LKPDPertemuan 2Bab 6Fase CSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Menganalisis Nilai-Nilai Buddhadharma dalam Pengelolaan dan Pelestarian Sumber Daya Alam

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Menganalisis Nilai-Nilai Buddhadharma dalam Pengelolaan dan Pelestarian Sumber Daya Alam".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Menganalisis Nilai-Nilai Buddhadharma dalam Pengelolaan dan Pelestarian Sumber Daya Alam

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 6 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menganalisis Nilai-Nilai Buddhadharma dalam Pengelolaan dan Pelestarian Sumber Daya Alam

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenganalisis Nilai-Nilai Buddhadharma dalam Pengelolaan dan Pelestarian Sumber Daya Alam
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis nilai-nilai Buddhadharma dalam pengelolaan serta pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah atau lakukan hening sejenak sebelum memulai pengerjaan LKPD.
  • Bacalah instruksi dan bahan bacaan/studi kasus pada setiap kegiatan dengan cermat.
  • Bekerjalah secara mandiri atau bersama kelompok sesuai petunjuk guru.
  • Tuliskan hasil analisismu pada format kolom atau ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Nilai Buddhadharma dalam Pesan Kitab Suci

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha Kelas V
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kutipan pesan kitab suci Vanaropa Sutta (S.I.32): 'Penanaman kebun (aramaropa) dan hutan (vanaropa) adalah tindakan yang berjasa dalam kehidupan umat Buddha dan untuk penyelamatan dunia dari penebangan hutan.'
  2. Analisislah makna ajaran tersebut berdasarkan konsep etika Buddhis (kebajikan/kamma baik dan cinta kasih terhadap lingkungan).
  3. Jawablah pertanyaan analisis pada format isian yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kutipan Vanaropa Sutta di atas, mengapa menanam pohon dan merawat hutan dikategorikan sebagai perbuatan yang membuahkan jasa kebajikan (kamma baik)? Analisislah alasan moralnya!

2. Bagaimana tindakan pelestarian hutan dalam teks tersebut berhubungan dengan nilai tidak merusak/menyakiti makhluk lain (sila pertama Pancasila Buddhis)? Jelaskan analisismu!

Tuliskan uraian analisismu di lembar kertas bergaris atau kolom uraian yang disediakan dengan panjang 2-4 kalimat untuk setiap nomor pertanyaan.

Kegiatan 2: Analisis Sebab-Akibat (Paticcasamuppada) dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Tabel analisis cetak
  • Alat tulis/pensil warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati bagan sebab-akibat sederhana mengenai perilaku manusia terhadap sumber daya alam (hutan dan air).
  2. Analisislah hubungan ketergantungan (Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan) antara tindakan manusia, nilai Buddhadharma yang mendasari, dan dampaknya bagi lingkungan.
  3. Lengkapilah tabel analisis hubungan sebab-akibat di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel analisis sebab-akibat pengelolaan alam berikut berdasarkan nilai-nilai Buddhadharma:
Kolom 1: Perilaku Manusia terhadap Alam
Kolom 2: Nilai Buddhadharma yang Dilanggar atau Diterapkan (Keserakahan/Lobha, Kebijaksanaan/Panna, Menahan Diri/Sila)
Kolom 3: Akibat Nyata pada Lingkungan Hidup

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan prinsip Paticcasamuppada (segala sesuatu saling bergantungan), analisislah mengapa manusia tidak dapat hidup sejahtera jika alam dan sumber daya di sekitarnya rusak!

Isilah tabel 3 kolom (Perilaku, Nilai Buddhis, Akibat Nyata) yang telah dicetak pada LKPD, lalu tulis uraian penjelasan nomor 2 pada kotak teks di bawah tabel.

Kegiatan 3: Analisis Studi Kasus dan Refleksi Etika Pelestarian Alam

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus
  • Lembar kerja kelompok

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi studi kasus singkat berikut: 'Sebuah desa memiliki danau asri. Namun, beberapa warga membuang limbah rumah tangga sembarangan dan menangkap ikan menggunakan racun untuk hasil cepat, sehingga air danau menjadi keruh dan ikan-ikan kecil ikut mati.'
  2. Diskusikan dalam kelompok kecil (2-3 murid) untuk menganalisis akar masalah berdasarkan nilai etika Buddhadharma.
  3. Rumuskan solusi pelestarian yang berakar pada nilai kepuasan (santutthi), tanpa keserakahan (alobha), dan kasih sayang (karuna).
  4. Selesaikan kegiatan termasuk menjawab pertanyaan refleksi dan penutupan pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Analisislah faktor utama penyebab kerusakan danau pada studi kasus di atas ditinjau dari dorongan batin (keserakahan atau ketidaktahuan/kebodohan batin) para pelaku!

2. Analisislah bagaimana penerapan nilai kesederhanaan/merasa cukup (santutthi) dan welas asih (karuna) dapat menjadi solusi tepat untuk mengatasi masalah danau tersebut!

Tuliskan hasil diskusi kelompok pada lembar kesimpulan analisis kasus yang memuat kolom: Akar Masalah Batin dan Solusi Berbasis Nilai Buddhis.

REFLEKSI

1. Nilai-nilai Buddhadharma apa saja yang paling membuka kesadaranmu tentang pentingnya menjaga sumber daya alam hari ini?

2. Bagaimana caramu membiasakan diri bersikap tidak serakah (alobha) saat menggunakan air atau kertas di sekolah dan di rumah?

3. Perasaan apa yang muncul dalam dirimu setelah memahami bahwa merawat lingkungan merupakan bentuk praktik kebajikan dan cinta kasih?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.