LKPDPertemuan 4Bab 5Fase CSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Makna Keragaman Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Makna Keragaman Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 5: Makna Keragaman Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 5 - Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Makna Keragaman Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMakna Keragaman Berlandaskan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menguraikan makna keragaman masyarakat Indonesia berdasarkan nilai-nilai Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan (Pratītyasamutpāda).
  2. Murid mampu menjelaskan bahwa keragaman merupakan bagian dari kondisi saling bergantungan antarmanusia sesuai ajaran Buddha.

PETUNJUK UMUM

  • Sebelum memulai, ambil napas dalam-dalam sebanyak tiga kali. Duduk hening sejenak dan niatkan diri untuk belajar dengan sungguh-sungguh.
  • Baca setiap petunjuk dengan teliti sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan dari Kegiatan 1 sampai Kegiatan 3.
  • Boleh berdiskusi dengan teman saat mengerjakan bagian bertanda 'diskusi', tetapi tulis jawabanmu sendiri dengan kata-katamu sendiri.
  • Tidak ada jawaban yang salah untuk pertanyaan opini atau pengalaman pribadimu — yang penting kamu berpikir sungguh-sungguh.
  • Jika ada kata atau istilah yang belum dipahami, tandai dengan lingkaran kecil dan tanyakan kepada gurumu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Jaring Kehidupan: Siapa yang Bergantung pada Siapa?

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • LKPD ini
  • Pensil atau pulpen
  • Penggaris (untuk membuat tabel)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca teks pendek berikut dengan saksama.
  2. Teks: 'Di sebuah desa, Pak Tani menanam padi. Petani membutuhkan air dari sungai, sungai mengalir karena ada hujan, hujan turun karena ada awan, awan terbentuk karena ada penguapan air laut. Beras hasil panen dijual ke Bu Pedagang di pasar. Bu Pedagang melayani Pak Dokter yang membeli beras. Pak Dokter mengobati Pak Tani saat sakit. Tanpa salah satu dari mereka, kehidupan desa tidak berjalan lancar.'
  3. Amati bagaimana setiap unsur dalam cerita saling terhubung satu sama lain.
  4. Lengkapi tabel Jaring Kehidupan di bagian Ruang Jawaban berdasarkan cerita tersebut.
  5. Setelah mengisi tabel, jawab pertanyaan analisis yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Dari cerita di atas, tuliskan minimal 4 hubungan saling bergantungan yang kamu temukan. Tuliskan dalam tabel dengan format: 'Siapa/Apa' — 'Bergantung pada' — 'Alasannya'.

Ruang tabel jawaban

2. Dalam ajaran Buddha, kondisi saling bergantungan ini disebut Pratītyasamutpāda. Menurut pemahamanmu, apa arti penting dari hukum ini dalam kehidupan sehari-hari? Jelaskan dengan bahasamu sendiri.

3. Bayangkan jika salah satu orang dalam cerita (misalnya Bu Pedagang) tidak ada. Apa yang akan terjadi pada kehidupan desa itu? Tuliskan akibatnya.

Buat tabel 3 kolom dengan judul: 'Siapa/Apa' | 'Bergantung Pada' | 'Alasannya'. Isi minimal 4 baris. Di bawah tabel, tulis jawaban uraian untuk pertanyaan nomor 2 dan 3 dalam paragraf singkat masing-masing 3–5 kalimat.

Kegiatan 2: Indonesia Kita: Keragaman yang Saling Menopang

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • LKPD ini
  • Pensil warna atau spidol (untuk peta pikiran)
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan fakta-fakta keragaman Indonesia berikut ini: Indonesia memiliki lebih dari 1.300 suku bangsa, 6 agama yang diakui negara, ratusan bahasa daerah, dan kekayaan budaya dari Sabang sampai Merauke.
  2. Diskusikan bersama 2–3 temanmu selama 5 menit: 'Mengapa Indonesia yang sangat beragam ini bisa tetap bersatu?'
  3. Setelah berdiskusi, kerjakan secara individu dengan mengisi peta pikiran dan menjawab pertanyaan di bawah ini.
  4. Gunakan pemahaman tentang Pratītyasamutpāda (hukum saling bergantungan) untuk menjelaskan jawabanmu.
  5. Hubungkan keragaman Indonesia dengan ajaran Buddha tentang saling bergantungan.

Pertanyaan:

1. Lengkapi peta pikiran berikut. Di tengah lingkaran tulis 'KERAGAMAN INDONESIA'. Lalu buat minimal 4 cabang yang masing-masing berisi: (a) satu bentuk keragaman, (b) siapa yang diuntungkan oleh keragaman itu, dan (c) bagaimana keragaman itu menciptakan saling ketergantungan.

