatif untuk mengatasi salah satu masalah modern (cyberbullying atau tawuran/konflik pelajar) berdasarkan kebijaksanaan Buddha dalam mengatasi hambatan! Tuliskan:
Bagan 'Kartu Rancang Inovasi Modern' berbingkai rapi dengan 4 sekat isian: (1) Kotak Judul Inovasi, (2) Kotak Identifikasi Hambatan, (3) Kotak Prinsip Kebijaksanaan Buddha, dan (4) Kotak Rincian 3 Langkah Operasional. REFLEKSI1. Dari cara Buddha menyelesaikan kesulitan individu dan sosial yang telah dievaluasi hari ini, sifat kebijaksanaan apa yang paling menginspirasimu? 2. Bagaimana caramu menerapkan prinsip ketenangan dan penyadaran logis saat kamu sendiri menghadapi masalah kesalahpahaman dengan teman di sekolah? 3. Apakah rancangan kreasi solusi inovatif yang kelompokmu buat dapat benar-benar dipraktikkan untuk membuat lingkungan sekitarmu lebih damai? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.