Ruang gambar

2. Menurut ajaran Buddha tentang Pratītyasamutpāda, keragaman bukan masalah melainkan kekuatan. Setujukah kamu? Berikan alasanmu dan sertakan satu contoh nyata dari kehidupan di sekitarmu.

3. Bayangkan jika semua orang di Indonesia memiliki suku, bahasa, dan budaya yang sama persis. Apa yang akan hilang? Tuliskan minimal 3 hal dan jelaskan mengapa itu penting.

Untuk nomor 1: Gambar lingkaran di tengah halaman bertuliskan 'KERAGAMAN INDONESIA', lalu tarik minimal 4 garis cabang. Di setiap cabang tuliskan bentuk keragaman, siapa yang diuntungkan, dan bagaimana saling bergantungannya. Untuk nomor 2 dan 3: Tulis dalam paragraf, masing-masing minimal 4 kalimat.

Kegiatan 3: Pesan Buddha untuk Kita: Merancang Sikap Saling Menghargai

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • LKPD ini
  • Pensil warna atau krayon
  • Penggaris
  • Kreativitas dan ketulusan hatimu!

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca pesan dari Kitab Suci berikut dengan penuh penghayatan:
  2. 'Hidup dalam kerukunan, kebersamaan, saling menghargai, tanpa perselisihan, bercampur bagaikan susu dan air, dan saling menatap dengan tatapan ramah merupakan salah satu cara mencapai kebahagiaan.' (Upakkilesa Sutta)
  3. Dan: 'Salah satu syarat kesejahteraan suatu bangsa adalah sering berkumpul untuk mengadakan musyawarah, dan musyawarah berlangsung dengan lancar serta selalu dicapai kata mufakat.' (Maha Parinibbana Sutta)
  4. Renungkan makna kedua pesan tersebut selama 2 menit dalam diam.
  5. Setelah itu, kerjakan tugas kreatif berikut secara individu.
  6. Kamu akan membuat 'Kartu Komitmen Keragaman' — sebuah kartu kecil berisi tekadmu untuk hidup harmonis dalam keragaman, berdasarkan pemahaman Pratītyasamutpāda.

Pertanyaan:

1. Tuliskan makna pokok dari kedua pesan kitab suci di atas (Upakkilesa Sutta dan Maha Parinibbana Sutta) dengan kata-katamu sendiri. Apa hubungan kedua pesan itu dengan Pratītyasamutpāda?

2. Di lingkungan sekolahmu, adakah situasi di mana keragaman bisa menimbulkan kesalahpahaman atau perselisihan? Ceritakan satu situasi dan jelaskan bagaimana pemahaman Pratītyasamutpāda bisa membantu menyelesaikannya.

3. Buatlah 'Kartu Komitmen Keragaman' milikmu. Kartu ini berisi: (a) Nama dan kelasmu, (b) Satu kalimat tentang pemahamanmu terhadap Pratītyasamutpāda dan keragaman, (c) Tiga sikap konkret yang akan kamu lakukan untuk menghargai keragaman di sekolah, (d) Sebuah gambar sederhana yang merepresentasikan kebersamaan dalam keragaman.

Ruang gambar

Untuk nomor 1 dan 2: Tulis jawaban dalam paragraf masing-masing 4–6 kalimat. Untuk nomor 3: Buat kotak persegi panjang (ukuran setengah halaman) seperti kartu. Bagi kartu menjadi dua bagian — kiri untuk tulisan (nama, kalimat pemahaman, dan tiga sikap), kanan untuk gambar. Hias kartu agar menarik dengan pensil warna.

REFLEKSI

1. Setelah belajar hari ini, apa satu hal baru yang kamu pahami tentang hubungan antara keragaman dan hukum saling bergantungan (Pratītyasamutpāda)? Bagaimana pemahaman itu mengubah cara pandangmu terhadap teman-teman yang berbeda darimu?

2. Pikirkan seseorang dalam kehidupanmu sehari-hari yang sangat berbeda darimu — berbeda suku, kebiasaan, atau cara berpikir. Bagaimana kamu saling bergantungan satu sama lain tanpa kamu sadari sebelumnya?

3. Dari pesan Buddha dalam Upakkilesa Sutta dan Maha Parinibbana Sutta, satu sikap apa yang paling ingin kamu terapkan minggu ini? Mengapa sikap itu penting bagimu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.